Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Seperti yang kau katakan,” kata paman Vernon, melanjutkan kegiatan berjalan berputarnya, “kami, Petunia, Dudley, dan aku, sedang dalam bahaya. Yang disebabkan oleh… oleh…”

“Oleh ’kaumku’, kan?” kata Harry.

“Oh, aku tak percaya ini,” kata paman Vernon, yang berdiri di depan Harry lagi. “Aku terjaga semalaman memikirkan segalanya, dan menurutku kau berencana untuk mengambil alih rumah ini.”

“Rumah?” ulang Harry. “Rumah apa?”

“Rumah ini!” teriak paman Vernon, pembuluh darah di kepalanya mulai berdenyut. “Rumah kami! Rumah yang harganya terus meroket! Kau ingin kami pergi dan kau akan melakukan hocus pocus-mu dan tiba-tiba tanpa sepengetahuan kami, rumah ini sudah jadi atas namamu dan…”

“Apa kalian sudah gila?” tuntut Harry. “Rencana untuk mengambil alih rumah? Apa kalian sebodoh tampang kalian?”

“Berani-beraninya kau…” cicit Bibi Petunia, tapi lagi-lagi Vernon membuatnya diam.

“Apa kalian lupa,” kata Harry, “aku sudah punya, bapak baptisku memberikannya untukku. Jadi mengapa aku menginginkan rumah ini? Karena kenangannya yang indah?”

Semua terdiam. Harry mengira pamannya kagum dengan argumennya.

“Katamu,” kata paman Vernon, mulai berjalan memutar lagi, “masalah Lord itu…”

“Voldemort,” kata Harry tak sabar, “dan kita sudah membahasnya ratusan kali. Dan ini bukan kataku, ini kenyataan, Dumbledore sudah mengatakannya pada kalian, juga Kingsley, dan Tuan Weasley…”

Vernon melengkungkan bahunya dengan marah, dan Harry menebak bahwa pamannya sedang mengingat-ingat kunjungan mendadak, saat liburan musim panas Harry, dua orang penyihir dewasa. Kedatangan Kingsley Shacklebolt dan Arthur Weasley ke depan pintu rumah keluarga Dursley membuatnya tidak senang. Harry tahu, kedatangan Tuan Weasley yang terakhir menyebabkan setengah dari ruang tamunya hancur, dan kedatangannya kembali tidak mungkin disambut hangat oleh paman Vernon.

“… Kingsley dan tuan Weasley juga sudah menjelaskannya padamu,” kata Harry tanpa penyesalan. “Saat aku berusia tujuh belas, mantra perlindungan yang menjagaku akan hilang dan tak lagi melindungi aku ataupun kalian. Anggota Orde yakin bahwa Voldemort akan menggunakanmu untuk menemukanku, atau mungkin bila dia menjadikanmu tawanan, aku akan datang dan mencoba untuk menyelamatkanmu.”

Mata paman Vernon dan Harry beradu. Harry yakin bahwa mereka memikirkan hal yang sama. Lalu paman Vernon melanjutkan langkahnya dan Harry berkata, “Kalian harus pergi untuk bersembunyi, dan anggota Orde ingin membantu. Kalian telah ditawari perlindungan terbaik.”

Paman Vernon tidak berkata apa-apa dan tetap berjalan. Di luar, matahari mulai turun menuju garis cakrawala. Tetangga sebelah telah selesai memangkas rumput halamannya.

“Aku kira kalian memiliki Kementrian Sihir?” tanya paman Vernon tiba-tiba.

“Memang ada,” kata Harry, terkejut.

“Kalau begitu, mengapa mereka tidak melindungi kami? Menurutku, sebagai korban yang tak bersalah, kami seharusnya mendapat perlindungan dari pemerintah!”

Harry tertawa, ia tak bisa menahan dirinya sendiri. Pamannya mengharapkan adanya peraturan, walaupun dalam dunia yang ia benci.

“Kau dengar apa yang tuan Weasley dan Kingsley katakan,” Harry mengingatkan. “Kami pikir Kementriran telah disusupi.”

Paman Vernon berhenti di depan perapian dan menarik nafas dalam-dalam membuat kumis hitam besarnya bergerak-gerak, dan wajahnya tetap ungu karena berkonsentrasi.

“Baiklah,” katanya, kini ia berdiri lagi di depan Harry. “Baiklah, karena segala alasan yang ada, kami menerima perlindungan itu. Tapi aku masih tidak mengerti mengapa kami tidak dilindungi oleh Kingsley?”

Harry tidak dapat mencegah dirinya untuk tidak memutar matanya. Pertanyaan ini pun sudah ditanyakan berkali-kali.

“Aku kan sudah katakan,” katanya dengan gigi terkatup, “Kingsley menjaga Perdana Menteri Mug… maksudku, Perdana Menteri kalian.”

“Benar sekali, dia yang terbaik!” kata paman Vernon, menunjuk layar TV yang kosong. Dursley menyadari keberadaan Kingsley di berita TV, berjalan di belakang Perdana Menteri Muggle saat melakukan kunjungan ke rumah sakit. Dan fakta bahwa Kingsley mahir berpakaian seperti Muggle, tidak termasuk suaranya yang pelan, dalam, dan mampu meyakinkan keluarga Dursley, menyebabkan keluarga Dursley tidak ingin diurus oleh penyihir lain, walaupun mereka belum pernah melihat Kingsley saat ia memakai antingnya.

“Yah, dia sudah menjaga yang lain.” Kata Harry. “Tapi Hestia Jones dan Dedalus Diggle mampu menjaga kalian…”

“Walau kami sudah pernah lihat CVnya…” mulai paman Vernon, tapi Harry kehilangan kesabaran. Ia berdiri, menantang pamannya, dan menunjuk layar TV.

“Kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa – tabrakan, ledakan, hal-hal aneh, atau apapun yang terjadi yang kita lihat di TV. Banyak orang hilang dan meninggal, dan dia ada di belakang semua ini – Voldemort. Aku telah mengatakan hal ini padamu berulang kali, dia membunuh Muggle hanya untuk bersenang-senang. Bahkan beberapa di antaranya disebabkan oleh Dementor, dan bila kau tidak ingat apa itu, tanyakan pada anakmu!”

Dudley tersentak, tangannya menutupi mulutnya. Seluruh mata di ruangan itu tertuju padanya, perlahan ia menurunkan tangannya dan bertanya, “Apa mereka… ada begitu banyak?”

“Banyak?” Harry tertawa. “Lebih dari dua yang menyerang kita, maksudmu? Tentu saja, jumlah mereka beratus-ratus banyaknya, mungkin sudah menjadi beribu-ribu sekarang ini, melihat banyaknya hal yang menakutkan yang terjadi…”

“Baiklah, baiklah,” potong Vernon Dursley. “Kami mengerti maksudmu…”

“Aku harap begitu,” kata Harry, “karena begitu aku berumur tujuh belas, semuanya – Pelahap Maut, Dementor, bahkan Inferi, yang merupakan mayat yang disihir oleh Sihir Hitam – dapat menemukanmu dan menyerangmu. Dan bila kau ingat saat terakhir kali engkau mencoba lari dari penyihir, aku yakin kau akan membutuhkan bantuan.”

Semuanya terdiam saat mereka mengingat suara dentuman saat Hagrid menghancurkan pintu kayu beberapa tahun lalu. Bibi Petunia melihat paman Vernon dan Dudley menatap Harry. Akhirnya paman Vernon berbicara, “Tapi bagaimana dengan pekerjaanku? Bagaimana dengan sekolah Dudley? Sepertinya hal itu tidak terpikirkan oleh penyihir seperti kalian…”

“Apa kalian tidak mengerti juga?” teriak Harry. “Mereka akan menyiksa dan membunuh kalian seperti mereka melakukannya pada orang tuaku!”

“Ayah,” kata Dudley dengan suara keras, “Ayah – aku akan ikut dengan orang-orang Orde.”

“Dudley,” kata Harry, “untuk pertama kalinya dalam hidupmu, kau mengatakan hal yang masuk akal.”

Harry tahu bahwa ia telah memenangkan pertarungan. Bila Dudley cukup ketakutan hingga ia menerima tawaran anggota Orde, orang tuanya akan menemaninya. Tidak mungkin mereka mau berpisah dengan Diddykins. Harry memerhatikan jam yang berada di atas perapian.

“Mereka akan tiba dalam lima menit,” katanya, dan saat tak seorang pun membalas ucapannya, ia meninggalkan ruangan. Kemungkinan untuk berpisah dari bibi, paman, dan sepupunya untuk selamanya, satu-satunya hal yang dapat membuatnya senang. Tapi tetap saja ada kemungkinan lain. Apa yang akan kau katakan pada orang yang kau benci selama enam belas tahun?

Di kamarnya, Harry menyeret ranselnya, lalu memasukkan kacang ke sangkar Hedwig. Kacang itu jatuh begitu saja ke dasar sangkar, tanpa dipedulikan Hedwig.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.