Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Seakan-akan menghilang, ia tidak segera sadar perasaan dingin yang tidak biasa yang merayap maju kearahnya. Jika saja ia tidak turun ke bawah ke arah kabut.itu menjadi dingin dan semakin dingin setiap ia melangkah: Perasaan dingin sampai pada tenggorokannya dan mengoyak paru-parunya lalu ia merasakan kehilangan semua kegembiraan, tanpa harapan, mengisinya, semakin besar di dalam dirinya…

Dementor, dia kira.

Ia berlari ke tangga dan berbelok ke kanan, ia baru saja melihat kilasan yang menyeraman. Benda hitam di luar ruang sidang, tinggi, sosok hitam berkerudung, muka mereka benar-benar tersembunyi, mereka bernafas kasar pada tempatnya. Para kelahiran Muggle yang amat ketakutan dibawa masuk untuk diinterogasi duduk berkerumun dan gemetar dalam bangku kayu mereka yang keras. Kebanyakan dari mereka menyembunyikan wajah mereka dalam tangan mereka, mungkin insting untuk mencoba melindungi diri mereka dari mulut rakus dementor. Beberapa duduk berkumpul dengan keluarga mereka, yang lain duduk sendirian. Para dementor melayang naik dan turun di depan mereka, dan udara dingin, dan tanpa harapan dan kehilangan kegembiraan terasa disekeliling Harry seperti kutukan…

Lawan itu, dia berbicara pada dirinya sendiri, tapi dia tahu dia tidak dapat membuat Patronus disini tanpa mendadak menunjukan dirinya. Jadi dia bergerak maju, sediam yang dia bisa, dan setiap dia melangkah dia merasa mati rasa seakan ada sesuatu yang dicuri dari otaknya, tapi kekuatan dirinya untuk memikirkan Hermione dan Ron, yang memerlukannya.

Bergerak seakan-akan naik, sosok hitam menakutkan: Wajah tanpa mata tersembunyi dibawah kerudung saat dia melewatinya, dan dia merasakan mereka, merasakan, mungkin, kehadiran seseorang yang masih mempunyai harapan, seseorang yang tabah…

Dan lalu, dengan tiba-tiba dan mengagetkan ditengah-tengah keheningan membeku, salah satu pintu ruang bawah tanah terbuka dan jeritan bergaung disekelilingnya.

“Tidak, tidak, aku darah campuran, aku darah ampuran, aku beritahu kau! Ayahku seorang penyihir, dia benar-benar, cari dia, Arkie Alderton, dia pembuat sapu terbang yang sangat hebat, cari dia, aku beri tahu kau — lepaskan tanganmu padaku, jauhkan tangan mu dari—“

“Ini peringatan terakhirmu.” kata Umbridge dengan suara lembut, yang dibesarkan dengan sihir sehingga itu terdengar jelas diantara jeritan putus asa. ”Jika kau melawan, kau akan di jadikan subjek kecupan dementor.”

Teriakan lelaki itu mereda, tapi isak tertahan tetap bergaung melewati koridor.

“Bawa dia pergi,” kata Umbridge.

Dua dementor muncul di pintu keluar ruang sidang, mereka busuk, tangan berkeropeng menggenggam tinggi lengan si penyihir pria yang akan telah di pingsankan. Mereka melayang turun melewati koridor dengannya dan kegelapan mengikuti di belakang mereka menelan mereka dari pandangan.

“Selanjutnya — Mary Cattermole.” panggil Umbridge.

Wanita kecil berdiri; dia gemetar dari kepala hingga kaki. Rambut gelapnya yang licin tergelung dengan rapi dan dia mengenakan jubah sederhana. Wajahnya benar benar pucat. Saat dia melewati dementor, Harry melihatnya terguncang.

Dia melakukannya menurut instingnya, tanpa sedikitpun rencana, karena dia benci di pandangi saat berjalan sendirian memasuki ruang bawah tanah: Saat pintu terayun menutup, dia menyelinap kedalam ruang sidang dibelakang wanita itu.

Itu ruangan yang berbeda saat dia diinterogasi karena ia tidak dibenarkan menggunakan sihir. Ruangan ini lebih kecil, melihat langit-langit yang benarbenar tinggi, membuat claustrophobic* merasa terkurung di dasar.

Lebih banyak dementor disini, menyebarkan aura dingin di sekeliling tempat ini: Mereka berdiri tanpa muka berjaga disudut dengan jarak yang cukup aman dari ketinggian, podium yang ditinggikan.disini, dibalik birai, duduk Umbridge, dengan Yaxley di sisinya dan Hermione, wajahnya seputih wajah Mrs. Cattermole, di sisi lainnya.di kaki podium bersinar perak, kucing berambut panjang berkeliling naik dan turun, dan Harry sadar bahwa itu perlindungan penuntut dari perasaan tanpa harapan yang dipancarkan oleh dementor: hanya terdakwa yang merasakan, tidak untuk pendakwa.

“Duduk.” kata Umbridge dalam suara pelan dan halusnya.

Mrs. Cattermole tersandung pada kursi tunggal di tengah tengah lantai dibawah podium yang tinggi. Beberapa saat setelah dia duduk, rantai bergemerincing mengikat tangannya dan melambungkannya di kursi .

“Kau adalah Mary Elizabeth Cattermole?” tanya Umbridge.

Mrs. Cattermole memberi sebuah anggukan

“Menikah dengan Reginald Cattermole dari Departemen Pemeliharaan Sihir?”

Mrs. Cattermole menitikan airmata.

“Aku tidak tahu diamana dia, dia bermaksud menemuiku disini!”

Umbridge mengabaikannya.

“Ibu dari Maisie, Ellie dan Alfred Cattermole?”

Mrs. Cattermole semain terisak dibanding sebelumnya.

“Mereka ketakutan, mereka pikir aku mungkin tidak akan kembali ke rumah—“

“Kecuali bagian dari kita.” Yaxley meludah. ”Anak kecil sombong dari darah lumpur tidak dapat mendapatkan simpati kita.”

Isakan Mrs. Cattermole membuat langkah Harry tidak terdengar saat dia berjalan berhati-hati ke arah podium yang tinggi. Sesaat ia melewati tempat dimana Patronus kucing berpatroli, dia merasakan perbedaan temperatur: Terasa hangat dan nyaman disini. Patronusnya, dan sangat yakin kenapa Umbridge dan yang lainnya ceria karena mereka sangat bahagia disini, di bagiannya membenarkan hukum yang membelit yang dia bantu tulis, ia menepi ke arah podium di samping Umbridge, Yaxley dan Hermione, duduk di belakangnya. Dia sangat khawatir membuat Hermione terlonjak. Dia bermaksud melepaskan mantra Muffliato pada Umbridge dan Yaxley, tetapi bahkan gumaman kata dapat membuat Hermione tahu. Lalu Umbridge meninggikan suaranya kepada

Mrs.Cattermole dan Harry mengambil kesempatan.

“Aku di belakangmu,” dia bergumam di telinga Hermione seperti yang Harry kira, dia melompat dengan hebat, dia hampir menjatuhkan botol tinta yang dia gunakan untuk menulis interogasi, tapi Umbridge dan Yaxley masih berkonsentrasi pada Mrs. Cattermole, dan mereka tidak menyadarinya.

“Tongkat yang di ambil darimu telah tiba di Kementrian hari ini, Mrs. Cattermole.” kata umbbridge “delapan tiga per empat inchi, kayu cherry, dengan inti rambut unicorn. Kau mengakui deskripsinya?”

Mrs. Cattermole mengangguk, mengelap matanya pada lengan baju.

“Dapatkah kau memberi tahu kita dari penyihir mana perempuan atau lelaki kau mengambil tongkat ini?”

“M-mengambil?” isak Mrs. Cattermole. “Aku tidak m-mengambil itu dari seseorang. Aku membelinya saat aku berumur sebelas tahun. Tongkat itu — itu — itu memilihku.”

Dia menangis lebih keras dari sebelumnya.

Umbridge tertawa pelan, tawa genit membuat Harry ingin menyerangnya. Dia bersandar pada palang, agar lebih baik mengobservasi korbannya, dan sesuatu yang keemasan berayun kedepan, dan terjuntai ke udara kosong : kalungnya.

Hermione melihatnya, dia menjerit kecil, tapi Umbridge dan Yaxley, masih bersungguhsungguh pada mangsanya, tidak peduli pada apa yang terjadi.

“Tidak,” kata Umbridge, “tidak, aku pikir tidak begitu, Mrs. Cattermole. Tongkat hanya memilih penyihir perempuan atau lelaki. Kau bukan seorang penyihir. Aku harus mengetahui pendapatmu tentang pertanyaan ini karena itu kau dikirim ke sini — Mafalda, lewatkan mereka untukku.”

Umbridge mengulurkan tangannya yang kecil : Dia benar-benar terlihat seperti kodok untuk beberapa saat yang Harry benar-benar kaget dia tidak punya selaput di antara jarijarinya yang pendek. Tangan Hermione bergetar kaget. Dia meraba-raba tumpukan dokumen yang seimbang pada kursi disebelahnya. Akhirnya dia berhasil mengambil lembaran perkamen dengan nama Mrs. Cattermole di atasnya.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.