Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 33

Demi Yamuna

SALAH satu kesulitan menjadi orang Islam, maksudnya, menjadi orang Islam dengan kadar imam yang tak dapat disebut membanggakan—sepertiku dan Detektif M. Nur—adalah ketika tarawih. Setelah berbuka puasa, kami repot bertanya sana sini, surau mana yang tarawihnya sesingkat mungkin. Dan selalu terdapat gejala umum, yaitu jika imamnya tua, pasti tarawihnya lama: 21 rakaat. Habis tarawih rasanya macam baru selesai senam kesegaran jasmani.

Jika imamnya ulama muda, selalu hanya 11 rakaat. Itulah jumlah rakaat favorit kami. Itulah bukti, betapa Allah Maha Pemurah. Setelah tarawih, dengan sentosa kami masih sempat melewatkan malam berkeliling-keliling kampung. Itulah bukti, betapa Allah penuh pengertian. Oh, indahnya bulang Ramadhan.

Malam itu kami menemukan tarawih 11 rakaat di sebuah surau nun di ujung kampung. Surau itu tak punya listrik. Tapi sial, sang ulama muda berhalangan sehingga diganti seorang imam tua. Maka angka 11 berubah menjadi 21. Jengkel benar aku. Apalagi, karena tak ada listrik, Badalnya—orang yang mengalunkan doa di antara rakaat tarawih— harus berteriak-teriak. Bising telingaku. Namun, tak dinyana, usai tarawih, seluruh kekesalanku terobati. Hatiku mendadak berbunga-bunga sebab tiba-tiba aku seperti mendapat ilham untuk membalas perbuatan Paman pada Yamuna dengan sebuah pembalasan yang memang telah kucari-cari, yang sistematis, penuh rencana yang menggetarkan, intelek, melibatkan Midah, Hasanah, dan Rustam, serta yang paling penting—karena kemauan
Yamuna—setimpal. Tarawih yang melelahkan itu telah memberiku inspirasi.

Paman juga adalah seorang badal yang amat dihormati di Masjid Al-Hikmah, masjid terbesar di kampung kami. Rencanaku begini: akan kuciptakan situasi agar Paman berteriak sekeras dan selama mungkin sehingga selangkangnya mau meletus.

Operasi 1, agar Paman berteriak: aku akan bersekongkol dengan Mustahaq Davidson yang mengurusi sound system masjid untuk menyabotase alatnya sendiri, seakan-akan terjadi gangguan teknis.
Operasi 2, agar Paman berteriak selama mungkin: akan kuusahakan agar imamnya tua sehingga tarawih menjadi 21 rakaat.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.