Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Para Pelahap Maut menggeledah The Burrow dari atas hingga bawah,” Lupin melanjutkan. “Mereka menemukan Ghoul itu, tetapi mereka tidak ingin dekatdekat dengan ghoul itu – dan mereka menginterogasi kami selama beberapa jam. Mereka mencoba untuk mendapatkan informasi tentangmu, Harry, tapi tentu tidak ada yang tahu mengenai keberadaanmu selain anggota Orde.

“Di waktu yang bersamaan, Pelahap Maut juga menerobos rumah-rumah anggota Orde di negeri ini. Tidak ada yang meninggal,” tambah Lupin dengan cepat, “tetapi mereka kejam. Mereka membakar rumah Dedalus Diggle, tetapi kalian tahu ia tidak disana, dan mereka menggunakan kutukan Cruciatus kepada keluarga Tonks. Seperti yang sudah kukatakan tadi, untuk mencari tahu ke mana kau pergi setelah mengunjungi mereka. Mereka baik-baik saja – terguncang, tetapi yang lain baik-baik saja.”

“Para Pelahap Maut berhasil menerobos Mantra Pelindung itu?” Harry bertanya, mengingat bagaimana efektifnya mantra itu pada malam ia sampai di halaman rumah keluarga Tonks.

“Yang harus kau tahu, Harry, Pelahap Maut mendapat dukungan dari Kementrian sekarang,” kata Lupin. “Mereka dapat menggunakan mantra yang brutal, tanpa takut akan diidentifikasi atau ditahan. Mereka dapat menembus setiap perlindungan yang kami buat, dan saat mereka berhasil masuk, mereka dapat masuk ke tempat yang lain juga.”

“Dan apakah mereka akan menganiaya orang-orang agar mengetahui dimana Harry berada?” tanya Hermione dengan nada tinggi.

”Ya,” Lupin kelihatan ragu-ragu, lalu menarik sebuah Daily Prophet.

“Ini,” katanya, memberikannya pada Harry, “cepat atau lambat kau akan tahu. Itu yang mereka gunakan untuk mencarimu.”

Harry meluruskan gulungan koran itu. Sebuah foto besar wajahnya mengisi halaman pertama dengan tajuk utama:

DICARI ORANG YANG BERKAITAN DENGAN KEMATIAN ALBUS DUMBLEDORE

Ron dan Hermione mengerang marah, tetapi Harry tidak mengatakan sepatah kata pun. Ia mendorong jauh koran itu; ia tidak ingin membacanya lagi: Ia tahu apa yang akan mereka katakan. Tidak seorang pun tahu siapa yang membunuh Dumbledore kecuali mereka yang ada di atas menara saat Dumbledore meninggal. Dan Rita Skeeter telah berkata pada dunia sihir bahwa ada seseorang yang melihat Harry berlari dari menara sesaat setelah Dumbledore jatuh.

“Maaf, Harry,” kata Lupin.

“Jadi para Pelahap Maut sudah menguasai Daily Prophet juga?” tanya Hermione, nada suaranya marah.

Lupin mengangguk.

“Tetapi apakah masyarakat menyadari apa yang sedang terjadi?”

”Pengambil-alihan itu dilakukan dengan licin dan hati-hati,” kata Lupin. ”Versi resmi tentang pembunuhan Scrimgeour adalah pengunduran diri, dan dia digantikan oleh Pius Thicknesse yang berada di bawah Mantra Imperius.”

“Mengapa Voldemort tidak menyatakan dirinya sebagai Menteri Sihir?” tanya Ron.

Lupin tertawa.

”Dia tidak perlu melakukannya Ron. Karena memang dialah Menteri Sihir, tapi mengapa harus berada di belakang meja Kementrian? Bonekanya, Thicknesse, yang akan melakukan semua kegiatan Menteri. Sementara dia dapat mengembangkan pengaruhnya dalam Kementrian.

“Sebenarnya, banyak orang yang sudah menyimpulkan apa yang telah terjadi. Sudah terjadi perubahan yang dramatis di Kementrian pada beberapa hari terakhir, dan banyak yang berbisik bahwa Voldemort pastilah berada di baliknya. Bagaimanapun, itu kesimpulannya: Mereka saling berbisik. Mereka tidak percaya satu sama lain, tidak tahu siapa yang harus dipercaya; mereka takut untuk berbicara, bila kesimpulan mereka benar, keluarga mereka akan menjadi target Voldemort. Ya, Ya, Voldemort memainkan kartunya dengan baik. Menyatakan diri sebagai Menteri malah akan memicu pemberontakan. Jadi dia tetap di belakang topengnya, menciptakan keragu-raguan, ketidapastian, dan rasa takut”

“Dan perubahan dramatis dalam Kementrian,” kata Harry, “membuat dunia sihir melawanku daripada Voldemort?”

“Itu salah satunya,” kata Lupin, “dan ini adalah tujuan utamanya. Sejak kematian Dumbledore, kau, Anak-yang-Bertahan-Hidup, adalah simbol dan harapan untuk melawan Voldemort. Tapi membuat anggapan bahwa kau ada sangkut pautnya dengan kematian sang pahlawan, Voldemort tidak hanya meletakkan sekantung emas di atas kepalamu, tapi juga memberi rasa takut bagi siapa pun yang membantumu.”

“Sementara itu, Kementrian sudah mulai melakukan tindakan pada penyihir kelahiran Muggle.”

Lupin menunjuk Daily Prophet.

“Lihat halaman dua.”

Hermione membalik halaman Daily Prophet dengan ekspresi yang sama saat ia memegang buku Secrets of The Dark Arts.

“Registrasi penyihir kelahiran Muggle!” Hermione membacanya dengan suara keras, “’Kementrian Sihir sedang melakukan survey ‘Penyihir Kelahiran Muggle’ untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana mereka memiliki kemampuan sihir.”

“Riset yang dilakukan Departemen Misteri baru-baru ini menyatakan bahwa sihir hanya bisa diberikan dari satu orang ke orang lainnya ketika penyihir dilahirkan. Karena tidak terbukti tidak memiliki keturunan penyihir, kelahiran Muggle diduga dapat memiliki kemampuan sihir dengan mencurinya.”

“Kementrian membuat ketetapan untuk mengambil kembali kemampuan sihir mereka, dan sudah mengirimkan undangan kepada setiap penyihir kelahiran Muggle untuk datang menghadiri wawancara dengan Komisi Registrasi Kelahiran Muggle yang baru.”

“Orang-orang tidak akan membiarkan ini terjadi,” kata Ron.

“Ini sedang terjadi Ron,” kata Lupin. “Penyihir kelahiran Muggle sedang dikumpulkan saat ini.”

“Tetapi bagaimana mereka bisa berpikiran tentang ’mencuri’ kemampuan sihir?” kata Ron. “Jika kau bisa mencuri sihir, maka tidak akan ada Squib, kan?”

“Aku tahu,” kata Lupin. “Namun, jika kau tidak dapat membuktikan bahwa kau memiliki setidaknya satu hubungan dengan penyihir, sekarang kau dianggap memiliki kekuatan sihir secara ilegal dan harus menerima hukumannya.”

Ron memandang Hermione, lalu berkata, “Bagaimana jika penyihir berdarahmurni dan berdarah campuran bersumpah bahwa penyihir keturunan Muggle adalah bagian dari keluarga mereka? Aku akan bercerita kepada semua orang bahwa Hermione adalah sepupuku – ”

Hermione merangkul tangan Ron dan meremasnya.

“Terima kasih Ron, tetapi aku tidak akan membiarkanmu – ”

“Kau tidak akan punya pilihan,” tegas Ron, memegang tangan Hermione. “Aku

akan menceritakan silsilah keluargaku padamu sehingga kau bisa menjawab pertanyaan tentang mereka.”

Hermione tertawa.

“Ron, saat ini kita sedang bersama dengan Harry Potter, orang yang paling dicari di negara ini, aku rasa itu tidak masalah. Jika aku kembali ke sekolah, itu akan berbeda. Apa rencana Voldemort pada Hogwarts?” tanya Hermione ke Lupin.

“Setiap siswa dan siswi diwajibkan untuk hadir,” jawab Lupin. “Baru diumumkan kemarin. Sebuah perubahan, karena sebelumnya hal itu bukanlah sebuah kewajiban. Tentu, hampir setiap penyihir di Inggris bersekolah di Hogwarts, tapi orang tua mereka juga punya hak untuk memilih apakah mereka ingin mengajar anak mereka sendiri di rumah atau mengirim mereka ke luar negeri. Dengan cara ini, Voldemort dapat menguasai seluruh populasi dunia sihir melalui anak mereka. Dan juga cara lain untuk menyiangi para kelahiran Muggle, karena para siswa diberi Status Darah – sebagai bukti pada Kementrian bahwa mereka keturunan penyihir – sebelum mereka diizinkan untuk bersekolah.”

Harry merasa muak dan marah. Saat ini mungkin saja ada seorang anak berusia sebelas tahun, dengan penuh semangat menata setumpuk buku-buku mantera baru, tanpa

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.