Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

“Aih, tak kedengaran di sini, Pak Cik, keraslah sedikit!” itu adalah suara Midah. Paman mencoba meninggikan suaranya.

“Kurang pol, Pak Cik, masih tak kedengaran.” Itu suara Rustam.

Paman menaikkan lagi suaranya dan tampak menahan sakit. Tapi seseorang masih mengeluh:

“Macam mana kita mau sembahyang ini, kalau bunyi Pak Cik macam kumbang saja begitu.” Itu suara Hasanah. Diprovokasi begitu, jemaah lain ikut-ikutan. Paman tersinggung karena disuruh-suruh. Lalu ia marah, Digenggamnya selangkangnya kuat-kuat dan berteriak-
teriaklah dia. Jemaah senang. Demikian rakaat demi rakaat, Paman yang tak sudi dikomplain berteriak sejadi-jadinya. Keringat bertimbulan di dahinya, wajahnya meringis-ringis. Hal itu berlangsung selama 21 rakaat.

Tanpa ambil tempo, pada kesempatan pertama esoknya, kutemui Yamuna dan kukisahkan kejadian di masjid semalam.
“Telah kubalaskan sakit hatimu, Yamuna. Jangan lagi kaurisaukan orang itu. Hidup harus berlanjut. Lupakan kesedihan.”

Ia terharu karena merasa telah mendapat keadilan. Kami kembali bahagia. Kulirik kiri- kanan, tak ada siapa-siapa, kupeluk dia. Lalu aku pamit. Di ambang pintu aku berbalik. Yamuna tersenyum, dan memberiku sebuah kiss bye.

Aku dan detektif M. Nur ke rumah Ustaz Topik dan menurunkan sepedanya dari pohon gayam. Ustaz Topik jauh lebih muda dari kami, tapi wawasannya sangat luas. Di pondok pesantren di Jawa Timur itu, ia telah diajar oleh ulama-ulama hebat lulusan dari Universitas Al-Azhar. Kami menunduk takzim waktu menerima nasihat darinya, bahwasannya menyangkutkan sepeda orang di atas pohon tanpa memberi tahu pemiliknya adalah sebuah
perbuatan berdosa.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.