Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Tidak,” katanya kalem. “Tidak, Hermione, aku tahu itu kecelakaan. Kau berusaha membawa kita keluar hidup-hidup, dan kau luar biasa. Aku pasti sudah mati jika kau tidak disana untuk menolongku.”

Dia mencoba membalas senyum Hermione yang basah, kemudian kembali memperhatikan buku. Puggungnya kaku; jelas belum pernah dibuka sebelumnya. Dia menjelajahi halaman, mencari foto-foto. Ia segera sampai pada salah satu foto, Dumbledore muda dan rekannya yang tampan, tertawa terbahak-bahak oleh lelucon lama. Mata Harry tertuju pada tulisan dibawahnya.

Albus Dumbledore, segera setelah kematian ibunya, Bersama temannya Gellert Grindelwald.

Harry terpaku pada kalimat terakhir untuk beberapa waktu. Grindelwald. Temannya Grindelwald. Dia melihat kesamping pada Hermione, yang masih merenungkan nama itu seolah-olah tidak mempercayai penglihatannya. Perlahan dia menatap Harry.

“Grindelwald!“

Mengabaikan sisa foto yang lain, Harry mencari halaman sekitar untuk menemukan lagi nama yang membawa bencana itu. Dia segera menemukannya dan membacanya dengan rakus, tenggelam didalamnya: Sangat penting untuk kembali ke masa lalu demi memahami ini semua dan akhirnya dia sampai pada permulaan bab berjudul “Manfaat yang Lebih Besar.” Bersama-sama, dia dan Hermione mulai membaca:

Mendekati ulang tahun ke-18, Dumbledore meninggalkan Hogwarts dengan kejayaan yang berkibar-kibar, Ketua Murid, Prefek, Pemenang Penghargaan Barnabus Finkley untuk Pembuatan Mantra Luar Biasa, Perwakilan Pemuda Inggris untuk Wizengamot, Pemenang Medali Emas untuk Kontribusi yang Luar Biasa pada Konferensi Alkemis Internasional di Kairo. Dumbledore bermaksud, selanjutnya, untuk menjalani tour besar bersama Elphias “Dogbreath” Doge, yang tidak terlalu pintar tetapi merupakan sahabat karib yang setia yang ditemuinya di sekolah.

Kedua anak muda tinggal di Leaky Cauldron di London, mempersiapkan keberangkatan ke Yunani keesokan paginya, ketika seekor burung hantu datang membawa berita kematian ibu Dumbledore. “Dogbreath” Doge, yang menolak untuk diwawancarai untuk buku ini, telah memberikan versi sentimentalnya sendiri kepada masyarakat tentang apa yang terjadi selanjutnya. Dia menggambarkan kematian Kendra sebagai peristiwa tragis, dan keputusan Dumbledore untuk tidak melanjutkan ekspedisinya merupakan sebuah pengorbanan diri yang mulia.

Tentu saja Dumbledore segera kembali ke Godric’s Hollow, untuk ’merawat’ adikadiknya menurut dugaan. Tapi apakah ia benar-benar merawat mereka?

“Dia menjadi kepala keluarga karena Aberforth,” kata Enid Smeek, yang keluarganya tinggal di pinggiran Godric’s Hollow pada saat itu, “menjadi liar. Tentu saja kau akan merasa menyesal karena ayah dan ibunya telah meninggal dunia, hanya saja ia selalu membuatku kesal. Kurasa Albus tidak mau repotrepot dengannya. Lagipula aku tidak pernah melihat mereka bersama-sama.”

Lalu apa yang dilakukan Albus, jika tidak menenangkan adik laki-lakinya yang liar? Jawabannya, tampaknya, adalah memastikan kelanjutan hukuman penjara bagi adik perempuannya. Walaupun orang yang memenjarakannya pertama telah meninggal, tak ada perubahan terhadap kondisi mengenaskan Ariana Dumbledore. Keberadaannya hanya diketahui oleh sedikit sekali orang luar yang, seperti “Dogbreath” Doge, bisa diandalkan untuk mempercayai cerita “gangguan kesehatan”nya.

Ada lagi teman keluarga yang cukup meyakinkan yaitu Bathilda Bagshot, sejarawan sihir ternama yang tinggal di Godric’s Hollow selama bertahun-tahun. Kendra, tentu saja, telah menampik Bathilda ketika pertama kali mencoba untuk menyambut keluarga itu di desanya. Beberapa tahun kemudian, ternyata sang penulis mengirimkan burung hantu kepada Albus di Hogwarts, karena terkesan oleh tulisannya tentang transformasi antarspesies di Transfiguration Today. Ikatan awal ini mengarahkannya untuk berkenalan dengan seluruh anggota keluarga Dumbledore. Pada saat kematian Kendra, Bathildalah satu-satunya orang di Godric’s Hollow yang dapat bercakap-cakap dengan ibu Dumbledore tersebut.

Sayang sekali, kecemerlangan yang Bathilda tunjukkan di awal hidupnya kini telah redup. “Apinya menyala, tapi kualinya kosong,” sebagaimana Ivor Dillonsby katakan kepadaku, atau, dalam ungkapan yang lebih sederhana menurut Enid Smeek, “Dia sinting seperti tupai.” Namun, kombinasi dari teknik laporan coba-dan-uji memungkinkanku untuk menyaring bongkahan fakta yang cukup berat dan merangkai semuanya menjadi kisah skandal yang utuh.

Seperti umumnya di dunia sihir, Bathilda menghubungkan kematian dini Kendra dengan kesalahan mantra, suatu cerita yang diulang-ulang oleh Albus dan Aberforth di tahuntahun selanjutnya. Bathilda juga mengikuti saja apa kata keluarga mereka tentang Ariana, menyebutnya “lemah” dan “sulit”. Di satu sisi, bagaimanapun, Batildha cukup berharga dalam usahaku memperoleh veritaserum, karena dia, dan hanya dia, yang mengetahui kisah lengkap rahasia kehidupan Albus Dumbledore yang disimpan rapatrapat. Kini terbuka untuk yang pertama kalinya, menjawab pertanyaan tentang hal-hal yang dipercayai para pemuja Dumbledore: dugaan atas kebenciannya terhadap sihir hitam, perlawanannya terhadap penindasan Muggle, bahkan pengabdiannya lepada keluarganya.

Musim panas yang sama saat Dumbledore pulang ke Godric’s Hollow, sekarang sebagai seorang yatim piatu dan kepala keluarga, Bathilda Bagshot menerima kedatangan keponakan-jauhnya di rumahnya, yaitu Gellert Grindelwald.

Nama Gellert Grindelwald sangat tenar: Ada dalam daftar Penyihir Hitam Paling Berbahaya, ia keluar dari daftar teratas hanya karena keberadaan Kau-Tahu-Siapa, satu generasi sesudahya untuk mengambil alih mahkotanya. Karena Grindelwald tidak pernah memperluas kampanye terornya sampai ke Inggris, sehingga, kebangkitan kekuatannya tidak terlalu dikenal disini.

Dididik di Durmstrang, sebuah sekolah terkenal dengan toleransinya yang sangat disayangkan terhadap sihir hitam, Grindelwald menunjukkan kecerdasan yang sama seperti Dumbledore. Alih-alih menyalurkan kemampuannya untuk meraih penghargaan dan hadiah, malahan, Gellert Grindelwald mengabdikan dirinya untuk pencarian lain. Dalam usia 17 tahun, bahkan Durmstrang merasa bahwa mereka tidak lagi dapat merubah mata gelap Gellert Grindelwald menuju percobaan sebaliknya, dan ia pun dikeluarkan.

Sampai sekarang ini, pergerakan Grindelwald yang dikenal adalah “berkelana beberapa bulan“. Kini terbuka kenyataan bahwa Grindelwald memilih untuk mengunjungi bibijauhnya di Godric’s Hollow, dan bahwa disana, amat mengejutkan walaupun akan banyak yang mendengarnya, dia memulai persahabatan tiada lain dengan Albus Dumbledore.

“Bagiku ia anak yang menarik,“ celoteh Bathilda, “apapun yang terjadi padanya kemudian. Tentu saja aku memperkenalkannya pada si malang Albus, yang kehilangan teman-teman sebayanya. Dengan segera anak-anak itu saling memperhatikan satu sama lain.“

Tentu saja demikian. Bathilda menunjukkan sebuah surat kepadaku, yang disimpannya ketika Albus Dumbledore mengirimkannya kepada Gellert Grindelwald di akhir malam.

“Ya, meskipun setelah mereka berdiskusi seharian — keduanya anak muda yang brilian, mereka seperti kuali diatas api — kadang-kadang aku mendengar burung hantu mengetuk jendela kamar tidur Gellert, mengantarkan surat dari Albus! Satu ide muncul di kepalanya dan ia segera memberitahu Gellert!”

Dan ide mereka luar biasa. Hal yang sangat mengejutkan akan ditemui para fans Albus Dumbledore, ini dia pemikiran pahlawan tujuh-belas-tahun mereka, seperti yang disampaikan kepada sahabat barunya. (salinan surat asli bisa dilihat di halaman 463)

Gellert —

Pendapatmu tentang dominasi penyihir UNTUK KEBAIKAN PARA MUGGLE SENDIRI

— ini, menurutku, adalah titik kritis. Ya, kita telah diberi kekuatan dan ya, kekuatan itu memberikan kita hak untuk mengatur, tapi ini juga memberi kita tanggung jawab terhadap peraturan. Kita harus menekankan hal ini, karena ini akan menjadi batu pondasi bangunan kita. Dimana kita bertentangan, dan pasti kita akan begitu, ini akan menjadi dasar dari pertentangan pendapat kita. Kita mengendalikan UNTUK MANFAAT YANG LEBIH BESAR. Dan dari hal tersebut, jika kita menghadapi perlawanan, kita menggunakan kekuatan hanya jika diperlukan, tidak lebih. (Ini kesalahanmu di Durmstrang! Tapi aku tidak mengeluh, karena jika kau tidak dikeluarkan, kita tak akan pernah bertemu)

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.