Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

ia bertanding melawan Syamsuri Abidin dulu. Beberapa hari setelah kejadian ia diburu itu, Maryamah melihat orang-orang yang memburunya sedang minum kopi di Warung Kopi Bunga Serodja bersama seorang pria yang menyuruh mereka. Pria itu adalah Overste Djemalam.

Djemalam adalah mantan pejabat tinggi maskapai timah bagian ukur. Dulu Belanda memberinya pangkat Overste. Jadilah ia Overste Djemalam. Ia menguasai lahan tambang yang luas dan menyewa orang untuk menjaga lahannya. Ia telah menjadi semacam tuan tanah sekaligus rentenir. Ia menyewakan lahan dengan harga tinggi kepada para pendulang miskin.

Paman rupanya telah tahu sepak terjang Overste, karena itu ia mendukung rencana
Maryamah melibas Overste.

Overste senang. Dari lawan-lawan yang ia hadapi, Maryamah adalah yang terlemah. Ia merasa jalannya akan makin mulus menuju final.

“Kali ini Maryamah akan khatam, keberuntungannya habis, tamat kalimat!” ejeknya.

Persiapan melawan Overste menjadi sangat emosional bagi Maryamah karena persoalan pribadi terlibat di dalamnya. Ia lebih tekun dari biasanya. Detektif M. Nur dan Preman Cebol tak kesulitan mendapatkan diagram permainan Overste sebab lelaki itu amat gemar pamer kebolehan di warung-warung kopi. Detektif dan Preman bekerja sangat telaten karena mereka ingin melihat Maryamah membekuk Overste Djemalam yang kurang ajar itu. Pertandingan itu dianggap kubu kami sebagai sesuatu yang pribadi.

Overste Djemalam telah membuat kami marah. Sekuat apa pun ia, ia harus diberi pelajaran. Kalaupun Maryamah harus kalah, ia akan kalah setelah bertempur habis -habisan. Kami melihat keputusan Maryamah untuk menghadang Overste adalah sebuah keputusan yang benar. Ini tak lagi soal catur, tapi martabat.

Diagram-diagram Overste kukirimkan pada Nochka. Berkatalah Grand Master,

“Pecatur ini sudah berpengalaman. Langkah-langkah menterinya sangat berbahaya.”

Menurut Detektif M. Nur, selain sebagai tuan tanah, Overste juga fungsionaris sebuah partai, maka ia berkarakter politisi: oportunistis, terobsesi pada kekuasaan, provokatif, intimidatif, kompromistis, dan cepat menaksir situasi untuk menimbang aliansi.

Pendapat Nochka:

“Ia membangun sistem serangan yang bagus, dan pandai mengintai kelemahan lawan
untuk menyerang.”

Dalam bahasa Detektif M. Nur: oportunistis.

“Serangannya adalah kombinasi perwira-perwira utamanya.”

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.