Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Dan Regulus menyuruh untuk meminum cairan itu?” kata Harry muak.

Kreacher menggelengkan kepalanya dan menangis. Tangan Hermione naik menutupi mulutnya, sepertinya ia memahami sesuatu.

“T-Tuan Regulus mengeluarkan liotin dari kantungnya, liontin yang mirip seperti liontin milik Pangeran Kegelapan,” air mata Kreacher mengalir di kedua sisi hidungnya. “Dan beliau menyuruh Kreacher untuk mengambil liontin. Begitu baskom itu kosong, Kreacher harus menukarnya.”

Isakan Kreacher semakin menjadi. Harry harus berkonsentrasi tinggi untuk mengerti.

“Dan beliau menyuruh – Kreacher pergi – meninggalkan beliau. Beliau menyuruh Kreacher pulang – dan tidak boleh bilang pada Nyonya – apa yang beliau lakukan – dan harus menghancurkan – liontin asli. Dan beliau minum – semua cairan itu – dan Kreacher menukar liontin itu – dan melihat… saat Tuan Regulus… ditarik ke dalam danau… dan…”

“Oh, Kreacher!” ratap Hermione yang juga menangis. Hermione berlutut di sebelah si peri rumah dan berusaha untuk memeluknya. Tiba-tiba Kreacher berdiri, menjauh dari Hermione, jelas menolak untuk dipeluk.

“Si Darah Lumpur menyentuh Kreacher, tidak boleh, apa kata nyonya?”

“Sudah kubilang kau tidak boleh menyebut Hermione “Darah Lumpur”!” geram Harry, tapi si peri rumah sudah menghukum dirinya sendiri. ia menghantamkan dahinya ke lantai.

“Suruh dia berhenti – suruh dia berhenti!” teriak Hermione. “Oh, tidak bisakah kau melihat betapa dia harus menurut padamu?”

“Kreacher – berhenti, berhenti!” teriak Harry.

Si peri rumah terbaring di lantai, terengah-engah, dan gemetaran. Lendir hijau keluar dari hidungnya, memar muncul di mana ia menghantamnya tadi, dan matanya bengkak, merah, dan dipenuhi air mata. Harry tidak pernah melihat seuatu yang semenyedihkan ini.

“Jadi kau membawa liontin itu ke rumah,” kata Harry tetap ingin mengetahui keseluruhan cerita. “Dan kau berusaha untuk menghancurkannya?”

“Kreacher bahkan tidak dapat menggoresnya,” erang si peri rumah. “Kreacher mencoba semua, semuanya yang ia tahu, tapi tidak berhasil, tidak ada yang berhasil… begitu banyak sihir yang melindungi. Kreacher yakin untuk menghancurkannya, liontin itu harus dibuka, tapi tidak bisa terbuka… Kreacher menghukum dirinya sendiri, lalu mencoba lagi, menghukum dirinya sendiri, lalu mencoba lagi. Kreacher gagal memenuhi perintah, Kreacher tidak dapat menghancurkan liontin itu! Dan Nyonya begitu marah dan bersedih karena Tuan Regulus menghilang, dan Kreacher tidak dapat bercerita apa yang terjadi, tidak, karena Tuan Regulus telah m-melarang Kreacher memberitahu k-keluarga apa yang terjadi di g-gua…” Isakan Kreacher semakin keras sehingga kata-kata yang keluar tidak lagi jelas. Air mata Hermione mengalir di pipinya saat ia melihat Kreacher, tapi Hermione tidak berani untuk menyentuhnya lagi. Bahkan Ron yang tidak menyukai Kreacher, terlihat kasihan. Harry duduk di atas tumitnya dan menggelengkasn kepala, mencoba menarik kesimpulan.

“Aku tidak mengerti, Kreacher,” kata Harry. “Voldemort mencoba membunuhmu, Regulus mati karena ingin menjatuhkan Voldemort, tapi kau masih dengan senang hati mengkhianati Sirius demi Voldemort? Dengan senang hati kau mendatangi Narcissa dan Bellatrix dan memberikan informasi pada Voldemort melalui mereka…”

“Harry, Kreacher tidak berpikir seperti itu,” kata Hermione yang sedang menghapus air mata dengan punggung tangannya. “Dia itu budak, peri rumah terbiasa diperlakukan buruk, bahkan kejam. Dan yang Voldemort lakukan padanya hanyalah suatu hal yang biasa. Apa artinya perang antarpenyihir untuk peri rumah seperti Kreacher? Dia setia pada orang yang baik padanya, dan nyonya Black pasti baik padanya, begitu pula Regulus. Jadi Kreacher melayani mereka dengan tulus dan meniru apa yang mereka percaya. Aku tahu apa yang akan kau katakan,” lanjut Hermione saat Harry akan memprotes, “kalau regulus berubah pikiran… tapi sepertinya dia tidak menjelaskannya pada Kreacher. Dan aku pikir aku tahu mengapa. Kreacher dan keluarga Black akan lebih aman dalam garis kedarah-murnian mereka. Regulus hanya berusaha untuk menyelamatkan mereka semua.”

“Sirius…”

“Sirius tidak suka pada Kreacher, Harry, dan kau tahu itu. Kreacher sudah sendirian dalam waktu yang lama saat Sirius kembali untuk tinggal di rumah ini, dan mungkin Kreacher haus akan kasih sayang. Aku yakin ‘Nona Cissy’ dan ‘Nona Bella’ cukup menyenangkan bagi Kreacher, jadi ia mencoba menyenangkan hati mereka dan memberitahu apa yang mereka inginkan. Sudah kukatakan bahwa para penyihir akan membayar apa yang mereka lakukan pada peri rumah. Voldemort… dan juga Sirius…”

Harry tidak membalas. Saat Harry melihat Kreacher yang terisak di lantai, ia ingat apa yang Dumbledore katakan padanya, beberapa jam setelah kematian Sirius, kurasa Sirius tidak menganggap Kreacher sebagai makhluk yang punya perasaan seperti manusia…

“Kreacher,” kata Harry, setelah beberapa saat, “saat kau sudah lebih baik, er… duduklah.”

Beberapa menit kemudian Kreacher berhenti dari isakannya dan terdiam. Lalu memaksa dirinya untuk kembali ke posisi duduk sambil menggosok-gosok jarinya ke matanya seperti anak kecil.

“Kreacher, aku ingin kau, kalau kau mau, pergi dan mencari Mundungus Fletcher. Kami harus tahu di mana liontin itu – liontin Tuan Regulus. Ini penting.

Kami ingin menyelesaikan apa yang Tuan Regulus lakukan, kami ingin – er – memastikan bahwa ia tidak mati sia-sia.”

Kreacher menjatuhkan kepalan tangannya dan menatap Harry.

“Menemukan Mundungus Fletcher?” kata Kreacher.

“Dan membawanya kemari, ke Grimmauld Place,” kata Harry. “Apakah kau bisa melakukannya untuk kami?”

Kreacher mengangguk dan berdiri, tiba-tiba Harry mendapat sebuah ide. Ia mengeluarkan kantung pemberian Hagrid dan mengambil Horcrux palsu, liontin pengganti dengan catatan dari Regulus untuk Voldemort di dalamnya.

“Kreacher, aku, er, ingin kau memiliki ini,” kata Harry sambil menyodorkan liontin itu pada tangan si peri rumah. “Liontin ini milik Regulus dan aku yakin ia ingin kau memilikinya sebagai tanda terima kasih karena kau sudah…”

“Jangan berlebihan, sobat,” kata Ron. Lalu si peri rumah menatapi liontin itu dan darinya keluar suara lolongan keterkejutan dan kesedihan, dan kembali melemparkan dirinya ke lantai.

Butuh tiga puluh menit untuk menenangkan Kreacher, yang begitu senang karena telah dihadiahi dengan peninggalan keluarga Black, dan ia mencoba berdiri dengan lutut lemahnya. Setelah akhirnya Kreacher mampu melangkah, mereka membantu Kreacher untuk kembali ke lemarinya, melihatnya meletakkan liontin itu di atas selimut kotornya, dan meyakinkan bahwa mereka akan melindungi liontin itu selama Kreacher pergi. Lalu Kreacher membungkuk rendah pada Harry dan Ron, dan bahkan mengejang aneh ke arah Hermione sebagai bentuk penghormatan, sebelum akhirnya ia ber-Disapparate dengan suara crack keras seperti biasa.

 

Bab 11 Uang Sogokan*

Jika Kreacher bisa kabur dari danau penuh Inferi, Harry yakin bahwa penangkapan Mundungus hanya memakan sedikit waktu, dan pagi ini ia berkeliling rumah sebagai bentuk antisipasi. Bagaimanapun, Kreacher tidak kembali pagi itu atau bahkan pada waktu sore. Saat malam tiba, Harry merasa putus asa dan cemas, dan makan malam dengan roti berjamur, yang sudah Hermione coba siapkan dengan berbagai mantra transfigurasi yang gagal, juga tidak membantu.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.