Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Luka Harry terasa terbakar sekarang. Ia berpikir begitu banyak hal yang ia tidak tahu: Lupin benar tentang sihir yang belum pernah mereka hadapi atau bayangkan. Mengapa Dumbledore tidak menjelaskan lebih banyak? Apakah ia berpikir bahwa ia akan punya cukup waktu, bahwa ia masih akan hidup selama bertahun-tahun, abad mungkin, seperti rekannya Nicholas Flamel? Jika ya, ia salah….Snape mengetahuinya….Snape, Si Ular Tidur, yang menyerang di puncak menara….

Dan Dumbledore jatuh…..jatuh…..

“Berikan padaku, Gregorovitch…..”

Suara Harry tinggi, jelas dan dingin, tongkatnya tergenggam di depannya oleh tangan putih panjang. Laki-laki yang ia tunjuk menggantung terbalik di udara, walaupun tak ada tali yang mengikatnya; ia berayun; tak terlihat dan hanya melambung, lengannya terikat, wajahnya yang ketakutan, sama seperti Harry yang darahnya mulai naik ke kepala. Rambutnya putih bersih, janggutnya lebat; tipe bapak natal.

“Aku tidak punya, aku tidak lagi memilikinya! Dicuri bertahun-tahun yang lalu!“

“Jangan berbohong kepada Lord Voldemort, Gregorovitch. Dia tahu….dia selalu tahu.“

Bola mata orang yang tergantung itu melebar, diliputi ketakutan, dan tampaknya mereka membesar, besar dan semakin besar, hingga kegelapan menelan Harry -.

Dan sekarang Harry bergegas melewati koridor gelap di tempat Gregorovitch yang kecil dan kokoh, terjaga sambil memegang lentera tinggi-tinggi: Gregorovitch menghambur ke ruangan di ujung gang dan lenteranya menerangi sesuatu yang tampak seperti ruang kerja; irisan kayu dan emas bersinar di sekelompok lampu gantung, dan disana di birai jendela bertengger, seperti burung raksasa, anak muda dengan rambut emas. Ketika cahaya lentera meneranginya, Harry melihat kegembiraan terpancar di wajah tampannya, kemudian si penyusup menembakkan mantra pemingsan dari tongkatnya dan melompat perlahan ke belakang keluar dari jendela dengan tawa yan seperti burung gagak.

Harry meluncur menjauh dari bola mata lebar yang seperti terowongan, dan wajah Gregorovitch dilanda teror.

”Siapa pencurinya, Gregorovitch?“ kata suatu suara tinggi dan dingin.

“Aku tidak tahu, aku tidak pernah tahu, seorang anak muda, jangan –kumohon – KUMOHON!”

Jeritan terdengar tinggi dan meninggi dan kemudian kilatan cahaya hijau –

“Harry!”

Dia membuka matanya, terengah-engah, dahinya berdenyut-denyut. Dia pingsan menghadap sisi tenda, meluncur miring di kanvas dan terlentang di tanah. Dia menatap Hermione, yang rambut lebatnya mengaburkan pemandangan langit yang terlihat melalui ranting gelap diatas mereka.

“Mimpi,” katanya, segera setelah duduk dan berusaha memandang tatapan tajam Hermione dengan wajah tak berdosa. “Pasti tertidur sebentar, maaf.”

“Aku tahu itu karena lukamu! Aku tahu dari wajahmu! Kau melihat ke dalam pikiran

Vol-““Jangan katakan namanya!” Ron berujar dengan nada marah dari dalam tenda.“Baiklah!” Jawab Hermione pedas, “pikiran Kau-Tahu-Siapa, kalau begitu!”“Aku tidak bermaksud begitu!” Kata Harry, “Itu mimpi! Bisakah kau mengendalikan

mimpimu, Hermione?” “Jika kau mau belajar untuk mempraktekkan Occlumency-“ Tapi Harry tidak tertarik diceramahi, ia ingin berdiskusi tentang apa yang baru saja ia lihat.

“Dia menemukan Gregorovitch, Hermione, dan kurasa ia membunuhnya, tapi sebelum membunuhnya, ia membaca pikiran Gregorovitch dan aku melihat-“ “Kurasa lebih baik aku ganti mengawasi jika kau tertidur karena lelah,” kata Hermione

lebih tenang. “Aku bisa menyelesaikan pengawasan!” “Tidak, kau jelas lelah. Pergi dan berbaringlah!” Dia menjatuhkan diri di mulut tenda, terlihat keras kepala. Marah, tetapi ingin menghindari keributan, Harry masuk kembali kedalam. Wajah masih-pucat Ron menjulur dari tempat tidur bawah; Harry naik menuju tempat tidur diatasnya, berbaring dan memandang langit-langit kanvas yang gelap. Setelah beberapa waktu, Ron berbicara denga suara pelan yang tidak akan terdenger oleh Hermione, yang menempel di pintu masuk. “Apa yang dilakukan Kau-Tahu-Siapa?” Harry memutar matanya untuk mengingat setiap detil kejadian, lalu berbisik dalam kegelapan. “Dia menemukan Gregorovitch. Dia mengikatnya. Dia menyiksanya.” “Bagaimana Gregorovitch bisa membuat tongkat baru jika dia terikat?” “Entahlah…aneh sekali, kan?” Harry menutup matanya, memkirkan apa yang ia lihat dan dengar. Semakin berusaha dia mengingat, semakin sedikit yang ia pahami…

Voldemort tidak mengatakan apa-apa tentang tongkat Harry, tidak juga tentang inti kembar, sama sekali tidak tentang Gregorovitch membuat tongkat baru yang lebih kuat untuk mengalahkan Harry…..

“Dia menginginkan sesuatu dari Gregorovitch,” Harry berujar dengan mata masih tertutup rapat.

“Dia meminta agar Gregorovitch menyerahkannya, tapi Gregorovitch bilang bahwa itu telah dicuri darinya, dan kemudian….kemudian….”

Ia ingat bagaimana ia, sebagai Voldemort, tampaknya meluncur melalui mata Gregorovitch, memasuki ingatannya….

“Dia membaca pikiran Gregorovitch, dan aku melihat seorang anak muda sedang bertengger di birai jendela, dan dia menembakkan kutukan kepada Gregorovitch dan melompat menghilang dari pandangan. Dia mencurinya, dia mencuri apapun itu yang dicari Kau-Tahu-Siapa. Dan aku…kupikir aku pernah melihatnya di suatu tempat.”

Harry berharap dia bisa melihat lagi wajah anak lelaki yang tertawa itu. Pencurian itu terjadi bertahun-tahun yang lalu, menurut Gregorovitch. Kenapa pencuri muda itu tampak tidak asing?

Suara ribut kayu-kayu di sekitar tenda terdengar sampai ke dalam; tetapi yang didengar Harry hanyalah desah nafas Ron. Setelah beberapa waktu, Ron berbisik, ”bisakah kau melihat apa yang dipegang si Pencuri?”

“Tidak….itu pasti sesuatu yang kecil.”

“Harry?”

Kayu rangka tempat tidur Ron berderik ketika ia mengubah posisi tubuhnya.

“Harry, kau tidak berpendapat Kau-Tahu-Siapa mengejar sesuatu untuk dirubah menjadi Horcrux?”

“Aku tidak tahu,” kata Harry pelan. “Mungkin. Tapi tidakkah berbahaya baginya membuat lagi? Bukankah Hermione berkata dia telah mendorong jiwanya hingga pada batasnya?”

“Ya, tapi mungkin dia tidak tahu itu.”

“Ya…mungkin saja,” ucap Harry. Selama ini ia yakin Voldemort mencari jawaban seputar persoalan inti kembar tongkat mereka,yakin bahwa Voldemort mencari solusi dari pembuat tongkat tua…dan dia sudah membunuhnya, tampaknya tanpa menanyainya satu pertanyaanpun tentang ilmu tongkat.

Apa yang sedang Vodemort cari? Mengapa, dengan Kementrian Sihir dan dunia sihir dibawah kakinya, malah dia jauhi, justru bersungguh-sungguh dalam pencarian sesuatu yang dulu dimiliki Gregorovitch, yang telah diambil oleh pencuri tak dikenal?

Harry masih bisa melihat wajah muda si rambut pirang; ia riang, liar; ada semacam lagak kejayaan tipu daya ala Fred dan George pada dirinya. Dia membumbung tinggi dari birai jendela seperti seekor burung, dan Harry pernah melihatnya, tapi ia tidak dapat mengingat dimana….

Dengan kematian Gregorovitch, si wajah-piranglah yang ada dalam bahaya sekarang, dan pada dirinyalah pikiran Harry sekarang berada, ketika dengkur Ron mulai bergemuruh dari tempat tidur bawah dan dia sendiri perlahan melayang kedalam lelap sekali lagi.

==========================

Bab 15 Pembalasan Goblin

Pagi keesokan harinya, sebelum yang lain bangun, Harry pergi untuk mencari pohon tertua, terbesar, dan terkokoh yang ada di sekitar tenda. Di sanalah Harry menguburkan mata Mad-Eye dan menandainya dengan menorehkan tanda salib di kulit kayu pohon itu dengan tongkatnya. Tidak terlalu bagus, tapi Harry merasa bahwa Mad-Eye akan lebih memilih ini daripada harus dipajang di pintu kantor Umbridge. Lalu Harry kembali ke tenda dan menunggu yang lain bangun untuk membicarakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.