Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“… dan liontin, liontin Tuan Regulus, Kreacher melakukan kesalahan, Kreacher tidak melaksanakan perintah!”

Harry bereaksi dengan instingnya, saat Kreacher menyerbu tongkat besi yang bersandar di perapian, Harry langsung meloncat menindih Kreacher. Teriakan Hermione bercampur dengan teriakan Kreacher, tapi Harry berteriak lebih keras, “Kreacher, aku menyuruhmu untuk tetap diam!”

Harry merasa si peri rumah membeku dan ia melepaskannya. Kreacher terbaring di lantai batu yang dingin, air mata mengalir dari matanya yang cekung.

“Harry, biarkan dia berdiri!” bisik Hermione.

“Agar dia bisa memukuli dirinya sendiri dengan tongkat besi itu?” dengus Harry, berlutut di samping si peri rumah. “Tidak. Baiklah, Kreacher, aku ingin kebenaran. Bagaimana kau tahu Mundungus Fletcher mencuri liontin itu?”

“Kreacher melihat dia!” isak si peri rumah, air matanya masih mengalir melewati hidungnya dan mulutnya yang penuh dengan gigi yang keabuan. “Kreacher melihat dia keluar dari lemari Kreacher dengan tangan dipenuhi harta Kreacher. Kreacher menyuruh pencuri itu untuk berhenti, tapi Mundungus Fletcher tertawa dan l-lari…”

“Kau bilang “liontin Tuan Regulus”,” kata Harry. “Mengapa? Dari mana asalnya? Apa yang harus Regulus lakukan dengannya? Kreacher, duduklah dan ceritakan semua yang kau tahu tentang liontin itu, dan semua yang harus Regulus lakukan dengannya.”

Peri rumah itu duduk dan meringkuk seperti bola, meletakkan wajahnya di antara kedua lututnya dan mulai bergerak maju mundur. Saat ia berbicara, suaranya mendengung, tapi cukup jelas didengar dalam dapur yang sepi dan bergema.

“Tuan Sirius melarikan diri, sebuah pembersihan yang bagus, karena dia anak nakal dan menyakiti hati Nyonya dengan cara rendah. Tapi Tuan Regulus adalah kebanggaan. Beliau tahu bagaimana menjaga nama keluarga Black dan martabat darah murni. Bertahun-tahun beliau bercerita tentang Pangeran Kegelapan, yang akan membawa para penyihir keluar dan dapat menguasai Muggle dan kelahiran Muggle… dan saat beliau berusia enam belas tahun, Tuan Regulus bergabung dengan Pangeran Kegelapan. Sebuah kebanggaan, begitu bangga, begitu senang dapat mengabdi…

Lalu suatu hari, setahun setelah beliau bergabung, TuanRegulus datang ke dapur untuk menemui Kreacher. Tuan Regulus selalu menyayangi Kreacher. Dan Tuan Regulus berkata… beliau berkata…”

Peri rumah tua itu bergerak lebih cepat.

“…beliau berkata bahwa Pangeran Kegelapan membutuhkan peri rumah.”

“Voldemort butuh peri rumah?” ulang Harry, menoleh pada Ron dan Hermione, yang

juga sama bingungnya.

“Oh, ya,” desah Kreacher. “Dan Tuan Regulus menawarkan Kreacher. Sebuah kehormatan, kata Tuan Regulus, sebuah kehormatan untuk beliau, dan untuk Kreacher, yang harus melakukan semua yang Pangeran Kegelapan perintahkan… lalu kkembali ke rumah.”

Gerakan Kreacher semakin keras, begitu pula isakannya. “Lalu Kreacher menemui Pangeran Kegelapan. Pangeran Kegelapan tidak memberitahu apa yang akan dilakukan, hanya membawa Kreacher ke sebuah gua di pinggir laut. Dan di dalam gua terdapat sebuah gua yang lebih besar, dan di dalamnya terdapat sebuah danau hitam…”

Rambut yang ada di leher Harry merinding. Suara Kreacher membentuk sebuah gambaran jelas tentang air yang gelap itu. Harry bahkan dapat membayangkan begitu jelas dalam pikirannya apa yang terjadi, seakan ia melihatnya sendiri.

“… ada sebuah perahu…”

Tentu ada sebuah perahu. Harry ingat perahu itu, kecil, berwarna hijau pudar, dan telah disihir agar hanya dapat membawa seorang penyihir dan seorang korban menuju pulau kecil tepat di tengahnya. Jadi begini, bagaimana Voldemort menguji

pertahanan untuk Horcrux miliknya. Dengan meminjam makhluk yang tidak berharga, peri rumah.

“Sebuah b-baskom terisi penuh oleh cairan, yang ada di pulau. P-Pangeran Kegelapan menyuruh Kreacher untuk meminumnya…” Tubuh peri rumah itu bergetar hebat.

“Kreacher meminumnya. Dan saat meminumnya, Kreacher melihat hal-hal buruk… perut Kreacher terasa terbakar… Kreacher menangis pada Tuan Regulus untuk menyelamatkannya, Kreacher pada Nyonya Black, tapi Pangeran Kegelapan hanya tertawa… dia menyuruh Kreacher meminum semuanya… lalu dia meletakkan liontin dalam baskom… memenuhinya lagi dengan cairan itu. “Lalu Pangeran Kegelapan berlayar kembali, meninggalkan Kreacher di pulau…”

Harry masih dapat melihat bayangan bagaimana hal itu terjadi. Ia dapat melihat wajah pucat yang seperti ular milik Voldemort menghilang di kegelapan, mata merahnya melihat tanpa ampun, meninggalkan si peri rumah dengan mayat yang akan muncul, saat si peri rumah merasa begitu kehausan karena cairan yang membakar yang meminumnya… tapi, imajinasi Harry tidak dapat melanjutkan, karena ia tidak tahu bagaimana Kreacher bisa lolos.

“Kreacher butuh air. Kreacher merangkak ke pinggir pulau dan minum dari danau hitam… dan tangan, tangan mayat, keluar dari air dan menarik Kreacher ke dalam danau…”

“Bagaimana kau bisa melarikan diri?” tanya Harry, ia tidak kaget mendengar dirinya

sendiri berbisik. Kreacher mengangkat wajah jeleknya dan melihat Harry dengan mata besarnya yang memerah.

“Tuan Regulus menyuruh Kreacher pulang,” kata Kreacher. “Aku tahu – tapi bagaimana kau bisa lolos dari Inferi?” Kreacher tidak mengerti. “Tuan Regulus menyuruh Kreacher pulang,” ulang Kreacher. “Aku tahu, tapi…” “Jelas sekali, kan, Harry?” kata Ron. “Dia ber-Disapparate!” “Tapi kau tidak bisa ber-Apparate keluar masuk gua itu,” kata Harry, “karena

Dumbledore…” “Sihir peri tidak seperti sihir para penyihir, kan?” kata Ron.

“Maksudku, mereka bisa ber-Apparate dan ber-Disapparate keluar masuk Hogwarts sementara kita tidak.” Ada kebungkaman saat Harry mencerna kata-kata Ron. Bagaimana mungkin Voldemort

membuat kesalahan? Tapi saat Harry memikirkannya, Hermione berkata, dan suaranya

begitu dingin. “Tentu, Voldemort tentu telah mempertimbangkan pemakaian peri rumah, seperti semua darah murni lain yang memperlakukan mereka seperti binatang… tapi dia tidak tahu kalau peri rumah punya sihir yang tidak dia miliki.”

“Hukum tertinggi peri rumah adalah perintah majikan,” tekan Kreacher. “Kreacher

dipanggil pulang, jadi Kreacher pulang.” “Kalau begitu kau melakukan apa yang diperintahkan, kan?” kata Hermione berbaik hati. “Kau tidak melanggar perintah sama sekali!”

Kreacher menggelengkan kepalanya dan bergerak lebih cepat lagi.

“Lalu apa yang terjadi setelah kau kembali?” tanya Harry. “Apa yang Regulus katakan setelah kau menceritakan apa yang terjadi?” “Tuan Regulus menjadi cemas, sangat cemas,” kata Kreacher. “Tuan Regulus menyuruh

Kreacher untuk bersembunyi dan tidak meninggalkan rumah. Lalu… suatu malam… Tuan

Regulus datang untuk menemui Kreacher dalam lemari, dan tuan Regulus tampak aneh, tidak seperti biasanya, menurut Kreacher pikirannya terganggu… dan beliau meminta Kreacher mengantarnya ke gua, gua di mana Kreacher pergi bersama Pangeran Kegelapan…”

Harry dapat membayangkan dengan jelas, rasa ketakutan si peri rumah tua dan seorang Seeker kurus berambut gelap yang begitu mirip dengan Sirius… Kreacher tahu bagaimana membuka pintu masuk yang tersembunyi menuju gua yang lebih besar, tahu bagaimana menggunakan perahu kecil itu, lalu berlayar bersama master Regulus yang disayanginya menuju pulau dan baskom berisi racun itu…

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.