Baca Novel Online

Cinta Di Dalam Gelas

kelakuan dua makhluk yang tersohor reputasi percolongannya di kampung kami: Mursyiddin dan Maskur.

Mulanya, kedua orang itu tampak santai saja, namun pada pesanan kopi keempat, mereka mulai merapat dan berbisik-bisik. Esoknya kudengar perahu La‟ahai disatroni maling. Dua jeriken minyak tanah raib. Esoknya lagi, kudengar Sersan Kepala menciduk Mursyiddin
dan Maskur ketika sedang menjual minyak tanah di Manggar.

Tapi agaknya hal ini perlu diselidiki lebih mendalam, karena mungkin hanya berlaku bagi orang Melayu. Sebab, jika orang Tionghoa minum lebih dari tiga gelas, ia ingin membuka warung kopi. Jika orang bersarung minum kopi lebih dari tiga gelas, mereka haus. Tidak mengherankan karena mereka memang tidak pernah sekolah. Adapun jika orang Sawang minum kopi lebih dari tiga gelas, siapkan buku utang.

Penelitian kulanjutkan dengan sasaran Jumadi. Kutengok Buku Besar Peminum Kopi. Ia berada di kolom player.

Nam a : Jum adi
Um ur : 46 tahun
Status : kawin, 1 istri, 6 anak Pendidikan : kelas 4 SD, tidak tam at Mem baca Alquran : teram pil, tapi jarang
Salat : setiap Jum at saja, kalau Lebaran, da n kalau teringat
Mem baca huruf Latin : tidak lancar
Jabatan terakhir
di m askapai tim ah : juru bagi beras
Jabatan sekarang : partikelir alias serabutan alias pengangguran terselubung
Kopi : pahit
Kata m utiara : tidak m engerti m aksud kata m utiara

Jika Jumadi datang ke warung kopi, mereka yang menggemari politik langsung merubungnya. Ia terkengkeng-kengkeng, berkoar-koar sambil menghirup kopi dan mengembuskan asap rokok. Gelas pertama, habis presiden dijelek-jelekkannya. Tidak becuslah, tidak adillah. Gelas kedua, wakil presiden kena. Gelas ketiga, seluruh menteri kabinet lunas didampratnya. Tak ada menteri beres di matanya. Gelas keempat, dia mulai berbisik-bisik. Nyata sekali, bukan? Gelas pertama sampai ketiga adalah gelas politik. Gelas keempat: gelas sekongkol.

Mitoha, yang juga telah memasuki tahap gelas keempat, merapatkan diri pada Jumadi. Ialah yang pertama melemparkan umpan konspirasi itu. Mereka ingin menjegal Maryamah
secara licik.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: August 26, 2013 13:51

    nurafiah

    Novel yg sarat pngalaman n plajaran berharga..tp kpn bercerita ttg kerjaan ikal sekarang n kisah khidupan pribadix...
  • Posted: December 11, 2013 05:21

    ademilce antibe

    bagaimana sikap pengarang dari pendekatan feminisme tentang novel ini?
  • Posted: December 14, 2016 00:01

    Sapaya

    saya belum baca :)
  • Posted: February 8, 2018 05:13

    alpina panjaitan

    trima kasih atas inspirasinya,, bagi mereka yang terbiasa hidup penuh perjuangan akan membakar api semangat untuk berjuang ,,,dan tak ada yang mustahil jika kita mau bersungguh sungguh untuk mencapai nya, dengan tekat yang kuat... yes. semangat.
  • Posted: July 31, 2018 03:48

    Mufasa Al Ayyubi

    Ngga rela pas bacanya tamat... Rasanya ingin terjebak dalam dunia padang bulan selamanya..!!! T_T

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.