Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

S e r s a n K e p a l a
Z a i n u d d i n

Kawan, lupakan sebentar film itu, mari kembali ke peristiwa minggu lalu, waktu seorang pecatur amatir bernama Muntaha seharusnya bertarung melawan Maryamah, tapi secara mendadak ia disuruh juragannya ke Pangkal Pinang. Ia digantikan oleh Maulidi Djelimat. Tanpa bantuan Kapten Chip, sangat mungkin Maryamah digulung Maulidi waktu itu.

Sampai di Pangkal Pinang, jengkel benar Muntaha. Ternyata kantor yang ditujunya tak mengharapkannya. Padahal ombak besar dan ia sampai mabuk berlayar. Mengapa juragannya memberi perintah yang membingungkan begitu?

Kami sendiri jengkel pada kawan-kawan kami yang raib ketika sepeda motornya kami perlukan untuk ke Tanjong Pandan, waktu Maryamah harus menghadapi Maulidi Djelimat itu. Untuk ada Kapten Chip.

Semula kami dan Muntaha tak sadar bahwa sebuah persekongkolan besar dengan tujuan menjegal Maryamah tengah berlangsung. Namun semuanya menjadi kentara setelah kejadian yang dialami Safaruddin.

Sore itu usai bekerja, Safaruddin melihat ban sepedanya kempes, padahal ia harus segera berangkat karena mau bertanding melawan Aziz. Ia menuntun sepedanya ke bengkel tambal ban terdekat. Aneh, bengkel itu tutup. Sangat tidak biasa bengkel itu tutup.

Safaruddin panik. Agar cepat, ia menuntun sepedanya melewati jalan setapak. Makin aneh, di tengah jalan, sebatang pohon meranti yang tampaknya belum tua telah tumbang dan menghalangi jalan. Akhirnya, ia tiba di warung kopi dengan keringat bercucuran dan ia dinyatakan kalah karena terlambat. Seperti kami dan Muntaha, Safaruddin telah menjadi korban konspirasi.

Yang kami tahu selanjutnya adalah Jumadi, Aziz, kawan-kawan kami pemilik sepeda motor, dan tukang tambal ban itu bersukacita di warung. Mitoha menjamu mereka bergelas – gelas kopi dan bertumpuk-tumpuk rokok. Di antara mereka kulihat Paman. Ia tertawa terkekeh-kekeh.

Tak dapat dipungkiri, itulah akibat gelas kopi keempat Mitoha dan Jumadi tempo hari. Merekalah aktor intelektual persekongkolan itu. Paman mendekatiku dengan langkah tenang. Sambil tersenyum, ia mengeluarkan sebuah kartu dari saku celananya: kartu anggota klub catur Di Timoer Matahari.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.