Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Harry memandang Hermione, dan sesuatu yang ingin ia tanyakan – tentang apakah ketiadaan tongkat Mrs. Cattermole dapat melindunginya ketika ber-Apparate bersama suaminya- terhenti di tenggorokannya. Hermione memandangi Ron yang resah akan apa yang mungkin terjadi pada Keluarga Cattermole, dan terlihat ekspresi kelembutan yang Harry rasakan sepertinya ia akan mengagetkan Ron dengan tiba-tiba menciumnya.

“Jadi, apa kau mendapatkannya?” Harry bertanya pada Hermione, setengah mengingatkan bahwa ia ada disana.

“Dapat – dapat apa?” Tanya Hermione dengan sedikit lambat.

“Apa tujuan kita masuk kesana? Liontin! Dimana liontinnya?”

“Kau mendapatkannya?” teriak Ron, mengangkat dirinya sedikit lebih tinggi diatas bantalnya. “Tak ada yang memberitahuku! Ya ampun, kau bisa mengakatannya!”

“Well, bukankah kita sedang menyelamatkan diri dari Pelahap Maut?” Kata Hermione. “Ini dia.”

Dan dia mengeluarkan liontin dari saku jubahnya dan memberikannya pada Ron. Liontin itu hanya sebesar telur ayam. Sebuah hiasan berbentuk huruf S, bertatahkan banyak batubatu kecil, berkilat pudar dalam sinar cahaya yang menyebar melalui atap tenda kanvas.

“Tidak adakah kemungkinan seseorang merusaknya sejak Kreacher mendapatkannya?” tanya Ron berharap. “Maksudku, apakah kita yakin ini masih Horcrux?”

“Kurasa masih,” ucap Hermione, mengambilnya kembali dari tangan Ron dan mengamati dari dekat. “Pasti ada tanda-tanda kerusakan jika ini telah dirusak dengan sihir.”

Dia memberikannya lepada Harry, yang memutarnya dengan jari-jari. Benda itu kelihatan sempurna, asli. Ia ingat mengoyak-oyak diary, dan bagaimana batu di cincin Horcrux telah terbelah membuka ketika Dumbledore merusaknya.

“Kurasa Kreacher benar,” kata Harry. “Kita harus berusaha untuk menemukan cara bagaimana membukanya, sebelum memusnahkannya.“

Tiba-tiba waspada akan apa yang dipegangnya, akan apa yang hidup didalam pintu emas kecil itu, menyadarkan Harry akan ucapannya. Bahkan setelah segala upaya mereka untuk mendapatkannya, ia merasakan dorongan kuat untuk membuangnya. Berhasil menguasai diri lagi, dia berusaha membuka liontin dengan jari-jarinya, kemudian mencoba mantra yang Hermione gunakan untuk membuka kamar Regulus. Tak ada yang berhasil. Ia memberikan liontin itu kembali kepada Ron dan Hermione, yang masingmasing melakukan usaha terbaik, tapi tidak lebih berhasil daripada dirinya.

“Dapatkah kau merasakannya?“ tanya Ron dengan suara parau, sambil menggenggam erat dalam kepalan tangannya.

“Apa maksudmu?“

Ron memindahkan Horcrux kepada Harry. Setelah semenit atau dua menit, Harry merasa ia mengerti apa maksud Ron. Apakah itu darahnya sendiri yang berdenyut dalam pembuluh yang ia rasakan, ataukah itu sesuatu yang berdenyut di dalam liontin, seperti jantung metal kecil?

“Apa yang akan kita lakukan?” tanya Hermione.

“Simpan dengan aman sampai kita menemukan cara bagaimana memusnahkannya,” jawab Harry, dan, dia mengalungkan rantai ke lehernya sendiri, memasukkan liontin ke dalam jubahnya, aman disamping kantong yang Hagrid berikan padanya.

“Kupikir kita harus membawanya untuk berjaga-jaga dan waspada diluar tenda,” dia menambahkan kepada Hermione, berdiri dan meregangkan badan. “Dan kita juga harus memikirkan makanan juga. Kau tinggal disini,” dia menambahkan tajam, ketika Ron berusaha untuk duduk dan berubah hijau.

Dengan Teropong-Pengintai hadiah ulang tahun dari Hermione yang sudah diatur dengan hati-hati diatas meja dalam tenda, Harry dan Hermione menghabiskan waktu berbagi tugas mengintai. Bagaimanapun, Teropong-Pengintai tetap tenang, sepanjang hari mengarah ke sasaran, dan entah apakah karena peningkatan perlindungan dan mantra penolak Muggle Hermione yang tersebar disekitar mereka, ataukah karena orang jarang melewati jalan ini, bidang tanah mereka tetaplah sunyi, bahkan terpisah dari burungburung dan tupai yang lewat sesekali. Sore hari tak ada bedanya, Harry menyalakan tongkatnya ketika bertukar tempat dengan Hermione pada jam 10, dan mengawasi pemandangan yang sunyi, memperhatikan kelelawar mengepak-ngepak sayap jauh tinggi diatasnya, melewati sebidang langit berbintang terlihat dari tanah mereka yang terlindung.

Ia merasa lapar sekarang, dan sedikit pening. Hermione tidak mengemas makanan apapun di dalam tas ajaibnya, karena ia mengasumsikan mereka akan kembali ke Grimmauld Place malam itu, jadi mereka tidak punya apapun untuk dimakan kecuali beberapa jamur liar yang Hermione kumpulkan dari pohonpohon terdekat dan dikukus dalam Billycan, setelah beberapa suap Ron menyingkirkan porsinya menjauh, terlihat mual. Harry hanya menahan diri untuk tidak menyakiti hati Hermione.

Kesunyian yang melingkupi dipecahkan oleh gemerisik yang ganjil dan sesuatu yang terdengar seperti ranting patah; Harry berpikir mungkin itu disebabkan lebih karena binatang daripada karena manusia, tapi ia tetap menggenggam erat tongkatnya dengan siap. Dalam tubuhnya, terlanjur merasa tak nyaman terkait bantuan tidak mencukupi dari jamur karet, terasa gatal dengan kegelisahan.

Ia menyangka akan gembira setelah mereka berhasil mengambil kembali Horcrux itu, tapi entah mengapa ia tak merasakan kegembiraan, yang ia rasakan saat ia duduk mengawasi kegelapan, dimana tongkatnya hanya menyala dengan cahaya kecil, ádalah perasaan kuatir tentang apa yang akan terjadi. Rasanya meskipun dia sudah megalami proses ini berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun, tapi bagaimana dia sampai tiba-tiba berhenti, diluar pikirannya.

Masih banyak Horcrux diluar sana, tapi dia tidak dapat membayangkan dimana saja mereka mungkin berada. Dia bahkan tidak tahu apa saja bentuknya. Sementara ia tidak tahu bagaimana menghancurkan satu-satunya yang telah mereka temukan, Horcrux yang sekarang berada di dadanya. Mengherankan, Horcrux itu tidak mengambil panas tubuhnya, tap tergeletak dingin berlawanan dengan kulitnya, yang mungkin hanya timbul dalam air es.

Dari waktu ke waktu Harry berpikir, atau mungkin membayangkan, bahwa dia bisa merasakan detak jantung kecil yang tidak menentu bersama detak jantungnya sendiri. Perasaan tanpa nama yang bergerak bersama dirinya saat dia duduk dalam kegelapan. Ia berusaha melawan, menyingkirkannya, tapi mereka tetap mendatanginya tanpa belas kasihan. Yang satu tak bisa hidup sementara yang lain selamat. Ron dan Hermione, sekarang berbicara di belakangnya dalam tenda, bisa saja mundur jika mereka menginginkannya: tapi dia tidak. Dan ini tampaknya bagi Harry ketika dia duduk mencoba mengatasi ketakutan dan kelelahannya sendiri; bahwa Horcrux di dadanya berdetak menjauhi masa yang ia lewati…Pikiran bodoh, ia berkata pada diri sendiri, jangan memikirkannya….

Lukanya terasa sakit lagi. Ia kuatir bahwa ia membiarkannya terjadi karena pikiranpikiran itu, dan mencoba menghubungkan mereka kedalam saluran lain. Ia memikirkan Kreacher yang malang, yang mengharapkan mereka pulang dan ternyata Yaxley yang muncul. Apakah peri rumah itu akan tetap diam ataukah akan mengatakan apa yang ia tahu kepada Pelahap Maut? Harry ingin mempercayai bahwa Kreacher telah berubah sikap kepadanya sebulan terakhir, bahwa dia akan setia sekarang, tapi siapa yang tahu apa yang bisa terjadi? Bagaimana jika Pelahap Maut menyiksanya? Gambaran tidak menyenangkan memenuhi kepala Harry dan dia berusaha untuk menyingkirkannya juga, karena tak ada yang bisa dilakukannya untuk menolong Kreacher: Dia dan Hermione telah memutuskan untuk tidak berusaha mengambilnya; bagaimana jika seseorang dari Kementrian ikut bersamanya? Mereka tidak yakin apparition peri rumah akan bebas dari kekacauan yang sama yang membawa Yaxley ke Grimmauld Place bersama lengan Hermione.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.