Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Hermione membuka mulutnya untuk menjawab, lalu menutupnya lagi, terlihat lebih bingung dari biasanya. Hermione, Harry, dan Ron menatap satu sama lain, dan Harry tahu bahwa mereka semua memikirkan hal yang sama. Itu karena jubah yang seperti dideskripsikan Xenophilius ada di ruangan itu bersama mereka saat itu juga.

“Tepat sekali,” kata Xenophilius, seakan-akan ia sudah mengalahkan mereka dengan argumen yang beralasan. “Tak ada satupun dari kalian yang pernah melihat benda seperti itu. Pemiliknya mungkin sangat kaya, bukan?”

Ia memandang keluar jendela lagi. Sekarang langit mulai berwarna kemerahan.

“Baiklah,” kata Hermione, bingung. “Anggaplah Jubah itu ada… Bagaimana tentang batu itu, Mr. Lovegood? Benda yang Anda anggap Batu Kebangkitan?”

“Apa tentang itu?”

“Baiklah, bagaimana hal itu benar-benar ada?”

“Buktikan bahwa itu tak ada,” kata Xenophilius.

Hermione kelihatan kecewa.

“Tetapi itu – maaf, tetapi itu benar-benar konyol! Bagaimana mungkin aku dapat membuktikan bahwa benda itu tidak ada? Apakah Anda mengira aku dapat mengambil semua – semua kerikil di dunia ini dan mengeceknya satu per satu? Maksudku, Anda dapat menganggap bahwa semuanya ada bila landasan Anda mempercayainya adalah bahwa tidak ada seorangpun yang dapat membuktikan bahwa itu tidak ada!”

“Ya, kau bisa,” kata Xenophilius. “Aku senang melihat bahwa kau sudah membuka pikiranmu sedikit.”

“Jadi Tongkat Elder itu,” kata Harry cepat, sebelum Hermione dapat menjawab Xenophilius lagi, “Anda berpikir itu juga ada?” “Oh, baiklah, dalam masalah ini ada banyak sekali bukti,” kata Xenophilius. “Tongkat Elder adalah Hallow yang paling mudah dilacak, karena benda itu sering berpindah dari tangan ke tangan.”

“Yaitu?” tanya Harry.

“Karena pemilik tongkat itu harus merebutnya dari pemiliknya yang sebelumnya, jika ia benar-benar ingin menjadi pemiliknya,” kata Xenophilius. “Aku yakin kalian sudah mendengar bagaimana tongkat itu datang kepada Egbert si Hebat, setelah ia membunuh Emeric si Jahat? Bagaimana Godelot meninggal di ruang bawah tanahnya sendiri, setelah anak laki-lakinya, Hereward, mengambil tongkat darinya? Bagaimana Loxias yang mengerikan, yang mengambil tongkat itu dari Baraabas Deverill, yang dibunuhnya? Perjalanan berdarah Tongkat Elder sudah terekam jelas dalam sejarah Persihiran.”

Harry memandang Hermione. Hermione sedang memberengut pada Xenophilius, tetapi ia tidak membantahnya.

“Lalu, kau pikir dimana Tongkat Elder tersebut berada sekarang?” tanya Ron.

“Aduh, siapa yang tahu?” kata Xenophilius, seraya memandang keluar jendela. “Siapa yang tahu dimana Tongkat Elder tersembunyi? Jejaknya menghilang bersama Arcus dan Livius. Siapa yang dapat mengatakan yang mana dari mereka yang benar-benar mengalahkan Loxias, dan yang mana yang mengambil tongkat itu? Dan siapa yang dapat mengatakan siapa yang mungkin mengalahkan mereka? Sejarah, sayangnya, tidak menceritakannya pada kita.”

Ada sedikit jeda. Akhirnya Hermione bertanya dengan kaku, “Mr. Lovegood, apakah keluarga Peverell mempunyai hubungan dengan Deathly Hallows?”

Xenophilius nampak terperanjat ketika sesuatu terlintas di benak Harry, tetapi ia tidak dapat mengingatnya. Peverell… ia pernah mendengar nama itu sebelumnya…

“Tetapi kau telah menyesatkanku, nona!” kata Xenophilius, sekarang duduk lebih tegak di kursinya dan melotot pada Hermione. “Kupikir kalian baru dalam Pencarian Hallows! Banyak dari kami, Para Pencari, percaya bahwa keluarga Peverell mempunyai segala – segala! – kaitan dengan Hallows itu!”

“Siapakah keluarga Peverell itu?” tanya Ron.

“Itu adalah nama pada makam dengan tanda di atasnya, di Godric’s Hollow,” kata Hermione, masih memandang Xenophilius. “Ignotus Peverell.”

“Tepat!” kata Xenophilius, jari telunjuknya terangkat. “Tanda Deathly Hallows diatas makam Ignotus adalah bukti konklusif!”

“Dari apa?” tanya Ron.

“Oh, bahwa tiga bersaudara dalam cerita itu sebenarnya adalah tiga bersaudara Peverell, Antioch, Cadmus, dan Ignotus! Bahwa mereka adalah pemilik Hallows yang asli!”

Setelah ia menatap ke jendela sekali lagi, ia bangkit berdiri, mengambil nampan, dan menuju ke tangga spiral.

“Kalian akan tinggal untuk makan malam?” ia bertanya, seraya menghilang ke bawah lagi. “Semua orang selalu meminta resep sup Plimpy Air Tawar kami.”

“Mungkin untuk ditunjukkan kepada Departemen Penanganan Keracunan di St. Mungo,” kata Ron.

Harry menunggu sampai mereka dapat mendengar Xenophilius bergerak di dapur bawah sebelum berbicara.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Harry ke Hermione.

“Oh, Harry,” kata Hermione lelah, “ini hanya sampah. Ini tidak mungkin merupakan arti tanda itu yang sebenarnya. Ini pasti hanya sebuah penafsiran yang aneh darinya terhadap masalah itu. Benar-benar membuang-buang waktu.”

“Kurasa ini adalah orang yang membawakan kita Snorkack Tanduk-Kisut,” kata Ron.

“Kau juga tidak mempercayainya?” tanya Harry pada Ron.

“Tidak, dongeng itu hanya salah satu cara kau menceritakan anak-anak pelajaran, kan? ‘Jangan mencari masalah, jangan berkelahi, jangan mengganggu apapun yang lebih baik ditinggalkan! Rendah hatilah, pikirkan urusanmu sendiri, dan kau akan baik-baik saja. Kalau dipikirkan,” Ron menambahkan, “mungkin dongeng itu yang menyebabkan takhyul bahwa pemilik Tongkat Elder akan tidak beruntung.”

“Apa yang sedang kalian bicarakan?”

“Salah satu dari takhyul-takhyul itu, kan? ‘Penyihir yang lahir pada bulan Mei akan menikahi Muggle.’ ‘Kutukan yang dilakukan di senja hari, akan menghilang pada tengah malam.’ ‘Tongkat dari kayu apel, tidak akan makmur.’ Kalian seharusnya sudah pernah mendengarnya. Ibuku mengetahui banyak takhyul seperti itu.”

“Harry dan aku dibesarkan oleh Muggle,” Hermione mengingatkan Ron. “Kami diajarkan takhyul yang berbeda.” Hermione menarik nafas dalam-dalam ketika bau yang cukup tajam tercium dari arah dapur. Hal yang bagus dari perdebatannya dengan Xenophilius adalah itu membuat Hermione lupa bahwa ia terganggu oleh Ron. “Kurasa kau benar,” katanya pada Ron. “Itu hanya dongeng kesusilaan, sangat jelas hadiah mana yang paling baik, yang mana yang akan kau pilih – ”

Mereka bertiga berbicara disaat yang sama: Hermione berkata, “Jubah,” Ron berkata, “tongkat,” dan Harry berkata, “batu.”

Mereka memandang satu sama lain, setengah terkejut, setengah geli.

“Kau mengatakan Jubah,” kata Ron ke Hermione, “tetapi kau tidak akan membutuhkannya bila kau memiliki tongkatnya. Sebuah tongkat yang tidak dapat terkalahkan, Hermione, ayolah!”

“Kita sudah memiliki sebuah Jubah Gaib,” kata Harry, “Dan Jubah itu sangat membantu kita, kalau kau tak menyadarinya!” kata Hermione. “Di lain pihak, tongkat itu hanya akan mendatangkan masalah–”

“Hanya jika kau berteriak pada semua orang tentang hal itu,” bantah Ron. “Hanya jika kau cukup bodoh untuk menari sambil melambaikan tongkat itu di atas kepalamu, dan bernyanyi, ‘Aku memiliki sebuah tongkat yang tak terkalahkan, datanglah dan coba dapatkan jika kau berpikir kau cukup kuat.’ Selama kau dapat menutup mulutmu–”

“- Ya, tetapi apakah kau bisa tetap menutup mulutmu?” kata Hermione. “Kau tahu bahwa satu-satunya hal yang benar yang ia katakan pada kita hanyalah bahwa ada cerita mengenai tongkat yang sangat kuat selama beratus-ratus tahun.”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.