Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Dia telah menyiapkan jawaban atas pertanyaan tersebut.

“Tapi kau yang mengatakannya, Hermione! Kau harus menemukannya sendiri! Ini adalah sebuah pencarian!”

“Tapi aku hanya mengatakan untuk mencoba serta membujukmu untuk datang ke rumah Lovegood!” teriak Hermione jengkel. “Aku tidak benar-benar mempercayainya!”

Harry tak memperhatikannya.

“Dumbledore biasanya membiarkanku mencari sesuatu sendiri. Dia membiarkanku mencoba kekuatanku, mengambil resiko. Rasanya ini seperti sesuatu yang akan dilakukannya.”

“Harry, ini bukan permainan, ini bukan latihan! Ini kenyataan, dan Dumbledore meninggalkanmu perintah yang sangat jelas: cari dan hancurkan Horcrux! Simbol itu tak berarti apapun, lupakan Deathly Hallows, kita takkan sempat melakukan pencarian lain…”

Harry tidak terlalu mendengarkannya. Dia melihat Snitch di tangannya lagi dan lagi, setengah berharap agar snitch itu terbelah, dan mengungkap Batu Kebangkitan, untuk membuktikan kepada Hermione kalau semua itu benar, bahwa Deathly Hallows itu suatu kenyataan.

Hermione mencari dukungan Ron.

“Kau tak mempercayai semua ini kan Ron?”

Harry memandangnya, Ron meragu.

“Aku tak tahu…maksudku…beberapa diantaranya sangat cocok,” ucap Ron ragu. “Tapi saat kau melihat secara keseluruhan…” dia bernafas panjang. “Kukira kita harus menyingkirkan Horcrux, Harry. Dumbledore menginginkan kita melakukannya. Mungkin…mungkin kita harus melupakan tentang Hallow ini.”

“Terimakasih, Ron” ucap Hermione. “Aku akan jaga pertama.”

Hermione melangkah melewati Harry dan duduk di pintu masuk tenda dengan membuang raut marahnya.

Tapi Harry sangat sulit tidur malam itu. Bayangan bilakah Deathly Hallows menjadi miliknya, dan dia tak dapat beristirahat saat pikirannya berkecamuk dalam kepalanya: Tongkat, Batu dan Jubah, bilakah dia dapat memiliki ketiganya…

Aku terbuka saat tertutup… tapi apanya yang tertutup? Kenapa dia tak bisa memiliki batu itu sekarang? Bila saja dia memiliki batu itu, dia bisa menanyakannya pada Dumbledore secara langsung…dan Harry membisikkan katakata kepada Snitch itu dalam kegelapan, mencoba apapun, bahkan Parseltongue, tapi Bola emas itu tidak mau terbuka juga…

Dan tongkat itu, Tongkat Elder, dimanakah dia bersembunyi? Dimanakah Voldemort mencarinya saat ini? Harry sangat menginginkan lukanya terbakar dan memperlihatkan pikiran Voldemort, karena untuk pertama kalinya, dia dan Voldemort menginginkan sesuatu yang benar-benar sama…Hermione tak akan suka ide ini, tentunya… bagaimanapun, dia tak mempercayainya…Xenophilius benar, kata-katanya tentang Hermione… Terbatas, Sempit, Pikiran yang Tertutup. Sebenarnya Hermione takut dengan kebenaran Deathly Hallows, terutama Batu Kebangkitan…dan Harry menekan mulutnya ke snitch di tangannya lagi, menciumnya, hampir mengulumnya, tapi snitch itu tak bergeming…

Sudah hampir fajar saat dia mengingat Luna, menyendiri di sebuah sel di Azkaban, dikelilingi Dementor, dan tiba-tiba dia malu pada dirinya sendiri. Dia telah melupakan Luna dalam keseriusannya merenungi Hallows. Jika saja dia bisa menyelamatkannya, tapi jumlah Dementor sebegitu banyak mungkin akan benar-benar sulit dilawan. Kemudian dia juga berpikir tentang tongkat barunya, dia belum pernah mengeluarkan Patronus menggunakan blackthorn… dia harus mencobanya besok pagi…

Bila saja dia bisa memiliki Tongkat sihir yang lebih baik…

Dan keinginannya akan Tongkat Elder, Tongkat Maut, tak terkalahkan, tak terpatahkan, menelannya sekali lagi…

Mereka membereskan tendanya pagi berikutnya dan berpindah menerobos derasnya hujan. Hujan lebat mengejar mereka hingga ke pantai, dimana mereka mendirikan tenda malam itu, dan menetap hingga seminggu penuh, bersama pemandangan membosankan yang membuat Harry merasa suram dan stres. Dia hanya dapat memikirkan tentang Deathly Hallows. Api telah dinyalakan dalam dirinya dan tak satupun, tidak ketakpercayaan Hermione yang teguh maupun keraguan Ron yang gigih, dapat memadamkannya. Dan nafsu untuk memiliki Hallows telah menyala dalam dirinya, membuatnya menjadi kurang menyenangkan. Dia menyalahkan Hermione dan Ron: sikap mereka yang melalaikannya seburuk kehampaan hujan yang membasahi jiwanya, tapi tidak pernah dapat mengikis keyakinannya, yang tetap mutlak. Keyakinan Harry dan keinginannya akan Hallow telah sangat banyak menguras dirinya sehingga dia merasa terisolasi dari dua temannya dan obsesi mereka akan Horcrux.

“Terobsesi?” tanya Hermione dengan suara yang rendah dan marah, saat Harry dengan cukup ceroboh menggunakan kata itu suatu petang, setelah Hermione mengingatkannya akan kekurang tertarikannya lagi untuk mencari Horcrux selanjutnya, “Kami tidak terobsesi, Harry! Kami adalah orang yang ingin mencoba melakukan apa yang Dumbledore ingin kita lakukan!”

Tetapi dia tidak merespon kritik tersembunyi itu. Dumbledore telah meninggalkan tanda dari Hallows untuk Hermione pecahkan, dan dia pun sama, Harry tetap meyakininya, menyimpan Batu Kebangkitan tersembunyi dalam Snitch emas. Tidak dapat hidup saat yang lainnya selamat…penguasa kematian…kenapa Ron dan Hermione tak mengerti?

“Musuh terakhir yang harus dikalahkan adalah Kematian,” Harry mengutip dengan tenang.

“Kukira Kau-Tahu-Siapa yang seharusnya kita lawan,” jawab Hermione, dan Harry menyerah atas nya.

Misteri Patronus kijang betina, yang sedang sengit didiskusikan oleh dua temannya, terlihat kurang penting bagi Harry saat ini, menjadi kurang menarik. Hal lain yang bermasalah baginya adalah lukanya yang mulai menusuk-nusuk lagi, walaupun dia telah berusaha menyembunyikan kenyataan ini dari kedua temannya. Dia selalu menyendiri kapanpun itu terjadi, tetapi kecewa dengan apa yang dilihatnya. Penglihatannya dan Voldemort yang dulu berbagi telah berubah kualitas; menjadi kabur, dan tak jelas walau dia menajamkan fokusnya. Harry hanya dapat melihat gambaran yang kabur dari sebuah benda yang mirip tengkorak, dan sesuatu yang mirip sebuah gunung yang lebih banyak bayangannya daripada bendanya. Dulunya sangat jelas tergambar, seperti nyata, Harry kebingungan dengan perubahan ini. Dia khawatir hubungan antara dirinya dan Voldemort telah rusak, hubungan yang mereka berdua takutkan dan, apapun yang telah dia katakan pada Hermione, syukuri. Bagaimanapun juga Harry terhubung secara kurang memuaskan, gambar yang samar-samar karena kehancuran tongkatnya, seakan-akan ini adalah kesalahan dari tongkat blackthorn sehingga dia tak dapat lagi melihat pikiran Voldemort sebaik sebelumnya.

Bersamaan dengan berlalunya hari, Harry tak dapat berbuat apa-apa tapi menyadari, meskipun dirinya yang baru selalu asyik sendiri, bahwa Ron tampaknya mencoba mengambil tanggung jawab. Mungkin karena dia bertekad mendamaikan dan menghentikan permusuhan diantara mereka, mungkin juga karena antusiasme dan kualitas kepemimpinan Harry telah menurun, dan saat ini Ronlah yang sering menyemangati dan memotivasi kedua temannya untuk beraksi.

”Tinggal tiga Horcrux,” dia selalu mengatakannya, “kita perlu rancana sebelum bertindak, ayolah! Dimanakah kita belum mencari? Ayo kita menelusurinya lagi. Panti asuhan…”

Diagon Alley, Hogwarts, Rumah Riddle, Borgin dan Burkes, Albania, setiap tempat yang mereka tahu Tom Riddle pernah tinggal atau bekerja, berkunjung atau membunuh, Ron dan Hermione berkumpul lagi, Harry bergabung hanya agar Hermione berhenti membuatnya kesal. Dia lebih senang duduk sendiri dalam sepi, mencoba membaca pikiran Voldemort, untuk mengetahui lebih banyak tentang Tongkat Elder, tapi Ron memaksakan untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang tidak mungkin, hanya -Harry menyadari- agar mereka tetap berjalan.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.