Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

di kakinya sedang berlutut seorang makhluk kecil, yang sedang gemetar.

“Apa kau bilang tadi?” Suaranya tinggi dan dingin, namun amarah dan rasa takut membara dalam dirinya. Satu-satunya hal yang ditakutinya – tapi ini tidak mungkin benar, ia tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi…

Goblin itu gemetaran, tidak berani menatap mata yang merah di atasnya.

“Katakan lagi!” bisik Voldemort. “Katakan lagi!”

“T-Tuanku,”goblin itu tergagap, matanya yang hitam terbelalak ketakutan, “T-Tuanku… Kami m-mencoba untuk me-menghentikan mereka… Pa-para penyamar itu, Tuanku… menerobos – menerobos masuk ke dalam – ke dalam brankas penyimpanan milik Lestrange…”

“Penyamar? Penyamar apa? Aku kira Gringgots mempunyai cara membongkar penyamaran dan penipuan? Siapa mereka?”

“Mereka adalah… mereka adalah… b-bocah P-Potter dan k-kedua orang temannya…”

“Dan apa yang mereka ambil?” katanya, suaranya meninggi, ia ketakutan luar biasa, “Katakan padaku! Apa yang telah mereka ambil?”

“Sebuah.. Sebuah p-piala emas k-kecil T-Tuanku…”

Teriakan amarah dan pengkhianatan meninggalkan raganya bak diteriakkan bukan olehnya. Ia telah dibuat gila, dan kebingungan, itu tidak mungkin benar, itu tidak mungkin, tak ada yang tahu mengenai hal ini. Bagaimana mungkin anak itu mengetahui rahasianya?

Tongkat Elder terayun membelah udara dan mengeluarkan sinar hijau yang melintasi ruangan; goblin yang berlutut itu mati tergelimpang; para penyihir yang menyaksikan dari depannya menyebar, ketakutan. Bellatrix dan Lucius Malfoy melemparkan goblin yang berada di belakang mereka dalam usaha mereka menuju pintu, berulang-ulang kali tongkatnya teracung, dan semua goblin yang tersisa dibunuh karena membawa berita tentang hilangnya piala emas itu –

Sendirian di tengah-tengah mayat para goblin itu ia menghentak-hentakkan kakinya, dan bayangan-bayangan tersebut menghampirinya: harta bendanya, pelindungnya, jangkarnya menuju keabadian – buku harian itu telah hancur dan piala itu telah dicuri. Bagaimana jika, bagaimana jika, anak itu tahu tentang yang lainnya? Tahukah ia, sudahkah ia bertindak, apakah ia telah menemukan Horcrux lainnya? Apakah Dumbledore dalang dari semua ini? Dumbledore yang selalu mencurigainya; Dumbledore, yang telah mati karena perintahnya; Dumbledore, yang tongkatnya menjadi miliknya sekarang, yang juga menjangkaunya dari balik kematian, melalui anak itu, anak itu -.

Akan tetapi jika anak itu benar-benar telah menghancurkan salah satu dari Horcruxnya, pastinya ia, Lord Voldemort, akan mengetahuinya, akan merasakannya? Ia, penyihir terhebat di dunia; ia, penyihir terkuat; ia, pembunuh Dumbledore dan banyak orang-orang tak dikenal dan tak berharga lainnya. Bagaimana mungkin Lord Voldemort tidak tahu, jika ia, ia sendiri, penyihir yang paling penting dan berharga, telah diserang, dirusakkan?

Memang benar, ia tidak merasakan apa-apa pada saat buku harian itu dihancurkan, tetapi ia berpikir itu karena saat itu ia tidak mempunyai tubuh untuk merasakan, tidak lebih dari hantu… Tidak, pasti, yang lainnya aman… Horcrux yang lain pasti masih utuh…

Tetapi ia harus tahu, ia harus memastikannya… Ia melangkah meninggalkan ruangan, menendang mayat goblin ketika ia melewatinya, dan bayanganbayangan yang samar melintas di otaknya yang terasa mendidih: danau, pondok, dan Hogwarts –

Sebuah pikiran yang menenangkan amarahnya muncul tiba-tiba. Bagaimana mungkin anak itu mengetahui bahwa ia menyembunyikan cincin di pondok Gaunt? Tak ada seorang pun yang tahu kalau ia punya hubungan dengan keluarga Gaunt, ia telah menyembunyikan hubungan tersebut, pembunuhan itu tak pernah dilacak sampai pada dirinya. Cincin itu, pasti, masih aman.

Dan bagaimana mungkin anak itu, atau orang lain, mengetahui tentang gua itu atau menembus perlindungannya? Pemikiran tentang kalung itu telah dicuri tak terlintas di benaknya…

Dan mengenai yang di Hogwarts: Hanya ia yang tahu di mana ia menyimpan Horcrux itu, karena ia lah yang menyusun rahasia tempat itu…

Dan masih ada Nagini, yang harus selalu berada di dekatnya mulai saat ini, tak akan disuruh untuk melakukan apa-apa lagi, selalu berada di bawah pengawasannya …

Tetapi untuk memastikannya, untuk benar-benar memastikannya, ia harus kembali ke masing-masing tempat persembunyiannya, ia harus menggandakan perlindungan di sekitar Horcrux-Horcrux nya… Suatu pekerjaan yang harus ia lakukan sendiri, seperti saat ia mencari Tongkat Elder…

Tapi yang mana yang harus ia kunjungi terlebih dahulu, yang mana yang berada dalam bahaya yang terbesar? Sebuah kekhawatiran lama terlintas di benaknya. Dumbledore mengetahui nama tengahnya… Dumbledore pasti mengetahui hubungannya dengan para anggota keluarga Gaunt itu… Pondok itu mungkin yang paling berpotensi untuk ditemukan oleh mereka, kesanalah ia harus pergi terlebih dahulu…

Danau itu, pasti tidak mungkin… meskipun ada sedikit kemungkinan Dumbledore mengetahui beberapa kelakuan buruknya di masa lalu, melalui panti asuhan itu.

Dan Hogwarts.. meskipun begitu, ia yakin kalau Horcrux-nya yang disembunyikan di Hogwarts aman; tidak mungkin bagi Potter untuk masuk ke Hogsmeade tanpa ketahuan, jadi biarkanlah yang di Hogwarts. Meskipun demikian, ada baiknya untuk memperingati Snape mengenai kemungkinan anak itu akan mencoba masuk ke kastil. … Untuk mengatakan kepada Snape mengapa anak itu mungkin kembali, tentu adalah ide bodoh; ia telah membuat kesalahan yang sangat fatal dengan mempercayai Bellatrix dan Malfoy. Bukankah kebodohan dan kecerobohan mereka telah membuktikan betapa tidak bijaksananya untuk mempercayakan rahasianya kepada orang lain?

Ia akan pergi ke pondok Gaunt terlebih dahulu, dan membawa Nagini bersamanya. Ia tak akan berpisah dari ular itu lagi… dan ia meninggalkan ruangan itu, melalui aula, dan menuju ke kebun yang gelap di mana terdapat air mancur yang sedang memancurkan air; ia memanggil Nagini dengan Parseltongue dan ular itu merayap mengikutinya seperti sebuah bayangan yang panjang…

Mata Harry mendadak terbuka saat ia kembali ke dirinya sendiri. Ia sedang berbaring di tepi danau sambil menatap matahari yang sedang terbenam, Ron dan Hermione menatap ke arahnya. Menilai dari wajah khawatir mereka, dan bekas lukanya yang masih sakit, penglihatan yang mendadak ke dalam pikiran Voldemort tadi sepertinya diketahui oleh mereka. Ia bangkit dengan susah payah, gemetar, merasa terkejut karena mendapati pakaian dan kulitnya masih basah, dan melihat piala itu tergeletak di rumput di dekatnya, dan danau, berwarna biru keemasan di saat matahari tenggelam.

“Ia tahu.” Suaranya sendiri terdengar aneh dan rendah setelah tadi ia mendengar teriakan tinggi milik Voldemort keluar dari mulutnya. “Ia mengetahuinya dan akan segera memeriksa Horcrux lainnya, dan yang terakhir,” ia telah berdiri, “ada di Hogwarts. Aku tahu. Aku tahu.”

“Apa?”

Ron menatap heran ke arah Harry; Hermione duduk tegak, kelihatan khawatir.

“Tapi apa yang kau lihat tadi? Bagaimana kau tahu?”

“Aku melihat ia mengetahui tentang piala itu, Aku – aku berada di dalam kepalanya, Ia” Harry mengingat tentang pembunuhan itu – “Ia benar-benar marah, dan juga takut, ia tidak mengerti bagaimana kita tahu, dan sekarang ia sedang memeriksa apakah Horcrux lainnya aman, cincin itu terlebih dahulu. Ia mengira kalau yang di Hogwarts adalah yang paling aman, karena ada Snape di sana, dan akan sangat sulit bagi kita untuk bisa masuk ke sana tanpa diketahui orang lain. Aku rasa ia akan memeriksa yang di Hogwarts belakangan, tapi ia masih bisa ke sana dalam beberapa jam – “

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.