Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

kemudian menyebabkan ia lari ke kampung kami. Selamot menunduk dan tak bisa membedung air matanya. Itulah untuk kali pertama kulihat Selamot menangis. Tampak jelas ia masih sangat menyayangi Tarub meski telah diperlakukan dengan sangat buruk oleh lelaki itu.

“Janganlah risau, Kawan,” bujuk Maryamah. “Tadi Tarub kalah dengan terhormat.”
Selamot berusaha tersenyum. Ia mengatakan bahwa ia selalu menerima keadaan dirinya apa adanya, namun sekarang ia menyesali tak bisa membaca. Jika dilihat dari nomor peserta yang masih belasan, Tarub termasuk pendaftar awal. Maka, sebenarnya namanya telah berbulan-bulan tertera di papan tulis pendaftaran di warung kopi. Hal itu tak sedikit pun disadari Selamot karena ia tak pandai membaca. Ia bahkan pernah berdiri tak lebih dari dua langkah dekat papan nama itu ketika kami mendaftakan Maryamah dulu.

“Kalau aku tahu,” katanya sambil tersenyum getir.

“Setidaknya kau akan berbaju lebih baik.”

Giok Nio menarik napas panjang mendengarnya.

“Tapi biarlah, paling tidak aku telah melihatnya.”

Sore itu Selamot memutuskan pulang ke Bitun yang telah berpuluh tahun ia tinggalkan. Ia sering mengatakan bahwa ia selalu berdoa agar dapat melihat suaminya, meski hanya sekali, sebelum ia mati. Doanya terkabul dan ia berdamai dengan masa lalu.

Selamot berjanji akan kembali untuk menyaksikan pertandingan Maryamah berikutnya.

“Aku ini manajermu, Kak, takkan kutinggalkan kau, apa pun yang terjadi!”

Kami tak dapat menahan perasaan sedih melihat perempuan lugu setengah baya itu beringsut-ingsut di atas sadel sepeda, terseok-seok pulang ke kampungnya. Giok Nio berulang
kali mengusap air matanya.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.