Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Kreacher tidak kembali hari itu, juga tidak keesokan harinya. Namun, dua lakilaki berjubah muncul di depan rumah nomor dua belas itu, dan mereka tinggal

disana sampai malam, memandang ke arah rumah yang tidak bisa mereka lihat.

“Aku yakin mereka adalah Pelahap Maut,” kata Ron, saat ia, Harry, dan Hermione memandang dari jendela. “Apa mereka tahu bahwa kita disini?”

“Kupikir tidak,” kata Hermione, walaupun ia terlihat ketakutan, ”atau mereka akan mengirim Snape untuk mengejar kita?”

“Kau pikir Snape akan kemari dan lidahnya terikat dengan kutukan Moody?” tanya Ron.

“Ya,” kata Hermione, “Snape bisa memberitau banyak cara bagaimana mereka bisa masuk, ya kan? Tapi sepertinya mereka menunggu apakah kita akan muncul. Mereka tentu tahu kalau Harry pemilik rumah ini sekarang.”

“Bagaimana mereka – ”

“Wasiat para penyihir diperiksa Kementrian, ingat? Mereka akan tahu bahwa Sirius mewariskan tempat ini padamu.”

Kehadiran Pelahap Maut di luar meningkatkan perasaan tidak menyenangkan di dalam rumah nomor dua belas. Mereka tidak mendengar kabar dari siapapun di sekitar Grimmauld Place sejak Patronus Mr. Weasley, dan ketegangan mulai bertambah. Gelisah dan sensitif, Ron melakukan kebiasaan yang menjengkelkan dengan bermain-main dengan Deluminator; Ini membuat Hermione sangat marah, karena sambil menunggu Kreacher, ia mempelajari buku The Tales of Beedle the Bard dan merasa kesal karena lampu yang terus-terusan berkelip nyala mati.

“Bisakah kau berhenti?” teriak Hermione pada hari ketiga sejak kepergian Kreacher, saat cahaya mati-menyala lagi.

“Maaf, maaf!” kata Ron sambil mengembalikan cahaya itu dengan Deluminator. “Aku tidak sadar telah melakukannya!”

“Bisakah kau melakukan sesuatu yang berguna untuk dirimu?”

“Apa, seperti membaca cerita anak-anak?”

“Dumbledore meninggalkanku buku ini, Ron -”

“- dan ia meninggalkanku Deluminator ini, mungkin aku harus melakukan sesuatu dengan ini!”

Tidak tahan mendengar pertengkaran itu, Harry keluar dari ruangan secara diam-diam. Ia melihat ke bawah, ke arah dapur, karena itu adalah tempat Kreacher muncul. Di tengah jalan menuju ke aula, Harry mendengar langkah kaki di pintu depan, dan terdengar suara dentingan logam dan rantai.

Seluruh sarafnya menjadi tegang: Harry mengeluarkan tongkatnya, lalu bersembunyi dalam bayangan potongan kepala peri rumah dan menunggu. Pintu terbuka: Harry melihat kilauan cahaya dari lampu jalan, dan seseorang berjubah masuk ke aula dan menutup pintu di belakangnya. Orang itu berjalan maju selangkah, dan suara Moody bertanya, “Severus Snape?”. Lalu sosok berdebu muncul dan menuju ke arah orang asing itu dengan tangan terangkat.

“Bukan aku yang membunuhmu, Albus,” katanya dengan suara yang pelan.

Sosok berdebu itu meletup, dan tidak mungkin dapat melihat orang asing itu karena kabut debu yang baru saja muncul. Harry menunjuk tongkatnya ke tengah-tengah awan itu.

“Jangan bergerak!”

Ia lupa akan lukisan Mrs. Black: Saat Harry berteriak, tirai yang menutupi lukisan itu terbuka dan Mrs. Black mulai berteriak, ”Darah Lumpur dan sampah mengotori rumahku…”

Ron dan Hermione bergegas turun ke bawah dan berhenti di belakang Harry, tongkat mereka terarah ke orang asing yang sekarang berdiri di ruang tengah dengan tangan terangkat.

“Tahan dulu, ini aku, Remus!”

“Oh, untunglah,” kata Hermione lemas yang tongkatnya langsung terarah ke lukisan Mrs. Black dan tirai itu menutup kembali dan suasana kembali hening. Ron menurunkan tongkatnya, tetapi Harry tidak.

“Buktikan!”

Lupin berjalan maju ke arah cahaya, dan tangannya masih terangkat, seperti orang menyerahkan diri.

“Aku Remus John Lupin, seorang manusia serigala, terkadang dikenal sebagai Moony, salah satu dari empat orang pembuat Peta Perampok, menikah dengan Nymphadora, biasanya dikenal dengan Tonks, dan aku mengajarkanmu bagaimana cara menghasilkan Patronus, Harry, yang berupa rusa jantan.”

“Oh, baiklah,” kata Harry, menurunkan tongkatnya, “tetapi aku harus memastikannya, kan?”

“Sebagai mantan guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam-mu, aku setuju bahwa kau harus memastikannya. Ron, Hermione, kalian seharusnya tidak terlalu cepat menurunkan pertahanan kalian.”

Mereka berita berjalan mendekati ke Lupin. Terbungkus dengan jubah berpergian yang tebal, ia terlihat lemah, tetapi senang bertemu dengan mereka.

“Tidak ada tanda dari Severus?” ia bertanya.

“Tidak,” kata Harry. “Apa yang terjadi? Apakah semuanya baik-baik saja?”

“Ya,” kata Lupin, “tetapi kita semua diawasi. Ada sepasang Pelahap Maut di luar

-”

“- Kami tahu – ”

“- aku harus ber-Apparate langsung ke pintu agar mereka tidak akan melihatku. Mereka tidak tahu apakah kau ada di sini karena kalau mereka tahu, mereka pasti akan mengerahkan lebih banyak orang. Mereka memata-matai setiap tempat yang berhubungan denganmu, Harry. Ayo turun ke bawah, banyak hal yang harus kuceritakan kepadamu, dan aku ingin tahu apa yang terjadi pada kalian setelah kalian meninggalkan The Burrow.”

Mereka turun ke dapur, di mana Hermione mengarahkan tongkatnya ke perapian. Api menyala: Api itu memberi ilusi kenyamanan dalam ruangan berdinding batu dengan meja kayu panjang di tengahnya. Lupin mengeluarkan beberapa butterbeer dari jubahnya dan mereka duduk.

“Aku sudah di sini tiga hari yang lalu tetapi aku harus mengecoh Pelahap Maut yang menguntitku,” kata Lupin. “Jadi kalian datang kesini setelah pernikahan itu?”

“Tidak,” kata Harry, “sebelumnya kami berhasil melarikan diri dari sepasang Pelahap Maut yang berada di kafe Jalan Tottenham Court.”

Lupin menumpahkan butterbeer-nya.

“Apa?”

Mereka menjelaskan apa yang telah terjadi; ketika mereka selesai, Lupin tampak terkejut.

“Tetapi bagaimana mereka menemukan kalian secepat itu? Tidak mungkin melacak seseorang yang ber-Apparate kecuali kau memeganginya saat mereka melakukannya!”

“Dan mereka tidak mungkin hanya berjalan-jalan saja di Jalan Tottenham Court saat itu, kan?” kata Harry.

“Kami menduga,” kata Hermione, “mungkinkah Harry masih meninggalkan pelacak?”

“Tidak mungkin,” kata Lupin. Ron kelihatan puas, dan Harry merasa lega. “Lagipula mereka pasti tau Harry ada di sini jika ia masih memiliki pelacak, kan? Tetapi aku tidak tau bagaimana mereka bisa melacakmu sampai ke Tottenham Court. Mencemaskan, sungguh mencemaskan..”

Lupin terlihat aneh, tapi selama Harry berkonsentrasi, pertanyaan itu dapat menunggu.

“Ceritakan pada kami apa yang terjadi setelah kami pergi, kami tidak mendapat kabar apapun sejak ayah Ron memberitau bahwa keluarganya aman.”

“Baiklah, Kingsley menyelamatkan kami,” kata Lupin.”‘Untung saja dia mengirim Patronus sehingga para tamu dapat ber-Disapparate sebelum mereka datang.”

“Mereka yang kau maksud Pelahap Maut atau orang Kementrian?” tanya Hermione.

“Keduanya; tetapi tujuan mereka semua sama,” kata Lupin. “Ada sekitar selusin dari mereka, tetapi mereka tidak tahu bahwa kau disana, Harry. Arthur mendengar rumor bahwa mereka mencoba menanyakan keberadaanmu pada Scrimgeour sambil menyiksanya, sebelum mereka membunuhnya; jika itu benar, artinya Scrimgeour tidak memberitahukan apapun tentangmu.”

Harry menatap Ron dan Hermione; mereka kelihatan terkejut dan bersyukur. Harry tidak pernah menyukai Scrimgeour, tetapi bila yang Lupin katakan itu benar, yang dilakukan Scrimgeour untuk terakhir kalinya itu bertujuan untuk melindunginya.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.