Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Albus

Mungkin pemujanya akan heran dan terkejut, surat ini digunakan untuk menyusun Undang-undang Kerahasiaan dan menghasilkan Penguasaan Penyihir terhadap Muggle. Pukulan bagi mereka yang selalu menggambarkan Dumbledore sebagai pembela kelahiran-Muggle sejati! Betapa tak berdayanya pidato mengenai pembelaan hak-hak Muggle tersebut ketika bukti baru yang memberatkan ini mulai terbuka! Betapa tercela tampaknya Albus Dumbledore, sibuk merencanakan kebangkitan kekuatannya ketika ia seharusnya berduka cita atas kematian ibunya dan merawat adiknya!

Tak diragukan lagi mereka yang memutuskan untuk tetap membela Dumbledore diatas tumpuannya yang hancur akan mengakui bahwa dia tidak, bagaimanapun juga, merealisasikan rencananya, bahwa dia pasti mengalami perubahan perasaan, dan kembali ke akal sehatnya. Bagaimanapun, kebenaran bisa lebih mengejutkan.

Baru saja dua bulan jalinan persahabatan mereka yang luar biasa, Dumbledore dan Grindelwald terpisah, tak pernah bertemu lagi hingga pertarungan mereka yang legendaris (selanjutnya, baca bab 22). Apa yang menyebabkan pertarungan ini pecah? Apakah Dumbledore menjadi sadar? Apakah ia mengatakan pada Grindelwald bahwa ia tidak lagi mengambil bagian dalam rencananya? Sayang sekali tidak.

“Kematian Ariana kecil yang malang, kurasa, yang menyebabkannya,” kata Bathilda. “Hal itu merupakan goncangan berat. Gellert ada disana ketika itu terjadi, dan dia kembali kerumahku dengan menggigil, mengatakan padaku kalau dia ingin pulang keesokan harinya. Benar-benar keadaan yang sulit, kau tahu, jadi aku mengatur portkey dan itulah terakhir kali aku melihatnya.”

“Albus ada disampingnya saat kematian Ariana. Benar-benar menyedihkan untuk kedua bersaudara itu. Mereka telah kehilangan semuanya, tinggal diri mereka sendiri. Tak heran suhu menjadi naik. Aberforth menyalahkan Albus, kau tahu, sebagaimana orang yang berada dalam kondisi memprihatinkan seperti ini. Tapi Aberforth memang selalu berbicara sedikit kacau, anak yang malang. Sama saja, mematahkan hidung Albus saat pemakaman bukanlah tindakan memperbaiki tabiatnya. Akan menghancurkan hati Kendra jika melihat putra-putranya berkelahi seperti itu, disisi mayat anak permpuannya. Sayang sekali Gellert tidak dapat menghadiri pemakaman. Ia akan membuat Albus merasa nyaman, paling tidak….

Percekcokan disamping-mayat yang memprihatinkan ini, hanya diketahui sedikit orang yan g menghadiri pemakaman Ariana Dumbledore, menyisakan beberapa pertanyaan. Mengapa Aberforth Dumbledore menyalahkan Albus Dumbledore atas kematian Ariana? Apakah ini sebagaimana yang dianggap “Bally”, adalah ungkapan duka cita yang emosional belaka? Ataukah ada alasan yang sebenarnya atas kemarahannya? Grindelwald, dikeluarkan dari Durmstrang karena serangan yang hampir-fatal kepada teman-teman sekolahnya, meninggalkan negara ini hanya beberapa jam setelah kematian gadis itu, dan Albus (karena malu atau takut?) tidak pernah melihatnya lagi, tidak hingga dipaksa untuk melakukannya karena kepentingan dunia sihir.

Tak satupun dari Dumledore atau Grindelwald yang tampaknya pernah mengungkitungkit hubungan persahabatan masa muda itu.selanjutnya. Bagaimanapun, tak diragukan lagi Dumbledore telah menunda, lima tahun akan kekacauan, kematian dan kehilangan ataukah kekuatiran akan terbongkar fakta bahwa ia pernah menjadi sahabatnya-lah yang membuat Dumbledore raguragu? Ataukah hanya rasa enggan Dumbledore untuk berangkat menangkap orang yang dulu dengan senang hati ia temui?

Dan bagaiman Ariana yang misterius meninggal? Apakah ia korban kecerobohan ritual sihir hitam? Apakah dia secara kebetulan menemukan sesuatu yang tidak seharusnya, saat kedua anak muda tersebut mempraktekkan sesuatu dalam usahanya mencapai kejayaan dan dominasi? Apakah mungkin Ariana Dumbledore adalah orang pertama yang mati “untuk manfaat yang lebih besar”?

Bab tersebut berakhir disini dan Harry mendongak. Hermione telah mencapai akhir halaman sebelum dia. Hermione menyentakkan buku itu dari tangan Harry, terlihat sedikit gelisah karena ekspresi Harry, menutupnya tanpa memandang buku itu, seperti menyembunyikan sesuatu yang memalukan.

“Harry—“

Tapi Harry menggelengkan kepalanya. Suatu rasa yang dalam seperti menghancurkan hatinya, sama pesis seperti yang ia rasakan setelah kepergian Ron. Dia telah mempercayai Dumbledore, percaya bahwa ia merupakan perwujudan kebaikan dan kebijaksanaan. Semuanya seperti debu; Berapa banyak lagi yang akan hilang? Ron , Dumbledore, tongkat phoenix….

“Harry.” Hermione tampaknya bisa mendengar pikiran Harry. “Dengarkan aku. Ini – ini bukan bacaan yang baik—“

“Yah, kau bisa bilang –“

“—tapi jangan lupa, Harry, ini tulisan Rita Skeeter.”

“Kau membaca surat untuk Grindelwald, kan?”

“Ya, a—aku membacanya.” Ia ragu-ragu, tampak kecewa, menggerak-gerakkan teh di tangannya yang dingin. “Kurasa itu yang membuatnya parah. Aku tahu Bathilda berpikir itu hanya obrolan, tapi ‘Untuk manfaat yang lebih besar’ kemudian menjadi slogan Grindelwald, pembenarannya atas kekejian yang ia lakukan selanjutnya. Dan…dari hal itu…tampaknya Dumbledore memberinya ide itu. Mereka bilang ‘Untuk Manfaat yang Lebih Besar’ bahkan diukir di pintu masuk Nurmengard.”

“Apa itu Nurmengard?”

“Penjara yang dibangun Grindelwald untuk menahan lawan-lawannya. Dia sendiri berakhir disana, ketika Dumbledore menangkapnya. Bagaimanapun, meng -mengerikan rasanya ternyata ide Dumbledore membantu Grindelwald berkuasa. Tapi disisi lain, bahkan Rita tidak mengelak bahwa mereka saling mengenal selama beberapa bulan di suatu musim panas ketika mereka masih sangat muda, dan –“

“Kurasa kau mengatakannya,” ucap Harry. Ia tidak ingin kemarahannya tumpah kepada Hermione, tapi sulit menjaga suaranya tetap stabil. “Kurasa kau berkata ‘mereka masih muda’. Usia mereka sama dengan kita sekarang. Dan inilah kita, mempertuhkan nyawa melawan sihir hitam, dan ia disana, berkumpul dengan karib barunya, merencanakan kekuasaan mereka atas Muggle.”

Kemarahannya tak perlu diragukan lagi: ia berdiri dan berjalan, berusaha menghilangkan ketegangan jiwanya.

“Aku tidak sedang mencoba membela apa yang ditulis Dumbledore,” kata Hermione. “Semua sampah ‘hak untuk mengatur’, ‘sihir adalah kekuatan’ lagilagi. Tapi Harry, ibunya baru saja meninggal dan ia terjebak sendiri dirumah itu—“

“Sendiri? Ia tidak sendiri! Ia punya adik-adik untuk menemaninya, adik perempuannya yang Squib terkunci—“

“Aku tidak percaya,” ucap Hermione. Dia juga berdiri. “Apapun yang terjadi pada gadis itu, kurasa ia bukan Squib. Dumbledore yang kita kenal tak akan pernah, tak akan membiarkan –“

“Dumbledore yang kita rasa kita kenal tidak ingin menguasai Muggle dengan kekerasan!” Harry berteriak, suaranya bergema di puncak bukit yang sepi, dan beberapa burung hitam terbang mengangkasa, berkoak dan berputar di langit yang berkilau.

“Dia berubah, Harry, dia berubah! Semudah itu! Mungkin ia percaya hal-hal tersebut ketika ia berusia 17, tapi sisa hidupnya diabdikan untuk melawan sihir hitam! Dumbledore-lah orang yang menghentikan Grindelwald, orang yang membela perlindungan Muggle dan hak-hak kelahiran Muggle, yang melawan Kau-Tahu-Siapa dari awal, dan yang meninggal dalam usaha menjatuhkannya!”

Buku Rita tergeletak terbuka di lantai antara mereka, sehingga wajah Albus Dumbledore tersenyum pada keduanya.

“Harry, maafkan aku, tapi kurasa alasan sebenarnya mengapa kau begitu marah adalah karena Dumbledore tidak pernah menceritakan sendiri hal ini kepadamu.”

“Mungkin iya!” Harry berteriak, dan ia merentangkan lengannya diatas kepalanya, sulit untuk mengetahui apakah ia mencoba menahan kemarahannya ataukah ia melindungi dirinya sendiri dari beratnya kekecewaan. “Lihat apa yang ia minta dariku, Hermione! Pertaruhkan nyawamu, Harry! Dan lagi! Dan lagi! Dan jangan harapkan aku menjelaskan semuanya, percaya saja, percaya bahwa aku tahu yang kulakukan, percayalah walaupun aku tidak mempercayaimu! Tidak pernah kebenaran yang utuh! Tidak pernah!”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.