Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Bab 29 Diadem yang Hilang

“Neville—apa yang—bagaimana?”

Tapi Neville juga melihat Ron dan Hermione, memeluk mereka juga dengan teriakan kegembiraan. Makin lama Harry mengamati Neville, makin jelek kelihatannya: satu mata bengkak, kuning dan ungu, ada tanda tercungkil di wajahnya, keadaannya tak terurus mengisyaratkan bahwa dia selama ini hidup keras. Tapi roman mukanya bersinar-sinar dengan kebahagiaan saat ia melepas Hermione, dan berkata lagi, ”Aku tahu kau akan datang! Aku terus bilang pada Seamus, ini hanyalah masalah waktu!”

”Neville, apa yang terjadi padamu?”

”Apa? Ini?” Neville mengabaikan luka-lukanya dengan satu goyangan kepala. ”Ini bukan apa-apa. Seamus lebih buruk. Kau lihat saja nanti. Kita pergi sekarang? Oh,” ia menoleh pada Aberforth, ”Ab, mungkin akan ada beberapa orang lagi yang akan datang.”

”Beberapa lagi?” ulang Aberforth tak senang. “Apa maksudmu, beberapa lagi, Longbottom? Ada jam malam dan Mantra Caterwauling diterapkan di seluruh desa!”

“Aku tahu, makanya mereka akan ber-Apparate langsung ke dalam bar,” sahut Neville. “Langsung kirim saja mereka ke jalan tembus kalau mereka sudah di sini, ya? Makasih banyak!”

Neville memegang tangan Hermione dan membantunya memanjat rak di atas tungku masuk ke terowongan; Ron mengikuti, lalu Neville. Harry berkata pada Aberforth.

“Aku tak tahu bagaimana berterimakasih padamu. Kau menyelamatkan kami, dua kali.”

”Jaga mereka, kalau begitu.” sahut Aberforth keras, ”Aku mungkin tidak bisa menyelamatkan mereka untuk ketiga kalinya.”

Harry merangkak naik ke rak di atas tungku dan menuju lubang di belakang lukisan Ariana. Ada undakan batu yang halus di sisi sebelah sana, sepertinya jalan tembus itu sudah ada selama bertahun-tahun. Lampu kuningan tergantung di dinding, lantai berbau tanah, licin dan halus; saat mereka berjalan bayangan mereka bergetar, membesar, sepanjang dinding.

“Sudah berapa lama ini ada di sini?” Ron bertanya saat mereka mulai berjalan. ”Tidak ada di Peta Perompak, kan Harry? Kukira hanya ada tujuh jalan tembus di dalam dan di luar sekolah?”

”Mereka menyegel semuanya sebelum sekolah mulai,” sahut Neville, ”tidak mungkin bisa melewatinya sekarang, dengan berbagai kutukan di pintu masuknya, para Pelahap Maut dan para Dementor menunggu di pintu keluarnya.” Ia berjalan mundur, bercahaya matanya melihat mereka. ”Tak usah meributkan soal itu … apakah betul? Kalian menerobos Gringotts? Melarikan diri pakai naga? Di mana-mana tiap orang membicarakan itu. Terry Boot dipukuli Carrow karena meneriakkan itu di Aula Besar saat makan.”

”Yeah, itu memang betul,” sahut Harry.

Neville tertawa gembira. “Apa yang kalian lakukan dengan naga itu?” ”Melepaskannya ke alam bebas,” sahut Ron, ”Hermione ingin memeliharanya—” ”Jangan melebih-lebihkan, Ron—” ”Tapi apa yang sedang kalian lakukan? Orang-orang bilang kalian sedang dalam pelarian,

Harry, tapi kukira tidak. Aku pikir kalian punya tujuan.”

”Kau benar,” sahut Harry, ”tapi ceritakan dulu tentang Hogwarts, Neville, kami belum mendengar apa-apa.” “Hogwarts … well, Hogwarts sudah tidak seperti dulu lagi,” sahut Neville, senyum

lenyap dari wajahnya. “Kalian tahu tentang Carrow bersaudara?” “Dua Pelahap Maut yang mengajar di sini?” ”Lebih dari mengajar,” ujar Neville, ”Tugas mereka mengawasi disiplin. Mereka suka

memberi hukuman, Carrow bersaudara ini.” ”Seperti Umbridge?” ”Nah, mereka membuat Umbridge kelihatan jinak. Guru-guru lain seharusnya

melaporkan kami pada Carrow bersaudara kalau kami berbuat salah. Tentu saja mereka tidak melakukannya jika mereka bisa menghindarinya. Kau bisa bilang para guru membenci mereka sama seperti kami.”

”Amycus, orang itu, dia mengajar apa yang biasanya disebut Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, kecuali bahwa sekarang menjadi Ilmu Hitam saja. Kami harus berlatih Kutukan Cruciatus pada orang-orang yang mendapat detensi—”

“Apa?”Suara Harry, Ron, dan Hermione berbarengan bergema di jalan tembus itu.“Yeah,” sahut Neville, “Itulah makanya aku dapat ini,” ia menunjuk pada bekas luka

yang dalam di pipi. “Aku menolak melakukannya. Tapi sebagian orang suka: Crabbe dan

Goyle suka sekali. Untuk pertama kalinya mereka bisa berada di posisi atas, kupikir.” ”Alecto, saudarinya, mengajar Telaah Muggle, yang wajib untuk semua. Kami harus mendengar penjelasannya bahwa Muggle itu seperti binatang, bodoh dan kotor, dan bagaimana Muggle menjadikan para penyihir terpaksa bersembunyi karena Muggle berbuat keji pada mereka, dan bagaimana hukum alam disusun ulang. Aku dapat ini,” ia

menunjukkan luka lain di wajahnya, ”karena aku menanyakan seberapa banyak ia dan saudaranya punya darah Muggle.”

”Blimey, Neville,” sahut Ron, ”ada waktu dan tempat di mana orang mesti pintar-pintar ngomong.”

”Kau tidak mendengarnya.” sahut Neville, ”Kau juga tak akan tahan. Masalahnya, kalau ada yang berdiri menentang mereka, berarti memberi harapan bagi semua. Aku perhatikan itu waktu dulu kau melakukannya, Harry!”

”Tapi mereka memperlakukanmu seperti asahan pisau,” sahut Ron, mengernyit saat mereka melewati lampu dan luka-luka Neville terlihat jelas.

Neville mengangkat bahu.

”Nggak masalah. Mereka tidak mau terlalu banyak menumpahkan Darah Murni, jadi mereka menyiksa kami sedikit bila sedang kesal tapi mereka tidak ingin membunuh kami.”

Harry tidak tahu mana yang lebih buruk, hal-hal yang Neville katakan atau nada kebenaran yang ia katakan.

”Satu-satunya yang benar-benar dalam bahaya ialah bila kau punya teman atau saudara yang menyulitkan. Mereka mengambilmu sebagai sandera. Xeno Lovegood tua ngomong macam-macam di The Quibbler, jadi mereka menangkap Luna di kereta saat pulang Natal.

”Neville, dia baik-baik saja, kami bertemu dengannya—”

“Yeah, aku tahu, dia berhasil mengirimkan pesan padaku.”

Dari sakunya ia mengeluarkan koin emas, dan Harry mengenalinya sebagai Galleon palsu yang dipakai Laskar Dumbledore untuk saling berkirim pesan.

”Ini keren,” sahut Neville, wajahnya berseri-seri pada Hermione, ”Carrow bersaudara tidak pernah berhasil membongkar bagaimana cara kami berkomunikasi, itu membuat mereka marah. Kami biasa menyelinap di malam hari, menulis grafiti di dinding: Laskar Dumbledore, Masih Membuka Lowongan, hal-hal seperti itu. Snape membenci itu.”

”Kau biasa?” sahut Harry, memperhatikan bentuk lampau dalam ucapan Neville.

”Well, lama-lama makin sulit,” sahut Neville, ”Kami kehilangan Luna, dan Ginny juga tidak kembali sesudah Paskah, biasanya kami bertiga menjadi semacam pimpinan. Carrow bersaudara nampaknya tahu aku ada di belakang banyak hal, jadi mereka mulai keras padaku, lalu Michael Corner ketangkap basah sedang membebaskan anak kelas satu yang mereka rantai, jadi mereka menyiksanya cukup berat. Itu membuat orang-orang takut.”

”Yang betul,” gumam Ron saat jalan tembus mulai menanjak.

”Yeah, well, aku tak dapat meminta orang lain untuk menjalani apa yang dilakukan Michael, jadi kami menghentikan kelakuan-kelakuan semacam itu. Tapi kami masih berjuang, melakukan hal-hal bawah tanah, sampai beberapa minggu lalu. Saat mereka memutuskan bahwa hanya ada satu hal untuk menghentikanku, kurasa, dan mereka akan menangkap Nenek.”

”Mereka apa?” sahut Harry, Ron, dan Hermione berbarengan.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.