Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Mereka berjalan secepat keberanian mereka, melewati jendela yang berkilau dengan banyak warna, dan bayangan gelap pohon natal di belakang tira jendela.

“Bagaimana cara kita menemukan rumah Bathilda?” tanya Hermione, yang sedikit gemetar dan tetap memandang berkeliling di atas bahunya.

“Harry? Apa yang kau pikirkan? Harry?”

Hermione memegang tangan Harry, tetapi Harry tidak memperhatikannya. Dia melihat sosok gelap di deretan rumah paling akhir. Lalu dia mempercepat langkah. Menarik Hermione bersamanya, Hermione terpeleset sedikit di atas es.

“Harry-”

“Lihat… lihat itu, Hermione…”

“Aku tidak… oh!”

Harry dapat melihatnya, mantra Fidelius pasti rusak bersama kematian James dan Lily. Tanaman pagar telah tumbuh liar selama 16 tahun sejak Hagrid mengambil Harry dari reruntuhan di antara rumput tinggi. Sebagian besar bagian rumah masih berdiri, seluruhnya telah dilapisi oleh tumbuhan liar yang merambat dan salju, tapi bagian samping di lantai atas telah hancur. Harry yakin, di situlah kutukan diluncurkan. Dia dan Hermione berdiri di depan pagar, memandang reruntuhan yang dulunya merupakan rumah utuh seperti yang lainnya.

“Aku penasaran kenapa tak ada yang memperbaikinya kembali?” bisik Hermione.

“Mungkin kau tidak dapat memperbaikinya kembali” Harry menjawab, “mungkin itu seperti luka dari sihir hitam dan kau tidak dapat memperbaiki kerusakannya?”

Dia mengeluarkan tangannya dari dalam jubah gaib dan mencengkram pagar yang bersalju dan berkarat, tidak berharap melepaskannya, hanya untuk memegang sebagian dari rumahnya.

“Kau tidak bermaksud masuk ke dalam, kan? Kelihatannya tidak aman, mungkin saja__oh, Harry, lihat!”

Sepertinya sentuhan Harry lah yang melakukannya. Sebuah tanda muncul dari dalam tanah tepat di depan mereka, muncul di antara rumput liar yang tidak terawat, seperti bunga aneh yang tumbuh dengan cepat. Dan di atas kayu tersebut terdapat kata-kata yang ditulis dengan tinta emas:

Di tempat ini, pada malam tanggal 31 Oktober 1981, James dan Lily Potter kehilangan nyawanya. Anak mereka, Harry, merupakan satu-satunya penyihir yang selamat dari kutukan kematian. Rumah yang dalam kondisi runtuh dan tersembunyi dari muggle ini, telah dijadikan monumen untuk keluarga Potter, dan pengingat bagi kekejaman yang menyakitkan bagi keluarga mereka.

Di sekeliling tulisan yang rapi ini, telah ditambahkan coretan cakar ayam oleh para penyihir yang datang untuk melihat tempat ‘Anak yang Bertahan Hidup’ berhasil lolos. Beberapa penyihir hanya menulis nama mereka dengan Tinta Abadi. Yang lain mengukir inisialnya pada kayu, dan yang lain telah meninggalkan pesan mereka. Sebagian pesanpesan tersebut, bersinar terang lebih dari 16 tahun yang berharga dalam coretan sihir, menyebutkan hal yang sama.

Semoga berhasil, Harry, di manapun kau berada. Jika kau membaca ini, Harry, kami semua ada di sampingmu! Semoga panjang umur, Harry Potter.

“Mereka seharusnya tidak mencoretnya di atas tanda.” Kata Hermione, naik darah.

Harry menatapnya

“Ini mengagumkan, aku senang mereka melakukannya. Aku…”

Dia terdiam, sebuah sosok berselendang berat telah muncul di depan mereka, dibayangi dengan cahaya terang di perempatan yang jauh. Harry berpikir, merasa sulit untuk memastikan, bahwa sosok itu adalah seorang wanita. Wanita itu bergerak perlahan-lahan, mungkin karena takut terpeleset di atas tanah

yang bersalju. Badannnya yang bungkuk, lemah, cara berjalannya yang menyeret menyiratkan umurnya yang sudah sangat tua. Mereka mengawasi dalam diam ketika wanita itu mendekat. Harry menunggu untuk melihat apakah wanita itu akan berbalik ke pondok yang telah dilewatinya. Tapi perasaannya tahu bahwa wanita itu tidak akan berbelok. Dan akhirnya wanita itu hanya berjarak setengah yard kurang dari mereka dan berdiri biasa di tengah jalan yang beku, sambil memandang mereka.

Harry tidak membutuhkan pukulan Hermione pada tangannya. Tak ada kemungkinan wanita ini adalah seorang muggle: dia berdiri di sana sambil memandang rumah yang seharusnya sangat tersembunyi darinya, karena dia bukan seorang penyihir. Bahkan jika dia seorang penyihir, merupakan kebiasaan aneh untuk keluar di malam yang dingin seperti ini, hanya untuk memandangi reruntuhan tua. Lagi pula, berdasarkan aturan sihir normal, dia seharusnya tidak dapat melihat Harry dan Hermione sama sekali. Meskipun begitu, Harry punya perasaan kuat bahwa wanita ini tahu mereka berdua ada di sana. Baru saja Harry mendapat kesimpulan yang tidak biasa ini, wanita itu mengangkat tangan dan memberikan isyarat.

Hermione merapat pada Harry di bawah Jubah, tangannya mencengkram tangan Harry.

“Bagaimana dia tahu?”

Harry menganggukkan kepalanya. Wanita itu memberi isyarat lagi, lebih bersemangat. Harry tidak dapat memikirkan banyak alasan untuk tidak menerima panggilannya, dan kecurigaannya tentang indentitas siapa wanita itu tumbuh semakin kuat sejalan dengan waktu ketika mereka berdiri berhadapan di atas jalan kosong itu.

Apakah mungkin dia telah menunggu mereka bulan-bulan terakhir ini? Apakah Dumbledore telah memintanya untuk menunggu bahwa Harry akan datang kemari? Tampaknya bukan tidak mungkin bahwa wanita inilah yang bergerak dalam bayangan di pemakaman dan mengikuti mereka ke tempat ini? Bahkan kemampuannya untuk melihat, mereka anggap sebagai kekuatan Dumbledore yang belum tertandingi.

Akhirnya Harry berbicara, yang menyebabkan Hermione menarik napas dan meloncat.

“Apakah Anda Bathilda?

Sosok berkerudung itu mengangguk dan memberi isyarat lagi.

Di bawah jubah, Harry dan Hermione saling pandang.

Harry mengangkat alis, Hermione memberi anggukan gugup yang lemah

Mereka melangkah ke arahnya, dan pada saat bersamaan, wanita itu berputar dan kembali berjalan ke jalan tempat mereka datang. Setelah memimpin mereka melewati beberapa rumah, dia masuk ke sebuah pagar. Mereka mengikutinya hingga jalan depan sebuah kebun yang hampir seliar kebun yang baru saja mereka tinggalkan. Dia mencoba membuka pintu dengan kunci, lalu membukannya dan bergerak minggir untuk membiarkan mereka lewat.

Wanita itu berbau busuk, atau rumahnya yang berbau busuk. Harry mengerutkan hidung ketika mereka melewatinya dan melepaskan jubah. Sekarang wanita itu di belakang meraka. Harry baru sadar betapa kurusnya dia, badannya bungkuk hingga dada Harry. Wanita itu menutup pintu di belakang mereka, buku jarinya biru-biru dan dipenuhi bintik di kulitnya. Kemudian dia berbalik dan menatap wajah Harry dengan teliti. Matanya tertutup katarak tebal dan tenggelam dalam lipatan kulit yang transparan, seluruh wajahnya dipenuhi bercak dengan pembuluh darah rusak dan bintik-bintik. Harry ingin tahu apakah wanita ini dapat mengungkap siapa Harry sebenarnya, kalaupun dia mampu, yang dia lihat adalah seorang muggle botak yang ia curi identitasnya.

Bau busuk dari debu, pakaian yang tidak dicuci dan makanan basi yang sudah lama tercium tajam ketika dia membuka selendang bercadarnya, menunjukkan kepala dengan rambut tipis beruban yang terlihat jelas.

“Bathilda ?” Harry mengulangi.

Wanita itu mengangguk lagi. Harry menjadi sadar akan kalung yang ada di kulitnya. Sesuatu yang ada di dalamnya yang kadang-kadang berdetik dan berdetak telah bangun. Dia dapat merasakan kalung itu berlapis emas yang dingin. Apakah kalung itu tahu, dapatkah ia merasakan, bahwa sesuatu yang dapat menghancurkannya telah dekat?

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.