Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Kutanyakan pada Paman, bahasa apakah yang ia ucapkan itu? Orang manakah yang berbicara seperti itu? Paman mengatakan bahwa itu bahasa orang Barat. Kutanyakan lagi, mengapa mereka berbicara was-wes begitu?

“Karena mereka tidak makan nasi seperti kita, Boi. Itu sajalah dulu yang perlu kau
tahu. Jangan kau bertanya terlalu banyak, nanti pening aku.”

Hari-hari berikutnya, bahkan sampai tahun-tahun setelah itu aku dan adikku sering merengek-rengek agar Paman mengulangi kedua cerita yang hebat itu. Paman bercerita lagi dengan penuh semangat dan ia tidak kami izinkan menerjemahkan dulu kisahnya sebelum kami puas mendengarnya berbahasa asing.

Paman hilir mudik lagi, sambil memegang buku itu dan membacanya dengan penuh gaya. Kadang kala ia berdiri tertegun, maksudnya menunggu pujian dan tepuk tangan dariku dan adikku. Ayah dan ibuku tertawa melihat gaya paman. Sungguh sebuah acara keluarga yang menarik hati.

Tak kulupa, aku dan adikku menangis keras sekali waktu Paman beristri dan harus meninggalkan rumah kami. Karena kami takkan lagi mendengarnya bercerita dalam bahasa yang aneh itu. Saat itu, kami benci pada bibi kami.

Ketika aku masuk SPM, di perpustakaan sekolah secara tak sengaja kutemukan buku yang serupa dengan buku cerita Paman dulu. Di situ baru kutahu bahwa cerita Paman tentang lelaki berbaju kotak-kotak itu, yang dikejar tikus itu, sesungguhnya adalah kisah rakyat Jerman yang sangat terkenal dengan judul asli Der Rattenfanger von Hameln. Lelaki itu membawa pergi kawanan tikus yang mengganggu sebuah desa dengan tiupan seruling ajaibnya. Ia bukanlah pegawai pemerintah yang kena karma karena menggelapkan uang di kantor desa. Adapun lelaki gendut yang berada di puncak pohon kacang di langit itu adalah raksasa yang dikelabui oleh Jack, dari kisah rakyat Inggris Jack and the Beanstalk, bukan pegawai pemerintah yang kena karma dikirim ke alam baka karena suka ke warung kopi selama jam dinas.

Aku pulang dan bertanya pada Ibu. Ibu mengatakan bahwa ketika Paman beraksi swang-sweng, sien-sion, ngoas-ngoes, wezwen-wezwin, grrh-grrh berbahasa Inggris itu sesungguhnya Paman tak memahami sehuruf pun bahasa Inggris. Bahkan sampai tua sekarang Paman tak bisa berbahasa Inggris. Waktu itu ia hanya mengucapkan saja apa yang terbaca olehnya, apa adanya.

Namun, apa pun yang telah terjadi, tak berkurang rasa sayang dan kagumku pada Paman. Ia telah memberiku masa-masa yang sangat mengesankan. Ia bagaikan ayahku sendiri, bagaikan guru ngaji, guru SD, dan tukang sunatku dulu. Orang-orang itu berhak mengatakan
apa pun yang ingin mereka katakan tentang aku. Karena itu, aku tak pernah ambil pusing

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.