Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Aku terpana.

“Sistem pertahanan benteng bersusun itu pertama kali dikenalkan Karpov waktu bertarung melawan Calvo di Montila, 1976. Sebuah sistem yang tak mudah dipahami. Itulah sebabnya pertahanan Maryamah sangat susah ditembus.”

Tubuhku merinding. Jadi ini semacam bakat yang terlambat diketahui? Jadi turnamen catur di kampung itu semacam late debut bagi Maryamah?

“Ia adalah salah satu pecatur dengan bakat bertahan terbaik yang pernah saya lihat.”

Aku makin terheran-heran, dan aku penasaran untuk bertanya, bagaimana semua itu bisa terjadi? Telah kusiapkan diri untuk menerima jawaban yang canggih dari hasil analisis seorang grand master internasional.

“Saya tidak tahu”

Usai pembicaraan itu aku berpikir, barangkali penderitaan dan tanggung jawab besar yang merundung Maryamah sejak kecil, serta sebuah perkawinan yang menyiksa, telah membentuk dirinya menjadi seorang survivor yang tangguh dan defender yang natural. Semua itu kemudian terefleksi dalam permainan caturnya. Jika ia melindungi rajanya, sebagaimana ia melindungi dirinya, ibu dan adik-adiknya, ia takkan pernah bisa tersentuh.

Lawan Maryamah berikutnya adalah seorang lelaki tua Hokian bernama Go Kim Pho. Dia datang di warung kopi bersama anak, menantu, dan cucu-cucunya. Tampak ia telah pula mendengar berita demi berita yang menggemparkan tentang sepak terjang seorang perempuan Melayu bernama Maryamah sehingga kelihatan benar ia bangga mendapat kesempatan berhadapan dengan pecatur perempuan pendatang baru yang ramai dibicarakan orang itu.

Bapak tua berjalan terantuk-antuk dengan tongkatnya dipimpin oleh cucunya— seorang putri kecil yang lucu. Papan dibuka, juri bicara, Maryamah mendapat buah putih dan melangkah lebih dulu.

Beberapa langkah kemudian, siapapun dapat melihat bahwa Maryamah dapat segera mengambil keuntungan dari formasi Go Kim Pho yang agak kedodoran di sayap kiri. Bahkan, Maryamah bisa dengan cepat membungkam orang Hokian itu punya menteri. Namun, semua itu tak dilakukannya. Ia malah memberi kesempatan Go Kim Pho untuk menikmati permainan catur selama mungkin. Ia bukan sekadar ingin memperpanjang kebanggaan dalam diri lelaki tua itu, dan kebanggaan sanak famili yang menontonnya, namun di dalam langkah- langkah nan lambat itu, Maryamah menyempatkan diri untuk mengenang kebaikan lelaki di
depannya pada masa lalu, manakala ia terlunta-lunta mencari kerja di Tanjong Pandan. Go

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.