Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Dumbledore tersenyum kepada Harry

“Aku?”

“Kau. Aku tahu kau sendiri sudah menduga-duga, kenapa Jubah itu ada di tanganku di malam kedua orangtuamu wafat. James memperlihatkannya kepadaku beberapa hari sebelumnya. Hal itu membuat jelas sejumlah pelanggarannya yang tak terdeteksi di sekolah! Aku hampir-hampir tak percaya apa yang aku lihat. Aku minta pinjam, untuk memeriksanya. Aku sudah lama berhenti bermimpi untuk menyatukan benda-benda Keramat itu (the Hallows) tapi aku tak sanggup menahan diri, tak sanggup menahan diri untuk tidak melihat lebih dekat…itu adalah Jubah jenis yang belum pernah aku lihat sebelumnya, sangat tua, sempurna dari segala segi, dan kemudian ayahmu wafat, dan akhirnya aku memiliki dua Benda Keramat, untuk diriku sendiri!”

Nada suaranya jelas terdengar pahit.

“Tetap saja Jubah itu tak bisa membantu mereka selamat”, kata Harry cepat. “Voldemort tahu dimana ayah dan ibu. Jubah itu tak bisa membuat mereka tahan kutukan”.

“Benar,” Dumbledore mendesah. “Benar.”

Harry menunggu, tapi Dumbledore tak bicara, jadi dia bertanya..

“Jadi Anda sudah berhenti mencari Benda-benda Keramat ketika melhat Jubah Gaib?”

“Oh ya”, sahut Dumbledore lirih. Sepertinya dia memaksakan diri menatap mata Harry. “Kau tahu apa yang terjadi. Kau tahu. Kau tak bisa membenci aku lebih dari aku benci diri sendiri”

“Tapi aku tak membenci Anda -”

“Seharusnya kau benci”, kata Dumbledore. Dia menarik nafas dalam-dalam. “Kau tahu rahasia sakitnya saudara perempuanku, apa yang dilakukan para Muggle itu, jadi apa dia jadinya. Kau tahu kalau ayahku membalas dendam, dan membayar harganya, mati di Azkaban. Kau tahu kalau ibuku mengorbankan hidupnya demi memelihara Ariana”

“Aku benci itu semua Harry”

Dumbledore mengatakan hal itu terus terang, dengan nada dingin. Dia sekarang memandang lewat atas kepala Harry, ke kejauhan.

“Aku punya bakat, aku hebat. Aku ingin melarikan diri. Aku ingin bersinar-sinar. Aku ingin kemuliaan”

“Jangan salah mengerti”, katanya, rasa pedih memancar di wajahnya sehingga dia kembali terlihat sangat tua. “Aku sayang mereka, sayang orangtuaku, sayang saudaraku laki-laki dan perempuan, tapi aku egois, Harry. Lebih egois daripada yang bisa kau – orang yang sangat tidak mementingkan diri sendiri- bisa bayangkan.

“Jadi sewaktu ibuku wafat, dan kepadaku jatuh tanggung jawab menjaga saudara perempuan yang sudah rusak dan saudara laki-laki yang tidak patuh, aku kembali ke kampungku dengan rasa marah dan pahit. Terperangkap dan disia-siakan, pikirku! Dan tentu saja, dia datang…”

Dumbledore kembali menatap langsung ke dalam mata Harry.

“Grindelwald. Kau tak bisa bayangkan betapa gagasan-gagasannya menawanku Harry, membakarku. Para Muggle dipaksa tunduk. Kami para ahli sihir berkuasa. Grindelwald dan aku sendiri, pemimpin revolusi yang muda yang agung.

“Aku punya sejumlah ganjalan dalam hati. Aku tenangkan kata hatiku dengan kata-kata kosong. Tujuannya kan untuk kebaikan yang berskala lebih besar dan setiap kerugian yang ditimbulkan akan dibayar beratus kali lipat demi kepentingan para ahli sihir. Tahukah aku di dasar hatiku, siapa Gellert Grindelwald itu? Aku rasa aku tahu, tapi aku menutup mata. Kalau rencana kami terwujud, semua mimpiku akan jadi kenyataan.

Dan pusat dari rencana kami adalah Benda-benda Keramat sang Maut (Deathly Hallows)! Betapa benda-benda itu memukaunya, memukau kami berdua! Tongkat yang tak terkalahkan, senjata yang akan memberikan kami kekuasaan! Batu Kebangkitan (Resurrection Stone) – bagi dia, walau aku pura-pura tak tahu, itu artinya pasukan Inferi! Buatku, aku akui, itu artinya kembalinya kedua orangtuaku, dan terangkatnya tanggung jawab dari pundakku”

“Dan Jubah Gaib…entah kenapa kita tak pernah bicara banyak tentang Jubah itu, Harry. Kita berdua cukup mampu menyembunyikan diri tanpa Jubah itu; Jubah itu memang punya sihir sejati yaitu bisa menyembunyikan dan melindungi baik pemiliknya maupun orang lain. Aku pikir jika kami menemukannya Jubah itu akan dapat digunakan menyembunyikan Ariana, tapi ketertarikan kami terhadap Jubah itu utamanya adalah bahwa ia akan membuat trio Benda-benda Keramat itu, karena menurut legenda barangsiapa bisa menyatukan ketiga benda itu, dia akan menjadi penguasa maut yang sejati, yang dalam pengertian kami berarti ‘tak terkalahkan’”

“Penguasa maut yang tak terkalahkan, Grindelwald dan Dumbledore! Dua bulan penuh kegilaan, mimpi-mimpi kejam, dan penelantaran 2 anggota keluarga yang ditinggalkan kepadaku”

“Dan kemudian…kau tahu apa yang terjadi. Kenyataan datang kembali lewat saudara laki-lakiku yang buta huruf dan jauh lebih disukai orang. Aku tak ingin mendengar kebenaran yang diteriakkannya kepadaku. Aku tak mau dengar bahwa aku tak mungkin bisa pergi mencari Benda-benda Keramat dengan adanya saudara perempuan yang rapuh dan tak stabil bersamaku.”

“Pertengkaran berubah jadi perkelahian. Grindelwald lepas kendali. Itulah yang selama ini aku rasakan tentang dia, walau aku pura-pura tidak merasakannya, tapi sekarang menjadi kenyataan. Dan Ariana…setelah selama ini dijaga dan dilindungi ibu…terbaring mati di lantai.”

Dumbledore tersendat dan mulai menangis tanpa sungkan. Harry menyodorkan tangan dan gembira ternyata bisa menyentuhnya: Dia cengkeram lengannya dengan erat dan perlahan Dumbledore kembali bisa mengontrol diri.

“Well, Grindelwald kabur, sebagaimana semua orang -kecuali aku- perkirakan. Dia lenyap, bersama dengan rencananya untuk merampas kekuasaan, menyiksa para Muggle, dan mimpinya akan Benda-benda Keramat, mimpi yang disemangati dan ditolong olehku sendiri. Dia kabur, sedangkan aku ditinggal untuk menguburkan saudaraku, dan untuk belajar hidup bersama rasa bersalah dan penyesalan, harga noda di wajahku”

“Tahun-tahun berlalu. Terdengar rumor tentang dia. Ada yang bilang dia telah memperoleh sebuah tongkat yang berkekuatan luar biasa. Sementara itu aku ditawari posisi di Kementerian Sihir, bukan hanya sekali, tapi beberapa kali. Dengan serta merta aku menolak. Aku telah belajar kalau kepadaku tak seharusnya dipercayakan kekuasaan”.

“Tapi Anda pasti lebih baik, jauh lebih baik dibanding Fudge atau Scimgeour!” seru Harry.

“Begitukah”, tanya Dumbledore. “Aku tak yakin. Sudah terbukti, sewaktu anak muda, kalau kekuasaan adalah kelemahan dan godaan buatku. Kekuasaan adalah sesuatu yang bikin penasaran, Harry, tapi mungkin orang yang cocok memegang kekuasaan adalah orang yang tak pernah menginginkannya. Orang yang, seperti kau sendiri, disodori jubah kepemimpinan, dan menerimanya karena memang harus, dan terkejut karena mereka mengenakannya secara benar.

“Aku lebih aman berada di Hogwarts. Aku pikir aku ini guru yang baik –“

“Anda yang terbaik –“

“- kau baik sekali, Harry. Tapi sementara aku menyibukkan diri dengan melatih ahli-ahli sihir muda, Grindelwald menyusun pasukannya. Mereka bilang dia takut kepadaku, dan mungkin itu benar, tapi tidak sebesar takutku kepadanya”

“Oh, bukan kematian”, kata Dumbledore menjawab pandangan bertanya Harry. “Bukan apa yang dapat dilakukannya secara sihir kepadaku. Aku tahu kami sama kuat, mungkin aku sedikit lebih unggul. Kebenaranlah yang aku takutkan. Soalnya aku tak pernah tahu siapa diantara kami pada pertarungan terakhir yang mengerikan itu yang telah mengeluarkan kutukan yang membunuh saudaraku. Kau boleh menyebutku pengecut; kau bisa jadi benar Harry. Aku takut sekali melebihi apapun kalau ternyata akulah yang telah membunuhnya, bukan sematamata dengan kecongkakan dan ketololanku, melainkan bahwa akulah yang benarbenar mengeluarkan serangan yang mencabut nyawanya.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.