Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

menganggapnya sebagai gambar mata, tapi sepertinya bukan! Ada yang menuliskannya di sini, lihat, seseorang telah menggambarnya, simbol ini bukan bagian dari buku. Apa kau pernah melihatnya?”

“Tidak… tunggu.” Harry melihatnya lebih dekat. “Bukankah ini simbol yang sama dengan simbol yang dipakai ayah Luna?” “Aku juga memikirkan hal yang sama!” “Kalau begitu, itu lambang Grindelwald.” Hermione menatap Harry,

terperangah.“Apa?”

“Krum menceritakan padaku…” Harry mengulang cerita yang Viktor Krum katakan padanya saat di persata pernikahan. Hermione keheranan.

“Lambang Grindelwald?”

Hermione menatap Harry dan lambang itu bergantian. “Aku tidak pernah dengar kalau Grindelwald punya lambang. Tidak pernah disebutkan dalam semua buku yang bercerita tentang dirinya.”

“Sudah kukatakan, Krum bilang bahwa lambang itu terukir di dinding Durmstrang, dan Grindelwald-lah yang melakukannya.” Hermione bersandar di sandaran kursi, dahinya berkerut.

“Aneh. Kalau itu memang lambang Ilmu Hitam, mengapa ada di buku cerita anakanak?” “Ya, aneh,” kata Harry. “Dan Scrimgeour tidak menyadarinya. Dia, kan, Menteri, seharusnya dia tahu hal-hal seperti itu.”

“Aku tahu… mungkin dia juga berpikir bahwa ini adalah gambar mata. Ada gambar ini di setiap judul cerita.” Hermione terdiam dan terus menatap ke lambang aneh itu. Dan Harry mencoba lagi. “Hermione?” “Hm?”

“Aku pikir, aku – aku ingin pergi ke Godric’s Hollow.” Hermione mengangkat kepalanya tapi matanya tidak terfokus dan Harry yakin ia masih memikirkan lambang misterius itu.

“Ya,” kata Hermione. “Ya, aku juga berpikir hal yang sama. Aku pikir kita harus ke sana.”

“Apa kau benar-benar mendengarkan aku?” tanya Harry. “Tentu saja. Kau ingin pergi ke Godric’s Hollow. Aku setuju, aku rasa kita harus ke sana. Maksudku, aku tidak tahu lagi harus pergi ke mana lagi. Berbahaya, memang, tapi semakin aku memikirkannya, semakin mungkin benda itu ada di sana.”

“Er – apa yang ada di sana?” tanya Harry. Hermione terlihat sama bingungnya dengan Harry. “Pedangnya, Harry! Dumbledore pasti tahu kau ingin pergi ke sana. Lagipula Godric’s

Hollow adalah tempat kelahiran Godric Gryffindor…” “Benarkah? Gryffindor berasal dari Godric’s Hollow?”

“Harry, apa kau tidak pernah membuka Sejarah Sihir?”

“Erm,” kata Harry, tersenyum untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan. Otot-otot di wajahnya terasa kaku. “Aku pernah membukanya, kau tahu, saat membelinya… hanya sekali…”

“Desa itu diberi nama dengan namanya, aku pikir kau bisa melihat hubungannya,” kata Hermione. Ia terdengar seperti Hermione yang lama daripada Hermione yang akhir-akhir ini. Bahkan Harry setengah berharap bahwa ia akan berkata bahwa ia harus pergi ke perpustakaan. “Ada sedikit tentang desa itu di Sejarah Sihir, tunggu…”

Hermione membuka tas manik dan mengaduk-aduknya, dan akhirnya mengeluarkan buku pelajaran mereka, Sejarah Sihir oleh Bathilda Bagshot, yang Hermione buka ke halaman yang ia maksudkan.

“’Setelah dikeluarkannya Undang-Undang Kerahasiaan Internasional pada tahun 1689, para penyihir mulai bersembunyi. Biasanya, mereka membuat komunitas kecil dalam masyarakat. Banyak desa-desa kecil yang dihuni oleh para keluarga penyihir, yang tinggal bersama untuk saling mendukung dan melindungi. Desadesa seperti Tinworth di Cornwall, Upper Flagey di Yorkshire, dan Ottery St Catchpole di pantai selatan Inggris, di mana mereka hidup bersama dengan tenang, terkadang bersama Muggle yang ter-Confundus. Daerah paling terkenal sebagai tempat permukiman penyihir, mungkin, Godric’s Hollow, sebuah desa di West Country di mana penyihir besar Godric Gryffindor dilahirkan, dan di mana Bowman Wright, seorang penyihir pandai besi, menempa Golden Snitch pertama. Pemakaman di sana dipenuhi oleh nama-nama keluarga penyihir kuno, termasuk cerita-cerita yang menyatakan bahwa pemakaman dan gereja kecil di sana telah dihantui selama berabad-abad.’”

“Kau dan orang tuamu tidak disebut,” kata Hermione sambil menutup buku, “karena profesor Bagshot tidak menuliskan apa pun setelah akhir abad sembilan belasan. Apa kau tidak mengerti Harry? Godric’s Hollow, Godric Gryffindor, pedang Gryffindor, bukankah menurutmu Dumbledore akan berharap kau akan menyadari hubungannya?”

“Oh, ya…”

Harry tidak ingin mengakui bahwa ia sama sekali tidak teringat dengan pedang saat mereka berbicara tentang Godric’s Hollow. Baginya, perjalanan ke desa itu hanyalah untuk mengunjungi makam orang tuanya, mengunjungi rumah di mana ia lolos dari maut, dan untuk menemui Bathilda Bagshot.

“Ingat kata Muriel?” kata Harry melanjutkan.

“Siapa?”

“Tahulah,” kata Harry ragu, ia tidak ingin menyebutkan nama Ron. “Bibi buyut Ginny, di pesta pernikahan, yang bilang kalau kakimu terlalu kurus.”

“Oh,” kata Hermione.

Itu adalah satu saat yang tidak mengenakkan, karena Harry tahu bahwa Hermione merasa bahwa dirinya menghindari menggunakan nama Ron. Harry segera melanjutkan, “Dia bilang Bathilda Bagshot masih tinggal di Godrc’s Hollow.”

“Bathilda Bagshot,” gumam Hermione sambil mengusapkan jari telunjuknya di atas nama Bathilda yang tertulis di sampul Sejarah Sihir. “Ya, kurasa…”

Hermione tiba-tiba menahan nafasnya dan membuat Harry terkejut. Harry menarik tongkatnya, melihat ke arah pintu masuk, mengira akan ada orang yang akan menyibak pintu tenda. Tapi tidak ada apa-apa.

“Apa?” kata Harry, setengah kesal, setengah lega. “Mengapa kau bertingkah seperti itu? Aku kira kau melihat Pelahap Maut sedang memasuki tenda atau apa…”

“Harry, bagaimana kalau pedang itu ada pada Bathilda? Bagaimana kalau Dumbledore menitipkannya pada Bathilda?”

Harry menyadari kemungkinan itu. Bathilda pasti seorang wanita yang sangat tua sekarang, dan menurut Muriel, ia sedikit sinting. Apakah Dumbledore menitipkan pedang itu pada wanita itu? Kalau memang benar, Harry merasa kalau Dumbledore harus berkorban banyak hal. Ia tidak bisa memberitahu siapa pun bahwa ia telah menukar pedang itu. Ia juga tidak bisa menyinggung pertemanannya dengan Bathilda. Namun, sekarang bukanlah saat yang tepat untuk memperdebatkan teori Hermione. Tidak saat Hermione memenuhi keinginan terdalam Harry.

“Ya, bisa saja! Jadi, kita akan pergi ke Godric’s Hollow?”

“Ya, tapi kita harus memikirkannya dengan hati-hati, Harry.” Hermione duduk dengan tegap sekarang. Harry tahu bahwa menyusun rencana baru telah membangkitkan semangatnya, layaknya Harry. “Pertama, kita harus berlatih untuk ber-Disapparate bersama di bawah Jubah Gaib, dan mungkin juga dengan Mantra Disillusionment, lalu kita juga akan menggunakan Ramuan Polyjuice. Kalau begitu, kita perlu beberapa helai rambut milik orang lain. Aku rasa lebih baik begitu, Harry, semakin tebal penyamaran kita, makin aman.”

Harry membiarkan Hermione mengoceh, ia terus mengangguk dan menyetujui setiap Hermione berhenti. Tapi ia sendiri tidak memerhatikan percakapan itu. Untuk pertama kalinya ia merasa senang karena pedang yang ada di Gringotts adalah tiruan.

Harry akan pulang, kembali ke tempat di mana ia pernah tinggal bersama keluarganya. Di Godric’s Hollow, dan bila Voldemort tidak pernah ada, ia akan tumbuh dan menghabiskan liburannya di sana. Mungkin ia akan bisa mengundang teman-temannya untuk menginap… mungkin ia akan memiliki adik… dan mungkin ibunya yang akan membuatkan kue ulang tahun ke tujuh belasnya. Bayangan kehidupan yang telah dirampas darinya tidak pernah tampak begitu nyata sebelumnya, hingga saat ini, saat ia akan mengunjungi tempat di mana segalanya telah dirampas darinya. Setelah Hermione pergi tidur malam itu, diam-diam Harry mengeluarkan ranselnya dari tas manik Hermione. Dan dari dalam ransel, Harry mengeluarkan album foto yang diberikan oleh Hagrid bertahun-tahun yang lalu. Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, ia kembali memandangi potret tua orang tuanya yang sedang tersenyum dan melambaikan tangan dari dalam potret.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.