Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Ketiganya menoleh. Perut Harry terasa jungkir balik. Seorang Pelahap Maut yang telah menyaksikan kematian Dumbledore sedang berjalan ke arah mereka. Pegawai Kementrian di sekitar mereka langsung terdiam, mata mereka menunjukkan rasa putus asa, Harry dapat merasakan ketakutan menjalari mereka. Pria itu terlihat marah dan sedikit kejam, terlihat begitu aneh dalam jubah hitamnya yang penuh dengan sulaman benang emas. Seseorang dalam kerumunan memanggil, “Pagi, Yaxley!” tapi Yaxley tidak peduli.

“Aku meminta seseorang dari Pemeliharaan Sihir untuk membetulkan kantorku, Cattermole. Kantorku kehujanan.”

Ron diam saja berharap kalau yang dimaksud bukan dirinya, tapi tidak seorang pun menyahut.

“Hujan… di kantormu? Itu – itu tidak baik, kan?”

Ron tertawa gugup. Mata Yaxley melebar.

“Kau pikir itu lucu, Cattermole?”

Beberapa orang keluar dari barisan dan bergegas pergi.

“Tidak,” kata Ron, “Tentu saja tidak.”

“Kau tahu, kan, kalau aku akan turun untuk menginterogasi istrimu, Cattermole? Aku malah terkejut tidak melihatmu sedang menggenggam tangan istrimu saat ia menunggu di bawah sana. Sudah menganggapnya sebagai pilihan yang salah? Cukup bijaksana. Pastikan kau menikahi seorang darah murni lain waktu.”

Hermione mendesah ketakutan. Yaxley menatapnya. Hermione terbatuk pelan dan menoleh ke arah lain.

“Aku – aku,” kata Ron tergagap.

“Kalau istriku disangka seorang Darah Lumpur,” kata Yaxley, “– wanita sampah seperti itu tidak akan pernah aku nikahi – dan Kepala Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir harus bekerja, dan pekerjaanku sangat penting, Cattermole. Kau mengerti?”

“Ya,” bisik Ron.

“Kalau begitu bekerjalah, Cattermole. Dan bila kantorku belum kering dalam satu jam, Status Darah istrimu akan jauh lebih buruk daripada sekarang.”

Teralis emas di belakang mereka terbuka. Dengan anggukan dan senyum kaku pada Harry, yang diharapkan senang dengan perlakuan terhadap Cattermole, Yaxley masuk ke lift. Harry, Ron, dan Hermione masuk ke lift lain dan tidak ada yang masuk bersama mereka, seakan mereka menular. Teralis itu tertutup dan mulai bergerak naik.

“Apa yang harus kulakukan?” tanya Ron seketika pada Harry dan Hermione. Ia terlihat tegang. “Kalau aku tidak datang, istriku… maksudku, istri Cattermole…”

“Kami akan ikut denganmu, kita harus tetap bersama,” kata Harry, tapi Ron menggelengkan kepalanya dengan keras.

“Tidak mungkin, kita tidak punya cukup waktu. Kalian berdua pergi ke kantor Umbridge, aku akan membetulkan kantor Yaxley – tapi bagaimana aku menghentikan hujan?”

“Coba Finite Incantatem,” kata Hermione, “akan berhasil kalau disebabkan oleh kutukan. Kalau tidak, berarti ada yang salah dengan Mantera Atmosfernya. Dan itu akan susah untuk diperbaiki, jadi untuk sementara lebih baik gunakan Impervius untuk menjaga barang-barangnya tetap kering.”

“Ulangi lagi, tapi pelan-pelan,” kata Ron yang putus asa, sambil mencoba mencari pena bulu di kantungnya, tapi lift tiba-tiba berhenti. Terdengar suara wanita, “Lantai Empat, Departemen Regulasi dan Kontrol Makhluk Gaib, termasuk Divisi Hewan, Makhluk, dan Hantu, Kantor Hubungan Goblin, dan Biro Pengendali Hama,” dan teralis pun terbuka lagi. Seorang pria masuk dan pesawat kertas ungu beterbangan masuk berputar di sekitar lampu lift.

“Pagi, Albert,” kata seorang pria berkumis yang tersenyum pada Harry. Harry melirik ke arah Ron dan Hermione saat lift bergerak naik. Ia melihat Hermione sedang membisikkan instruksi pada Ron. Pria tadi mendekati Harry, meliriknya, dan berbisik, “Dirk Cresswell, kan? Dari Kantor Hubungan Goblin? Bagus sekali, Albert. Aku yakin aku akan mendapatkan pekerjaannya sekarang!”

Pria itu mengedip. Harry tersenyum, berharap agar hal ini segera berakhir. Lift berhenti dan teralis membuka kembali.

“Lantai Dua, Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir, termasuk Kantor Penggunaan Sihir Yang Tidak Perlu, Markas Auror, dan Dinas Administrasi Wizengamot.”

Harry melihat Hermione mendorong Ron dan ia bergegas keluar lift, diikuti oleh pria tadi, meninggalkan Harry dan Hermione berdua. Saat teralis tertutup, Hermione langsung berkata, “Lebih baik aku ikut Ron, Harry. Aku tidak yakin Ron bisa melakukannya, dan bila dia ketahuan…”

“Lantai Satu, Kementrian Sihir dan Staf Pendukung.”

Teralis emas terbuka lagi dan Hermione terdiam.

Empat orang berdiri di depan mereka. Dua di antaranya sedang sibuk berbicara. Seorang pria berambut panjang dalam jubah hitam dan emas. Dan seorang wanita seperti kodok dengan pita merah menghiasi rambut pendeknya, sedang menggamit papan di dadanya.

 

Bab 13: Komisi Pendaftaran Kelahiran Muggle

“Ah, Mafalda!” kata Umbridge, melihat pada Hermione. ”Travers mengirimmu, benar kan?”

“Y-ya.” cicit Hermione.

“Bagus, yang kau kerjakan sangat bagus.” Umbridge bicara pada penyihir lakilaki dalam pakaian hitam dan emas. ”Dengan demikian masalah selesai. Pak Menteri, jika Mafalda dapat menjaga catatannya kita segera siap untuk memulai.” dia memeriksa clipboardnya. ”Sepuluh orang hari ini dan salah satunya istri dari pekerja Kementrian! Tut, tut… bahkan di sini, di jantung Kementrian!” dia melangkahkan kakinya di samping Hermione, dua orang penyihir pria yang telah mendengarkan pecakapan antara Umbridge dengan Menteri. ”Kita akan turun kebawah, Mafalda, kau akan menemukan semua yang kau perlukan di ruang sidang. Selamat pagi Albert, kau akan keluar?”

“Ya, tentu saja,” kata Harry dengan suara berat Runcorn.

Harry keluar dari lift. Terali emas begemerincing menutup di belakangnya. Menengok melewati bahunya, Harry melihat Hermione, kekhawatiran terpampang di wajahnya, seorang penyihir pria tinggi di sampingnya, pengikat rambut beludru Umbridge sejajar dengan bahunya.

“Apa yang membawamu kesini, Runcorn?” tanya menteri sihir yang baru. Dia tinggi, berambut gelap dan janggutnya bersinar keperakan, dan di bawah dahinya bayangan matanya mengilat, yang dalam bayangan Harry seperti kepiting yang keluar dari balik batu.

“Perlu bicara secepatnya dengan,” Harry ragu-ragu beberapa saat, ”Arthur Weasley. Seseorang berkata ia berada di tingkat satu.”

“Ah,” kata Plum Thicknesse. ”Apakah ia sudah terbukti punya hubungan dengan pihak tak diinginkan?”

“Tidak.” kata Harry, tenggorokannya serasa kering. ”Tidak, tidak seperti itu.”

“Ah, well. Itu hanya soal waktu,” kata Thicknesse. ”Jika kau bertanya padaku, darah pengkhianat sama buruknya dengan darah lumpur. Selamat siang, Runcorn.”

“Selamat siang, Pak Menteri.”

Harry melihat Thicknesse berjalan ke arah koridor berkarpet. Saat Menteri telah hilang dari pandangan, Harry menarik keluar Jubah Gaib dari dalam kantung jubah hitamnya, mengenakannya dan mulai ke arah koridor yang berlawanan. Runcorn sangat tinggi sehingga Harry harus berdiri maju mundur untuk memastikan kaki besarnya telah tersembunyi.

Kepanikan bergetar pada perut Harry, selama dia melewati pintu demi pintu kayu yang berkilat, masing-masing mempunyai plat dengan masing-masing nama dan pekerjaan, kekuatan kementrian, kerumitannya, sulitnya dimasuki, tampaknya berusaha melawannya sehingga rencana yang telah mereka susun dengan hati hati bersama Ron dan Hermione selama empat minggu menjadi tampak kekanak-kanakan. Mereka telah memikirkan segala usaha untuk memasuki Kementrian tanpa terdeteksi: Mereka tidak menyempatkan diri untuk memikirkan apa yang akan mereka lakukan apabila mereka terpencar. Hermione sekarang tertahan di proses pengadilan yang tak diragukan lagi memakan waktu berjam-jam; Ron sedang berjuang melakukan sihir yang Harry yakin diluar kemampuannya, kebebasan seorang wanita kemungkinan bergantung pada hasilnya, dan dia, Harry, berkeliling di lantai atas saat dia tahu pasti target pencariannya telah turun di dalam lift.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.