Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

ter-set secara otomatis pada skala di atas lima. Tak bisa dikecilkan lagi. Hal ini sudah menjadi semacam default baginya. Semacam bawaan dari pabrik.

Nah, kejadian luar biasa itu adalah jika Paman pulang dari Tanjong Pandan untuk sebuah perjalanan dinas, ia selalu membawakanku dan adikku mainan. Suatu ketika ia pulang membawa sebuah buku yang sampulnya sangat bagus. Ia mengatakan bahwa buku itu buku cerita rakyat dari Barat yang diberikan oleh sahabatnya di Pelabuhan Tanjong Pandan. Sahabatnya itu seorang anak buah kapal minyak sawit yang baru pulang berlayar dari Amerika.

Cerita Paman tentang pelayaran sahabatnya naik kapal minyak sawit itu adalah satu hal, namun ceritanya dari buku berbahasa Inggris itu adalah hal lain. Aku ingat betul, bagaimana aku dan adik lelakiku—adikku itu masih bodoh benar waktu itu—terpesona, ternganga-nganga sampai mau kencing menjadi lupa, mendengar Paman dengan sangat fasih bercakap dalam bahasa Inggris: swang-sweng, sien-sion, ngoas-ngoes, wezwen-wezwin, grrh- grrh, mendesis-desis.

belum masuk ke maksud cerita, cara Paman berkata-kata di dalam bahasa yang asing itu adalah aksi tersendiri yang amat menakjubkan bagi kami. Kularang Paman yang mau menerjemahkan kisahnya ke dalam bahasa yang kupahami—bahasa melayu—karena aku belum puas melihatnya bercakap-cakap dengan cara yang aneh itu. Sebaliknya Paman senang tak kepalang karena mendapatkan seorang pengagum yaitu keponakannya yang berumur 4 tahun. Dua orang pengagum sebenarnya, yaitu adikku yang berumur 3 tahun. Tapi, ia masih bodoh benar waktu itu, jadi ia tidak perlu dihitung.

Paman berjalan hilir mudik mengelilingiku dan adikku yang terpana melihatnya memegang buku dan membacanya dengan keras dalam bahasa was-wes yang sehuruf pun tak kami pahami. Sesekali Paman melihat kami dan tersenyum riang. Betapa aku kau kagum dengan kecerdasan pamanku. Melihat gaya Paman, aku ingin cepat pandai membaca dan aku ingin berbahasa aneh seperti itu. Dalam hatiku waktu itu, pamanku adalah orang paling pintar di dunia ini. Ia menguasai empat belas bahasa asing dan ia lebih pintar dari presiden di Jakarta.

Selelah puas mendengar bunyi ajaib dari mulut Paman, barulah ia kubolehkan menerjemahkan ceritanya. Kekagumanku padanya kian berlipat-lipat sebab ia membaca dalam bahasa Inggris kalimat demi kalimat, lalu kalimat demi kalimat itu ia terjemahkan ke dalam bahasa Melayu.

Aku senang bukan buatan mendengar kisah itu. Dan, Paman senang melihat mataku berbinar-binar. Kisah itu sangat bagus, yaitu tentang seorang lelaki yang dikejar-kejar oleh kawanan tikus.

“Lihat ini, Boi! Ada gambarnya!”

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.