Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

Mozaik 32

Janji yang Lama

AKU mulai memikirkan cara membalas kelakuan Paman pada Yamuna. Bisa saja kusabotase kursi malasnya dengan melonggarkan mur kayunya. Ketika duduk, ia bisa terjengkang dan majelis pengunjung warung kopi menertawakannya. Tapi jangan, itu agak berbahaya. Jika tulang ekornya kena, urusan bisa lain. Atau kusabotase rem sepedanya sehingga ketika turun dari tanjakan Selumar, ia tertungging-tungging dan masuk ke dalam parit. Ah, jangan, itu terlalu brutal. Atau, kutambahi sesuatu pada minumannya, obat cuci perut misalnya, biar ia menderita sepanjang hari dan makin kurus. Ah, jangan, itu tidak intelek. Atau kurusakkan kasetnya sehingga ia tak bisa lagi mendengar lagu Badai Bulan Desember kesayangannya. Sebenarnya kau suka ide yang terakhir itu, tapi waktu kubicarakan dengan Yamuna, ia tak setuju. Dengan ketus, ia mengatakan bahwa balasan itu tak setimpal. Aku minta maaf padanya.

Maka pusing juga aku dibuatnya. Idealnya, pembalasan itu harus sistematis, penuh rencana yang menggetarkan, intelek, melibatkan orang-orang yang memang sering jengkel dengan Paman, yaitu Midah, Hasanah, dan Rustam, dan yang paling penting: setimpal.

Tapi untuk sementara ini pikiranku teralihkan untuk sebuah kabar yang sangat menggembirakan. Melalui koran, kami tahu bahwa dari 24 partai tanding, Grand Master Ninochka Stronovsky telah unggul 14 partai atas Frederika Vilsmaier. Jika dalam pertandingan berikutnya ia mampu memakzulkan Nikky Wohmann, maka mimpinya untuk masuk jajaran 20 pecatur perempuan terbaik dunia akan menjadi kenyataan.

Kuucapkan selamat pada Nochka dan dalam obrolan itu untuk pertama kalinya ia mengatakan bahwa Maryamah berbakat.

“Tidakkah kau lihat betapa kuat pertahanannya?”

Aku teringat bagaimana Maulidi Djelimat menyerang bertubi-tubi tapi terpental-pental.

“Maryamah punya persepsi alamiah tentang kekuatan sepasang benteng. Hal itu, mungkin secara tak sengaja, telah membuatnya mengembangkan sistem perlindungan raja
yang agak mirip dengan mekanisme ciptaan Grand Master Anatoly Karpov.”

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.