Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Aku minta bantuan Midah, Hasanah, Rustam, juga Detektif M. Nur semuanya gembira. Lalu, kuhubungi Mustahaq Davidson. Tentu saja ia tak setuju pada rencana yang sakit saraf itu. Tapi, kuancam dia. Kubilang akan kuadukan pada istrinya kelakuannya menggoda-goda biduanita organ tunggal tempo hari. Istrinya itu kalau marah rambutnya pandai ber diri. Mustahaq pucat pasi dan mengangguk-angguk dengan kecepatan mengagumkan. Ia menyerah tanpa syarat. Ia takluk bulat-bulat.

Operasi 2 agak rumit. Usai berbuka puasa, aku dan Detektif M. Nur ngebut naik sepeda menuju rumah Topik Makarun, seorang ustaz muda yang baru lulus dari sebuah pondok pesantren di Jawa. Ia selalu memimpin tarawih 11 rakaat.

Di pekarangan rumahnya, kami mengendap-endap mendekati sepedanya, lalu kami sangkutkan sepeda itu di dahan pohon gayam yang tinggi, lalu kami cepat-cepat kembali ke masjid.

Menjelang tarawih, ketua dewan kemakmuran masjid gelisah karena Ustaz Topik Makarun tak tampak batang hidungnya. Operasi dimulai. Rustam menyarankan pada ketua dewan agar Ustaz tua Taikong Razak menggantikan Ustaz Topik.

Paman meraih mik. Di ruang operator, Mustahaq ambil bagian.

“Tes, brpp, nguing, nguikk, brrp ….”

Paman mengetuk-ngetuk mik.

“Tes, tes, 1, 2, 1, 2, halo, halo, nguik, nguikk, nguiiiiing ….”

Paman mencoba berulang kali. Mik hidup, mati, nguing nguing lagi, lalu mati lagi. Barangkali karena didorong oleh ketakutannya yang sangat pada istrinya, Mustahaq membuat gangguan teknis itu menjadi dramatis. Nguing menjadi sangat mengganggu. Jemaah resah. Paman terus mencoba. Ia sadar, tanpa mik, ia akan berada dalam kesulitan besar sebab jika berteriak, selangkangnya sakit. Mik itu sangat penting baginya. Tapi mik itu akhirnya mati.

Mustahaq keluar dari ruang operator dan menatapku dengan putus asa. Satu tatapan yang berbunyi: lihatlah Ikal, aku telah melakukan semua kemauan sakit jiwamu. Maka tolonglah, jangan kau berpanjang mulut pada istriku soal biduanita organ tunggal itu. Aku membalas tatapannya, dengan bunyi: tak ada jaminan sama sekali, Haq!

Jemaah sudah tak sabar ingin tarawih. Mik telah almarhum. Tak ada pilihan lain, dengan sungkan Paman meletakkan mik. Wajahnya pias. Horor untuknya dimulai.

Paman berdoa dengan menekan suaranya serendah mungkin. Seorang jemaah di saf perempuan, dari balik tabir, berteriak,

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.