Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

tembak, Maryamah melentingkan benteng untuk melindungi rajanya, crak! Mendadak, raja yang tadi terekspos pada belasan kemungkinan pembunuhan tahu-tahu tersembunyi. Matarom terperanjat. Pendukung Maryamah bersorak.

Langkah demi langkah salak-menyalak seperti dua ekor anjing galak. Maryamah mulai menyusun pertahanan khasnya. Matarom tak mau kehilangan momentum. Ia menyerang berulang kali dan terpental karena formasi perwira-perwira Maryamah melindungi rajanya seperti fortress geometris pentagon. Dengan lentur konstruksi itu bisa berubah secara cepat menjadi heksagonal, lalu bujur sangkar berlapis-lapis. Pasangan benteng kait-mengait tanpa celah sedikit pun untuk diterobos. Grand Master Ninochka Stronovsky tersenyum.

“Benteng bersusun Anatoly Karpov,” katanya pelan.

Aku teringat cerita Nochka tentang sistem pertahanan dobel benteng ciptaan juara dunia Anatoly Karpov ketika melawan Calvo di Montila 1976.

Beberapa langkah kemudian, wajah Matarom menjadi pias melihat Maryamah mulai membentuk satu formasi yang asing. Ia terperangah menyaksikan buah catur Maryamah terkonfigurasi secara aneh, dan ia ketakutan menunggu serangan dari balik kegelapan. Maryamah bertindak semakin membingungkan. Para penonton yang mengerti catur takjub melihat sebuah teknik virtuoso yang tak pernah mereka lihat sebelumnya. Mitoha dan Overste Djemalam terheran-heran. Aku sendiri tak tahu apa yang sedang terjadi. Alvin menutup mulutnya dengan tangan. Master Abu Syafaat menatap papan catur dengan cemas sekaligus terpana. Ia tahu yang dilakukan Maryamah pasti akan berakibat fatal, tapi ia tak mampu memahami teknik Maryamah yang sangat ganjil itu, Nochka menoleh padaku tersenyum.

“Guioco Piano,” desahnya dengan nada kagum.

Selanjutnya, Matarom seperti terjebak dalam permainan tali-temali yang membinasakan. Semakin ia bergerak, semakin ia tercekik. Gerakan buah catur Maryamah likat dan trengginas mencerminkan masa lalu yang menggiriskan dengan lelaki di depannya. Setiap strategi yang ia ambil adalah pembalasan atas kesemena-menaan lelaki itu. Setiap langkah
buah caturnya adalah sederajat martabat yang ia kumpul-kumpulkan kembali.

Matarom membalas dengan tekniknya yang terkenal: Rezim Matarom. Pendukungnya gegap gempita menyemangatinya. Matarom kalap karena nafsu membunuh telah menguasainya. Papan catur perak menjelma menjadi Laut Cinta Selatan. Bahtera perompak menyeruak di antara gempuran ombak. Raja berekor berdiri dengan garang di haluan. Pedang Panglima Kwan Peng menebas leher prajurit-prajurit Maryamah. Darah mengenang di geladak.

Maryamah memutar haluan. Kedua bahtera terlibat dalam pertempuran maritim yang dahsyat. Perwira-perwira Maryamah berlompatan ke bahtera perompak. Menterinya menjadi
admiral, menusuk pinggang kiri raja berekor, persis seperti saran Nochka.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.