Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Dan orang tuamu tahu rencanamu ini?” tanya Harry.

“Dad tahu. Dia bahkan membantu Fred dan George membentuk ghoul itu. Mum… kau tahu kan dia seperti apa. Mum nantinya akan tahu saat kita sudah pergi.”

Semua terdiam, hanya terdengar suara buku yang bertumbukan saat Hermione terus menumpuk buku-buku itu. Ron memperhatikan Hermione. Harry memperhatikan keduanya dan tidak bisa berkata apa-apa. Apa yang telah mereka lakukan untuk melindungi keluarga mereka telah menyadarkan Harry. Mereka telah memperhitungkan segalanya untuk bisa pergi bersama dengan Harry dan mereka benar-benar tahu bahaya apa yang akan mereka hadapi. Harry ingin mengatakan betapa berartinya hal itu tapi ia tidak dapat menemukan kata-kata yang sebanding.

Dalam kesunyian terdengar suara teriakan Mrs. Weasley dari empat lantai di bawah.

“Mungkin Ginny meninggalkan setitik noda di cincin serbet,” kata Ron. “Aku tidak tahu mengapa keluarga Delacour harus datang dua hari sebelum pesta pernikahan.”

“Saudara Fleur akan menjadi pendamping, jadi dia harus ada saat latihan, dan dia masih terlalu kecil untuk bisa pergi sendirian,” kata Hermione yang raguragu untuk menentukan Break with a Banshee.

“Datangnya tamu tidak akan meringankan ketegangan Mum,” kata Ron.

“Yang harus kita pikirkan adalah,” kata Hermione yang langsung melempar Defensive Magical Theory ke dalam tempat sampah dan mengambil An Appraisal of Magical Education in Europe, “ke mana kita akan pergi. Aku tahu kau ingin pergi ke Godric Hollow, Harry, dan aku tahu mengapa, tapi… bukankah prioritas kita adalah mencari Horcrux?”

“Kalau kita tahu di mana Horcrux itu, aku setuju,” kata Harry yang tidak percaya bahwa Hermione benar-benar mengerti tentang keinginan Harry untuk pergi ke Godric Hollow. Ia merasa makam orang tuanya akan memberi banyak petunjuk. Mungkin karena di sanalah tempat saat ia bertahan dari Kutukan Kematian Voldemort. Kini Harry akan mengingat kejadian malam itu, saat ia kembali ke sana untuk mencari tahu.

“Apa Voldemort akan mengawasi Godric Hollow?” tanya Hermione. “Bisa saja dia mengira kau akan kembali dan mengunjungi makam orang tuamu begitu kau bebas untuk pergi, kan?”

Harry tidak pernah memikirkannya. Saat Harry mencari argumen untuk melawan, Ron bicara.

“R.A.B. itu,” katanya. “orang yang sudah mencuri liontin asli, kan?”

Hermione mengangguk.

“Dia bilang kalau dia akan menghancurkannya, kan?”

Harry menarik ranselnya dan mengeluarkan Horcrux palsu yang di dalamnya ada catatan dari R.A.B.

“’Aku telah mengambil Horcrux asli dan aku akan menghancurkannya secepat mungkin’,” baca Harry. “Bagaimana kalau pria itu berhasil menghancurkannya?” kata Ron. “Bisa saja wanita,” potong Hermione.

“Terserah,” kata Ron, “itu artinya sudah ada satu yang hancur!” “Ya, tapi tetap saja kita harus mencari liontin yang asli, kan?” kata Hermione. “Untuk memastikan apakah liontin itu sudah benar-benar hancur.”

“Dan saat kita menemukannya, bagaimana cara kita menghancurkan Horcrux?” tanya Ron.

“Aku,” kata Hermione, “masih mencari tahu.” “Bagaimana caranya?” tanya Harry. “Memangnya ada buku tentang Horcrux di perpustakaan?”

“Tidak ada,” kata Hermione yang langsung bersemu. “Dumbledore menyingkirkannya, tapi tidak menghancurkannya.” Ron langsung duduk tegak, matanya melebar.

“Demi celana Merlin! Bagaimana kau bisa menemukan buku itu?” “Yang pasti aku tidak mencurinya!” kata Hermione. “Kan masih menjadi milik perpustakaan walau Dumbledore menyingkirkannya dari rak. Lagipula, kalau dia tidak ingin seseorang menemukannya, aku yakin dia akan…”

“Intinya?” kata Ron tidak sabar. “Yah, mudah sebenarnya,” kata Hermione, suaranya mengecil. “Aku memakai Mantra

Pemanggil. Kau tahu – accio – dan langsung terbang dari jendela ruang baca

Dumbledore.” “Tapi kapan kau melakukannya?” tanya Harry yang memandang Hermione penuh rasa

kagum dan tidak percaya. “Tepat setelah – pemakaman – Dumbledore,” kata Hermione dalam suara yang makin mengecil. “Tepat setelah kita setuju akan mencari Horcrux dan meninggalkan sekolah. Saat aku kembali ke atas untuk mengambil barang-barang, aku yakin semakin kita tahu banyak tentang Horcrux… aku sendirian saat itu… jadi aku coba… dan berhasil. Buku itu terbang langsung ke kamarku, dan aku membawanya.”

Hermione menelan ludah, “Aku yakin Dumbledore tidak akan marah, kita tidak akan membuat Horcrux, kan?”

“Memangnya kami marah?” kata Ron. “Di mana buku itu?”

Hermione terdiam ragu lalu menunjukkan sebuah buku besar bersampul hitam yang judulnya sudah memudar. Hermione tampak mual dan memeganginya seakan buku itu adalah sesuatu yang mengerikan.

“Buku ini menjelaskan tentang instruksi bagaimana cara membuat Horcrux. Secrets of the Darkest Art – buku yang mengerikan, benar-benar menakutkan, penuh dengan sihir jahat. Aku ingin tahu kapan Dumbledore menyingkirkannya dari perpustakaan… bila dia baru melakukannya saat dia menjadi kepala sekolah, aku yakin Voldemort mendapatkan semua yang dia butuhkan dari buku ini.”

“Kalau begitu mengapa dia bertanya pada Slughorn bagaimana cara membuat Horcrux kalau dia sudah tahu?” tanya Ron.

“Dia hanya bertanya apa yang terjadi bila kau membagi jiwamu menjadi tujuh bagian,” kata Harry. “Dumbledore yakin bahwa Riddle sudah tahu bagaimana cara membuat Horcrux saat dia bertanya pada Slughorn. Aku rasa kau benar Hermione.”

“Semakin aku membacanya,” kata Hermione, “semakin mengerikan, dan semakin aku tidak percaya kalau dia sudah membuat enam Horcrux. Diperingatkan dalam buku bagaimana jiwamu menjadi begitu rapuh, bahkan bila kau hanya membuat satu Horcrux!”

Harry teringat Dumbledore saat ia berbicara tentang kelakuan Voldemort yang lebih dari kejahatan biasa.

“Apa tidak ada cara menyatukannya kembali?” tanya Ron.

“Ada,” kata Hermione tersenyum tipis, “tapi akan sangat menyakitkan.”

“Bagaimana caranya?” tanya Harry.

“Penyesalan,” kata Hermione. “Kau harus benar-benar merasa menyesal atas perbuatan itu. Di sini juga ditulis bahwa bahkan rasa sakitnya akan membawamu pada kehancuran. Aku rasa Voldemort tidak akan melakukannya, kan?”

“Tidak kata Ron, mendahului Harry. “Apa juga dikatakan tentang bagaimana menghancurkan Horcrux?”

“Ya,” kata Hermione sambil membalik halaman yang rapuh itu hati-hati, “dikatakan bahwa saat kau menanamkan Horcrux, diperlukan banyak sihir untuk melindunginya. Dan menurutku, bagaimana cara Harry menghancurkan diary Riddle adalah salah satu dari beberapa cara yang ada.”

“Apa? Menikamnya dengan taring Basilisk?”

“Wah, beruntung sekali! Kita punya setumpuk taring Basilisk di sini,” kata Ron. “Aku sampai bingung apa yang harus kulakukan terhadapnya.”

“Tidak harus dengan taring Basilisk,” kata Hermione sabar. “Yang penting cukup merusak sehingga Horcrux tidak dapat memperbaikinya. Racun Basilisk hanya punya satu penawar, dan sangat jarang…”

“… air mata phoenix,” kata Harry mengangguk.

“Tepat,” kata Hermione. “Masalahnya adalah hanya ada sedikit barang yang seampuh racun Basilisk, dan pasti berbahaya untuk di bawa ke mana-mana. Itu adalah salah satu masalah yang harus kita pecahkan. Karena merobek, memukul, dan membanting tidak akan ada pengaruhnya pada Horcrux. Kau harus melakukan sesuatu yang tidak bisa dibenahi dengan sihir.”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.