Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 44

Maryamah Tak Suka Kejutan

AKU tak memberi tahu siapa pun soal kejadian di Pasar Pagi. Pengkhianatan Aziz ia nyatakan sendiri dengan tak lagi muncul di kantor Detektif M. Nur. Ia raib tak tahu rimbanya. Aku makin yakin ketika berjumpa lagi dengan Mitoha. Tanpa tedeng aling-aling ia mendesak.

“Kaubawa ke mana diagram-diagram itu, Boi? Apa itu operasi belalang sembah?”

Aku kaget dan tentu saja tak menjawab. Mitoha kesal tapi maklum, bahwa apa yang kami lakukan tidaklah menelikung aturan. Menyelidiki kemampuan lawan merupakan suatu tindakan profesional dan keniscayaan yang mestinya dilakukan setiap pecatur.

Terang benderang semuanya, Mitoha-lah yang telah mengirim orang untuk membuntuti dan merampas tasku. Aku tak berniat memprotesnya aku hanya gamang, tapi juga kagum akan skenario persekongkolannya. Sesungguhnya tempo hari Aziz sengaja dibuatnya kalah secara pahit dan seolah diperlakukan secara tidak adil oleh klub Di Timoer Matahari, dengan tujuan sebenarnya agar dapat disusupkan ke klub kami. Sebuah intrik kelas tinggi yang licik. Mengerikan sekali akibat yang bisa ditimbulkan oleh lima gelas kopi. Aziz berhasil membongkar operasi belalang sembah. Mata-mata yang dimata-matai. Itulah yang telah terjadi pada Detektif M. Nur. Dalam situasi perang dingin ia mengalami suatu keadaan yang disebut sebagai kontraspionase. Lelaki kontet itu gemas bukan buatan.

Aku tengah melamun di ambang jendela waktu Jose Rizal hinggap di kawat jemuran. Kudekati ia dan aku heran melihat gulungan kertas di kedua kakinya, biasanya hanya di kaki kanannya. Kubuka gulungan kertas di kaki kanannya.

Mendapatkan Ikal, kawanku.
Sudilah kiranya memaafkan kesalahanku atas kejadian Aziz Tarmizi. Memang tak tahu adat sekali orang itu.

Ttd,
M. Nur, yang menyesal.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.