Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Tapi Mum tetap mengikuti kita!” geram Ron yang sudah bertemu dua kali dengan Mrs. Weasley di halaman sambil membawa-bawa sekeranjang besar cucian.

“Oh, bagus, kalian memberi makan ayam,” katanya sambil datang mendekat. “Lebih baik menyembunyikan mereka lagi sebelum orang-orang itu datang… untuk mendirikan tenda pernikahan,” jelasnya. Ia tampak kelelahan. “Tenda Sihir Millamant… mereka sangat bagus… Bill akan menemai mereka… sebaiknya kau di dalam saja saat mereka di sini, Harry. Sungguh susah mengurus pesta pernikahan dengan begitu banyak mantra perlindungan di sini.”

“Maaf,” kata Harry merasa bersalah.

“Oh, jangan bodoh, sayang!” kata Mrs. Weasley. “Aku tidak bermaksud – yah, keamananmu lebih penting! Sebenarnya aku ingin bertanya bagaimana kau akan merayakan ulang tahunmu, Harry. Tujuh belas tahun, itu angka yang penting…”

“Aku tidak ingin macam-macam,” jawab Harry cepat, tidak ingin menambah beban mereka. “Sungguh, Mrs. Weasley, makam malam biasa saja sudah cukup… itu kan sehari sebelum pesta pernikahan…”

“Oh, baiklah, bila itu yang kau inginkan, sayang. Bagaimana kalau aku akan mengundang Remus dan Tonks? Dan Hagrid?”

“Bagus sekali,” kata Harry. “Tapi tolong jangan sampai merepotkanmu.”

“Tidak, sama sekali tidak merepotkan…”

Mrs. Weasley menatapnya lama dan tersenyum sedih, berbalik lalu berjalan menjauh. Harry melihatnya saat ia mengayunkan tongkatnya dan cucian langsung terangakat ke udara dan menggantung sendiri di tali cucian. Tibatiba Harry merasa menyesal telah memberi begitu banyak beban dan kesulitan pada Mrs. Weasley.

===================================

* Ghoul = semacam mayat hidup yang tidak memiliki intelegensi

** canapé = adalah makanan kecil dari biskuit atau irisan kecil roti atau roti panggang yang dipotong dalam beragam bentuk dan dihiasi beragam makanan, seperti keju, daging, pure kentang, foie gras atau makanan lain

*** vol-au-vent = kue ringan yang berisi daging, ikan, dan lain-lain di dalam saus

 

Bab 7 PENINGGALAN/WASIAT ALBUS DUMBLEDORE

Harry berjalan di pegunungan yang dingin di bawah langit pagi yang gelap. Jauh di bawahnya, sebuah kota kecil diselimuti kabut. Apakah pria itu ada di bawah sana? Pria yang sangat ia butuhkan sampai ia tidak dapat memikirkan hal yang lain. Pria yang tahu jawaban dari masalahnya…

“Oi, bangun.”

Harry membuka matanya. Ia berbaring di atas kasur lipat di dalam kamar Ron. Matahari belum lagi terbit dan ruangan itu masih gelap. Pigwidgeon masih tertidur dengan kepala di bawah sayap kecilnya. Bekas luka di dahi Harry terasa menusuk.

“Kau mengigau dalam tidurmu.”

“Benarkah?”

“Ya. ‘Gregorovitch’. Kau terus menerus mengucapkan ‘Gregorovitch’.”

Harry tidak memakai kacamatanya. Wajah Ron terlihat kabur.

“Siapa Gregorovitch?”

“Entahlah. Kan kau yang terus menyebutkannya.”

Harry menggosok dahinya, berpikir. Ia merasa pernah mendengar nama itu sebelumnya, tapi entah kapan.

“Kurasa Voldemort sedang mencarinya.”

“Pria malang,” kata Ron. Harry duduk, masih menggosok dahinya, benar-benar terjaga. Ia mencoba untuk mengingat apa yang ia lihat dalam mimpinya. Yang terlihat hanyalah pegunungan dan pedesaan kecil di lembah.

“Aku rasa dia ada di luar negeri.” “Siapa? Gregorovitch?” “Voldemort. Aku rasa dia ada di luar negeri, mencari Gregorovitch. Karena tadi tidak

seperti di Inggris.” “Sepertinya kau melihat ke dalam pikirannya lagi.” Ron terdengar khawatir. “Tolong jangan beritahu Hermione,” kata Harry. “Walau entah bagaimana cara mencegah

melihat sesuatu dalam tidurku…”

Ia memandangi sangkar Pigwidgeon, berpikir… mengapa nama ‘Gregorovitch’ terasa familiar? “Aku rasa,” kata Harry pelan, “ada hubungannya dengan Quidditch. Ada hubungannya,

tapi aku… aku tidak tahu di mana.” “Quidditch?” kata Ron. “Maksudmu Gorgovitch?” “Siapa?” “Dragomir Gorgovitch, Chaser, dipindahkan ke Chuddley Cannons dua tahun lalu.

Pemegang rekor sebagai orang yang paling sering menjatuhkan Quaffle dalam satu musim.”

“Bukan,” kata Harry. “Aku tidak memikirkan Gorgovitch.” “Aku rasa juga bukan,” kata Ron. “Oh, iya, selamat ulang tahun, Harry.” “Wow, benar, aku lupa! Aku sudah tujuh belas tahun!”

Harry mengambil tongkatnya yang tergeletak di samping tempat tidur, mengarahkannya pada kacamata di atas meja dan berkata, “Accio kacamata!” Walau hanya setengah meter jauhnya, ada rasa puas saat melihatnya terbang dan menggantung di depan mata.

“Dasar,” dengus Ron.

Merayakan atas ‘hilangnya Pelacak’, Harry membuat Ron melayang berputar di dalam kamarnya, membangunkan Pigwidgeon yang ikut terbang di dalam sangkarnya. Harry juga mencoba mengikat tali celana trainingnya dengan sihir (butuh beberapa menit untuk melepaskan ikatannya). Dan, hanya bermaksud untuk bersenang-senang, mengubah jubah jingga Chuddley Cannons milik Ron menjadi biru cerah.

“Aku membungkusnya dengan tanganku,” kata Ron terkikik saat Harry melihat bungkusan. “Itu hadiah untukmu. Bukalah di sini, aku tidak ingin Mum tahu.”

“Buku?” tanya Harry yang sibuk dengan bungkusan berbentuk kotak. “Tidak seperti biasanya.”

“Itu bukan buku biasa,” kata Ron. “Benar-benar berguna. Twelve Fail-Safe Ways to Charm Witches. Menjelaskan semua yang kau perlukan tentang para gadis. Seandainya aku memilikinya tahun lalu. Sekarang aku tahu bagaimana cara putus dengan Lavender dan memulai dengan… Fred dan George membelikannya untukku, dan aku belajar banyak. Kau akan terkejut, ini tidak bisa dikerjakan dengan tongkatmu.”

Saat mereka sampai di dapur, mereka melihat setumpuk hadiah menunggu di meja. Bill dan Monsieur Delacour telah menyelesaikan sarapan mereka sementara Mrs. Weasley masih mengajak mereka mengobrol dari balik penggorengannya.

“Arthur menyampaikan selamat ulang tahun padamu, Harry,” kata Mrs. Weasley, menatapnya. “Dia sudah berangkat bekerja, tapi dia pasti datang saat makan malam. Hadiah kami ada di sana.”

Harry duduk dan mengambil hadiah yang ditunjukkan dan membukanya. Di dalamnya ada sebuah jam mirip seperti milik Ron yang ia dapatkan dari Mr. dan

Mrs. Weasley saat ulang tahun ketujuh belasnya. Terbuat dari emas dengan bintang-bintang berputar di atasnya.

“Adalah tradisi untuk memberikan jam pada penyihir yang baru menginjak dewasa,” kata Mrs. Weasley, memperhatikan penuh rasa cemas dari balik panci. “Itu bukan baru, tidak seperti milik Ron. Sebenarnya itu milik saudaraku, Fabian, dan ia tidak begitu berhatihati menjaga barang-barangnya, bagian belakangnya sedikit penyok, tapi…”

Ia tidak melanjutkan kalimatnya karena Harry telah berdiri dan memeluknya. Harry mencoba menyalurkan semua yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata lewat pelukannya dan sepertinya Mrs. Weasley mengerti. Karena ia langsung mengusap pipi Harry saat Harry melepaskan pelukannya, lalu melambaikan tongkatnya tanpa sengaja dan menyebabkan daging asap di atas penggorengan meloncat ke lantai.

“Selamat ulang tahun, Harry!” kata Hermione yang masuk ke dapur dan menumpukkan hadiahnya di atas kado lainnya. “Tidak terlalu bagus, tapi semoga kau suka. Apa yang kau berikan padanya?” tanya Hermione pada Ron yang sepertinya tidak mendengarkan.

“Ayo buka hadiah dari Hermione!” kata Ron.

Hermione memberinya Sneakoscope baru. Hadiah lain berupa pisau cukur otomatis dari Bill dan Fleur (“Ah, ini akan memberikan hasil ter’alus,” Monsieur Delacour meyakinkannya, “tapi kau ‘arus mengataknnya dengan jelas… atau kau akan ke’ilangan banyak rambutmu…”), cokelat dari keluarga Delacour, dan sekotak besar barang-barang terbaru dari Sihir Sakti Weasley dari Fred dan George.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.