Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Aku dan adikku melihat gambar kecil itu. Adikku masih bodoh jadi hanya senang melihat gambarnya. Tapi, kami agak takut melihat gambar itu, yaitu seorang lelaki berbaju aneh, berpola kotak-kotak, memakai topi yang lucu. Ia terbirit-birit dikejar kawanan tikus. Kawanan tikus itu sangat panjang seperti sungai.

“Orang ini adalah pegawai pemerintah,” kata Paman pada kami sambil memandang
benci pada lelaki berbaju aneh itu.

“Dia menggelapkan uang di kantor desa sehingga dia mendapat hukum karma. Dia
dikejar tikus sampai akhir hayatnya.”

Aku takut sekali. Di situlah untuk pertama kalinya kau mendapat pelajaran tentang hukum karma.

“Hukum karma pasti berlaku, Boi,” kata Paman dengan serius.

“Maka, aku jangan nakal dan jahat, ya. Nanti kau kena hukuman karma.” Aku
mengangguk-angguk dengan takzim. Kusimpan benar pelajaran itu.

Kisah kedua, juga tak kalah hebatnya. Dari gambarnya tampak seorang lelaki gendut tengah memanjat sebatang pohon. Pohon itu macam pohon kacang rambat tapi tinggi sekali. Di kiri-kanan orang gendut itu ada gumpalan-gumpalan awan. Dengan penuh semangat dan bahasa Inggris yang sangat fasih swang-sweng, sien-sion, ngoas-ngoes, wezwen-wezwin, grrh- grrh, Paman kembali menerjemahkan kalimat-kalimat Inggris itu ke dalam bahasa Melayu. Amboi, kagum benar aku. Paman bisa menerjemahkannya dengan sangat cepat seperti ia tak perlu berpikir untuk melakukannya. Baginya itu hanya soal sepele.

Paman menunjuk gambar lelaki gendut yang tampak ketakutan di puncak pohon kacang di atas langit itu.

“Dia juga pegawai pemerintah, Boi.”

Kasihan sekali aku melihat dua orang pegawai pemerintah telah menderita di dalam buku itu.

“Dia juga kena hukum karma karena suka ke warung kopi selama jam dinas. Dia tengah menyirami pohon kacangnya, tahu-tahu pohon kacang itu melilitnya dan pohon itu langsung tumbuh tinggi sekali sampai ke langit, membawa pegawai pemerintah itu ke alam
baka.

Aku ternganga. Lalat pun kalau masuk ke dalam mulutku, aku pasti tak sadar. Adikku, yang masih bodoh itu, hanya suka melihat gambarnya. Sayang sekali ia tidak paham ceritanya,
sayang sekali!

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.