Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Kelompok penyihir di depannya melihat ke satu sama lain.

“Kita semua sudah diberitahu untuk menutup semua jalan keluar dan jangan biarkan seorangpun—“

“Apakah kau menentangku?” Harry membentak dengan keras. “Apakah kau ingin aku mempelajari silsilah keluargamu, seperi yang aku lakukan pada Dirk Cresswell?”

“Maaf!” kata si penyihir botak sambil menghembuskan nafas, mundur. “Aku tidak bermaksud, Albert, tetapi aku kira ……. mereka semua di interogasi dan…….”

“Darah mereka murni,” kata Harry, dan suara dalamnya menggaung impresif melewati aula. “Lebih murni dibandingkan kalian semua aku berani bertaruh, kalian pergilah,” ia manganjurkan para kelahiran Muggle, yang bergegas menuju ke perapian dan mulai menghilang secara berpasangan. Kementrian Sihir mundur kembali, beberapa terlihat bingung, yang lainnya ketakutan dan marah. Lalu:

“Mary!”

Mrs.Cattermole malihat ke balik bahunya. Reg Cattermole yang sesugguhnya tanpa muntahan tapi pucat dan lesu, baru saja keluar dari lift. “R-Reg?” Dia melihat dari suaminya ke Ron, bersumpah dengan keras. Penyihir botak ternganga, kepalanya berputar dengan menggelikan dari Reg Cattermole

ke yang lain. “Hey — apa yang terjadi? Ada apa ini?” “Tutup jalan keluarnya! TUTUP ITU!” Yaxley telah menerobos keluar dari lift dan yang lainnya berlari ke arah kelompok

disamping perapian yang semuanya adalah kelahiran Muggle tapi Mrs. Cattermole sekarang telah menghilang. Saat penyihir botak mengangkat tongkatnya, Harry mengangkat tinjunya yang sangat besar dan menghantamnya, membuat lelaki itu melayang melewati udara.

“Dia telah menolong para kelahiran muggle kabur, Yaxley!” Harry menjerit.

Teman sekerja penyihir botak berdiri dan jerjadi hiruk pikuk, dibaliknya Ron menggapai Mrs. Cattermole, menariknya ke perapian yang terbuka dan menghilang. Merasa bingung, Yaxley melihat dari Harry ke penyihir lelaki yang dipukulnya, saat Reg Cattermole yang sesngguhnya menjerit, “Istriku! Siapa yang bersama dengan istriku? Apa yang terjadi?”

Harry melihat kepala Yaxley berputar terlihat menuduh melihat kebenaran di wajah kasarnya.

“Ayo!” Harry menjerit pada Hermione; dia menggenggam tangannya dan mereka melompat ke dalam perapian bersama pada saat Yaxley telah meluncurkan kutukan melewati atas kepala Harry. Mereka berputar beberapa saat sebelum muncul di dalam ruangan toilet yang kecil. Harry membuka pintu; Ron telah berdiri di sana di samping tempat cuci tangan, masih bertengkar dengan Mrs. Cattermole.

“Reg, aku tidak mengerti—“

“Ayo pergi, aku bukan suamimu, kau harus pulang ke rumah!”

Terdapat kegaduhan di ruang toilet yang kecil di belakang mereka; harry melihat sekeliling; Yaxley baru saja muncul.

“AYO PERGI!” Harry berteriak. Dia menggenggam tangan Hermione dan lengan Ron dan berbalik dengan segera.

Kegelapan meyelubungi mereka dengan sensasi yang menekan, tetapi ada sesuatu yang salah….. Tangan hermione terasa mulai terlepas dari genggamannya…….

Dia mengira dia akan mati lemas, dia tidak dapat bernafas atau melihat dan dia hanya dapat merasakan di sekelilingnya, lengan Ron dan jari Hermione yang semakin lama tergelincir…..

Dan lalu dia melihat pintu Grimmauld Place nomor dua belas, dengan pengetuk pintu bergambar ular, tapi sebelum dia dapat bernafas tedapat jeritan dan kilatan cahaya ungu; tangan Hermione segera menggapainya dan semua kembali gelap.

================

Bab 14 Si Pencuri

Harry membuka matanya, silau antara hijau dan emas. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi, hanya tahu dia terbaring di antara sesuatu yang tampaknya seperti dedaunan dan ranting. Berusaha untuk mengalirkan udara ke kerongkongan yang terasa sesak, ia mengerjap dan menyadari bahwa cahaya menyilaukan tersebut adalah sinar matahari yang masuk melalui kanopi dedaunan jauh diatasnya. Kemudian sesuatu yang bergerakgerak mendekati wajahnya. Ia mengangkat tubuhnya beralaskan tangan dan lutut, bersiap menghadapi sesuatu yang kecil, makhluk yang galak, tetapi melihat bahwa itu ternyata hanyalah kaki Ron. Mengamati sekeliling, Harry menyadari bahwa mereka berdua dan Hermione terbaring di hutan, tampaknya mereka hanya sendirian.

Pikiran pertama yang terlintas di benak Harry adalah Hutan Terlarang, dan untuk sekejap, walaupun ia tahu betapa bodoh dan berbahaya bagi mereka untuk muncul di tanah Hogwarts, hatinya bergejolak ketika terpikir bahwa mereka mengendap-endap diantara pepohonan di pondok Hagrid. Bagaimanapun, dalam sekejap waktu yang digunakan Ron untuk merintih perlahan dan Harry mulai merangkak mendekatinya, ia menyadari bahwa itu bukan Hutan Terlarang. Pohon-pohonnya kelihatan lebih muda, lebih renggang dan tanahnya lebih bersih.

Dia melihat Hermione, yang juga ditopang tangan dan lututnya, di kepala Ron. Saat matanya memandang Ron, berbagai pikiran berkecamuk di kepala Harry, melihat basah kuyup darah di seluruh sisi kiri tubuh Ron, dan wajahnya menonjol, putih keabuan, berlawanan dengan bumi yang bertaburkan daun. Ramuan Polijus mulai luntur, Ron tampak menjadi setengah Cattermole dan dirinya sendiri. Rambutnya berubah merah dan semakin merah, ketika wajahnya mengalirkan warna yang tertinggal.

“Ada apa dengannya?”

“Splinching, tubuhnya terpisah,” kata Hermione, tangannya masih sibuk di lengan Ron, dimana darahnya paling basah dan paling gelap.

Harry melihat, terkejut, ketika Hermione merobek celana Ron. Selama ini Harry selalu berpikir bahwa Splinching adalah sesuatu yang menggelikan, tapi ini…. Bagian dalam tubuhnya menggeliat tidak nyaman ketika Hermione meletakkan lengan atas Ron yang telanjang, dimana sepotong besar daging telah hilang, seperti terpotong pisau dengan bersih.

“Harry, cepat, di tasku, ada botol kecil berlabel ‘Sari Dittany’-“

“Tas – benar-“

Harry bergerak cepat ke tempat Hermione berada, mencengkeram tas manikmanik kecil, dan menjulurkan tangan ke dalamnya. Barang demi barang tersentuh olehnya sekaligus. Dia merasakan punggung buku-buku kulit, lengan wol baju hangat, tumit sepatu –

”Cepat!“

Dia mengambil tongkatnya dari tanah, dan mengarahkannya ke kedalaman tas ajaib tersebut.

“Accio Ditanny!”

Botol kecil coklat melompat keluar dari tas; dia menangkapnya dan segera kembali pada Hermione dan Ron, yang matanya sekarang setengah tertutup, hanya terlihat garis putih bola mata diantara pelupuknya.

“Dia pingsan,” kata Hermione, yang juga pucat. Dia tidak lagi terlihat seperti Mafalda, walaupun rambutnya masih abu-abu di beberapa tempat. “Lepaskan tutupnya, Harry, tanganku gemetar.”

Harry memutar tutup botol kecil itu hingga terbuka, Hermione mengambilnya dan menuangkan 3 tetes ramuan kedalam luka yang berdarah. Asap kehijauan membumbung keatas, dan ketika asapnya menghilang, Harry melihat darahnya sudah berhenti. Lukanya sekarang terlihat seperti luka lama, kulit baru tumbuh di tempat yang sebelumnya terdapat daging terbuka.

“Wow,” ucap Harry.

“Ini yang kurasa aman untuk dilakukan,” kata Hermione yang masih terguncang. “Ada mantra yang bisa mengembalikannya dengan benar, tapi aku tidak berani mencoba karena kuatir salah dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah… Dia sudah kehilangan terlalu banyak darah….

“Bagaimana ia bisa terluka? Maksudku-“ Harry menggoyangkan kepalanya, mencoba memperjelas, untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi“Kenapa kita disini? Kukira kita kembali ke Grimmauld Place?”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.