Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 45

Indonesia Raya

UMBUL-UMBUL telah dipasang di kiri-kanan jalan menuju Warung Kopi Usah Kau Kenang Lagi. Masyarakat berduyun-duyun ingin menyaksikan pertandingan final catur yang istimewa, bukan hanya karena perempuan melawan lelaki, dan lelaki itu adalah kampiun catur tiada tara sekaligus mantan suaminya, tapi juga sejak memakzulkan Overste Djemalam, reputasi Maryamah meroket. Sekarang ia dianggap pecatur kelas atas yang karismatik. Berminggu- minggu ia telah diremehkan di warung-warung kopi, sekarang tak sesuku kata pun lelaki Melayu yang banyak omong itu berani menafikannya.

Di arena catur tahun ini perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus benar -benar terasa. Kaum perempuan pedagang kecil yang berunjuk rasa untuk mendukung pendaftaran Maryamah tempo hari tiba dalam satu rombongan besar yang meriah. Juragan-juragan toko Tionghoa bergabung dengan orang-orang Sawang, Melayu, dan orang-orang bersarung serta juragan-juragan perahu mereka. Semuanya ingin menyaksikan seorang perempuan yang digembar-gemborkan sangat lihai main catur. Para penonton penggemar klenik juga sangat banyak. Mereka tak paham catur, tapi ingin melihat papan catur perak yang magis itu. Mereka hadir dari pelosok pulau dalam pakaian serbahitam.

Mitoha secara resmi telah meminta pada Modin untuk memakai papan catur perak Matarom pada laga final. Tentu saja karena ia ingin menjatuhkan mental Maryamah dengan segala kabar ilmu hitam dan fakta bahwa Matarom tak pernah terkalahkan jika berlaga dengan papan itu. Modin menyarankan agar kami menerima permintaan Mitoha, sebab ia dan golongan Islam garis kerasnya ingin sekali membasmi praktik klenik di kampung. Jika Maryamah menang, segala teori pendukunan otomatis akan patah. Kami sepaham Modin.

Penonton kian berjubel. Yang tak dapat menyisipkan diri di antara kerumunan duduk berdempet-dempet di pagar serambi. Untuk mengantisipasi kericuhan, Sersan Kepala minta bantuan petugas penertiban pamong praja. Sehelai selendang merah dibentangkan di atas meja tanding untuk menghalangi pandangan kedua pecatur yang tadinya suami-istri, tapi
sekarang bukan muhrim itu.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.