Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Apa yang bisa kita lakukan?” jerit Hermione mengatasi suara raungan api yang memekakkan telinga. “Kita harus bagaimana?”

“Ini!”

Harry menyambar sepasang sapu terbang yang tampak berat dari gundukan sampah terdekat dan melemparkan satu lepada Ron, yang menarik Hermione agar naik di belakangnya. Harry mengayunkan kakinya di sapu kedua dan, dengan hentakan kuat ke tanah, mereka membumbung tinggi ke udara, luput sejengkal dari paruh bertanduk monster membara yang hampir menggigit mereka. Asap dan panas semakin bertambah besar: di bawah mereka kobaran api kutukan telah melahap barang-barang yang diselundupkan bergenerasi siswa, hasil dari ratusan eksperimen gagal, tak terhitung banyaknya rahasia orang-orang yang mencari perlindungan di ruang tersebut. Harry tidak bisa melihat tanda-tanda Malfoy, Crabbe dan Goyle dimana-mana. Dia menukik rendah sebatas yang berani ia hadapi dari monster api yang mengancam itu, berusaha menemukan mereka, tapi tak ada apapun selain api: sungguh cara yang mengerikan untuk mati…..dia tak pernah menginginkan ini….

“Harry, ayo keluar, ayo keluar!” teriak Ron, walaupun mustahil untuk melihat dimana letak pintunya karena asap begitu tebal.

Dan lalu Harry mendengar jeritan lemah dan memilukan dari tengah-tengah kekacauan yang mengerikan dan gemuruh api yang menjilat-jilat itu.

“Itu—terlalu—berbahaya!” teriak Ron, tapi Harry tetap berputar di udara. Kacamatanya membantu memberikan sedikit perlindungan dari asap tebal, dia menyapu badai api di bawah, mencari tanda-tanda kehidupan, lengan atau wajah yang belum gosong seperti kayu bakar.

Dan dia melihat mereka: Malfoy merangkul Goyle yang tidak sadar, mereka berdua bertengger pada menara rapuh yang terdiri dari bangku-bangku hangus, dan Harry menukik. Malfoy melihat kedatangannya dan mengangkat satu tangan, tapi bahkan ketika Harry menyambar lengannya pun ia langsung tahu bahwa itu tak banyak gunanya. Goyle terlalu berat dan tangan Malfoy, berkeringat, tergelincir lepas dari Harry— ”JIKA KITA MATI KARENA MEREKA, AKU AKAN MEMBUNUHMU, HARRY!“ raung Ron, dan, ketika bara chimaera bergerak menuju mereka, dia dan Hermione menyeret Goyle keatas sapu mereka dan membumbung tinggi, berputar dan bergerak naik turun di udara sekali lagi ketika Malfoy memanjat dengan susah payah ke belakang Harry.

“Pintunya, cepat ke pintu!“ jerit Malfoy di telinga Harry, dan Harry melesat, mengikuti Ron, Hermione dan Goyle melewati asap hitam bergelombang, bernafas dengan susah payah: dan disekitar mereka beberapa benda tersisa yang belum terbakar oleh api yang menjilat-jilat, terlempar ke udara ketika makhluk hasil api kutukan itu mengejar mereka bagaikan sebuah perayaan besar: piala-piala dan perisai, sebuah kalung berkilat-kilat, dan sebuah tiara tua yang luntur warnanya—

“Apa yang kau lakukan, apa yang kau lakukan, pintunya disana!“ jerit Malfoy, tapi Harry membelok tiba-tiba, menikung dan menukik. Diadem itu tampaknya bergerak dengan lambat, berputar dan berkilat ketika jatuh mendekati rongga mulut ular yang menganga, dan ia mendapatkannya, menangkapnya di pergelangan tangan –

Harry menikung lagi ketika tiba-tiba ular itu mengarah kepadanya dengan cepat; dia membumbung keatas dan melesat menuju tempat dimana -dia berdoa- pintu terbuka; Ron, Hermione dan Goyle tak tampak; Malfoy menjerit-jerit dan memegangi Harry eraterat sampai sakit rasanya. Lalu, menembus asap, Harry melihat bentuk bujursangkar di dinding dan mengarahkan sapu kesana, dan sekejap kemudian udara bersih mengisi kerongkongan dan dinding koridor muncul di hadapannya.

Malfoy turun dari sapu dan menunduk, terengah-engah, batuk-batuk, mengeluarkan suara dari kerongkongan seperti mau muntah. Harry berputar dan menegakkan diri: PIntu Kamar Kebutuhan telah menghilang, Ron dan Hermione duduk di lantai terengah-engah disamping Goyle, yang masih tak sadar juga.

“C-Crabbe,” kata Malfoy tersedak ketika sudah bisa bicara lagi. “C-Crabbe…”

“Dia mati,” kata Ron tajam.

Semua terdiam, hanya terdengar suara nafas terengah-engah dan batuk-batuk. Lalu beberapa dentuman besar menggetarkan kastil, dan iring-iringan sosoksosok transparan berkuda lewat dengan kencang, kepala-kepala mereka menjerit dengan darah menetes di bawah lengan. Harry berdiri sempoyongan ketika Perburuan-Tanpa-Kepala telah lewat, dan memandang sekeliling: Pertempuran masih berlangsung. Dia bisa mendengar jeritan lebih banyak dibandingkan hantuhantu tadi. Dia merasa panik.

“Dimana Ginny?” tanyanya. “Tadi dia disini. Seharusnya dia kembali ke Kamar Kebutuhan.”

“Ya ampun, apa menurutmu kamar itu masih bisa digunakan setelah kebakaran tadi?”

tanya Ron, dia juga berdiri, menggosok dadanya dan menoleh kanan-kiri. “Apa kita harus berpencar dan melihat–?”

“Tidak,” ujar Hermione, ikut berdiri. Malfoy dan Goyle masih merosot lemas di lantai koridor, tak satupun yang memegang tongkat. “Tetap bersama-sama. Menurutku kita pergi—Harry, apa itu ditanganmu?”

“Apa? Oh yeah—“

Dia menarik diadem dari pergelangan tangan dan mengangkatnya. Masih panas, menghitam karena jelaga, tapi ketika dia melihat lebih dekat dia baru mengerti tulisan yang terukir diatasnya; KEPINTARAN TAK TERHINGGA ADALAH HARTA MANUSIA YANG PALING BERHARGA.

Substansi seperti darah, gelap dan lengket, tampak keluar dari diadem. Tibatiba Harry merasa benda itu bergetar dengan kasar, lalu terbelah di tangannya, dan ketika itu terjadi, rasanya ia mendengar teriakan kesakitan yang sangat dingin dan samar-samar, bergema bukan dari dasar kastil, melainkan dari benda yang baru saja pecah di tangannya.

“Itu pasti Fiendfyre!” kata Hermione, menatap pecahan diadem.

“Apa?”

“Fiendfyre—api kutukan—salah satu substansi yang dapat menghancurkan Horcrux, tapi aku tak akan pernah berani menggunakannya—sangat berbahaya— bagaimana Crabbe bisa tahu cara–?”

“Pasti belajar dari Carrow bersaudara,” gerutu Harry.

“Sayang dia tidak memperhatikan ketika mereka menjelaskan bagaimana menghentikannya,” ucap Ron, yang rambutnya, seperti Hermione, hangus, dan wajahnya hitam penuh jelaga.

“Jika dia tidak mencoba membunuh kita semua, aku akan menyesal dia mati.”

“Tapi mengertikah kalian?” bisik Hermione, “ini artinya, jika kita bisa mendekati ularnya—“

Tapi ia berhenti ketika teriakan-teriakan dan suara keras pertarungan memenuhi koridor. Harry memandang sekeliling dan jantungnya hampir melorot: Pelahap Maut telah berhasil masuk Hogwarts. Fred dan Percy muncul, keduanya melawan orang-orang bertopeng dan bertudung.

Harry, Ron dan Hermione berlari kearah mereka untuk membantu: Kilatan cahaya meluncur dimana-mana, dan orang yang bertarung dengan Percy mundur, cepat: kemudian tudungnya terbuka dan mereka melihat dahi lebar dan rambut kaku.

“Halo, Pak Menteri!” teriak Percy, menembakkan mantra sederhana langsung kepada Thicknesse, yang langsung menjatuhkan tongkat dan merobek bagian depan jubahnya, tampak sangat tidak senang.

“Apa sudah kubilang aku mengundurkan diri?”

“Kau bercanda, Perce!“ teriak Fred ketika Pelahap Maut yang dilawannya pingsan karena kekuatan tiga mantra pemingsan sekaligus. Thicknesse jatuh ke lantai dengan paku-paku kecil muncul di sekujur tubuhnya; dia tampak berubah menjadi sesuatu yang mirip landak laut. Fred memandang Percy dengan perasaan senang.

”Kau benar-benar bercanda, Perce….kurasa sudah lama kami tidak mendengarmu bercanda sejak….“

Langit meledak. Mereka sedang berkumpul bersama-sama, Harry, Ron, Hermione, Fred dan Percy, dua Pelahap Maut di kaki mereka, satu pingsan, satunya bertransfigurasi; dan dalam sekejap mata -ketika bahaya tampak sedikit terkendalidunia seperti terpisah, Harry merasa dirinya melayang di udara, dan yang bisa dilakukannya hanyalah memegang erat-erat tongkat kayu kurus senjata satusatunya, dan melindungi kepala dengan lengannya: Dia mendengar jeritan dan teriakan rekan-rekannya tanpa berharap mengetahui apa yang terjadi pada mereka—

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.