Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

Goblin di belakang meja menepuk tangan dan goblin yang lebih muda datang mendekat.

“Aku perlu Logam Gerincing*,“ ia berkata pada si goblin muda, yang bergerak cepat dan kembali lagi sesaat kemudian membawa tas kulit yang tampaknya penuh logam-logam gemerincing dan memberikannya pada sang senior. ”Bagus, bagus! Jadi, jika anda berkenan mengikuti saya, Madam Lestrange,“ kata goblin tua, melompat turun dari kursi tak berlengan dan menghilang dari pandangan, ”Saya akan mengantar anda ke lemari besi.“

Dia muncul di ujung meja, berjalan dengan riang kearah mereka, isi tas kulit masih gemerincing. Travers masih berdiri dengan mulut ternganga lebar. Ron memperhatikan fenomena ganjil ini dan memandang Travers dengan bingung.

“Tunggu—Bogrod!“

Goblin yang lain datang tergesa-gesa menuju meja.

“Kita punya instruksi,“ katanya sambil menghormat kearah Hermione. “Maafkan saya, Madam, tapi ada perintah khusus berkaitan dengan lemari besi keluarga Lestrange.“

Dia segera berbisik ke telinga Bogrod, tapi si goblin di bawah kutukan imperius itu menggeleng.

“Aku mengerti instruksi itu, tapi Madam Lestrange perlu ke lemari besinya…keluarga yang amat tua…klien lama…sebelah sini, silakan…“

Dan, masih gemerincing, dia bergegas menuju salah satu pintu di aula. Harry memandang Travers lagi, yang masih terpaku di tempat, kelihatan bengong yang tidak wajar, dan mengambil keputusan. Dengan sentilan tongkatnya ia membuat Travers bergerak bersama mereka, berjalan dengan taat di belakang, sesampai mereka di pintu dan memasuki jalan berbatu kasar dibaliknya, yang diterangi obor menyala.

“Kita dalam masalah, mereka curiga,“ kata Harry ketika pintu berdebam di belakangnya dan ia menarik jubah gaib. Griphook melompat dari bahunya: baik Travers maupun Bogrod tak menunjukkan keterkejutan pada pemunculan Harry Potter di tengah-tengah mereka secara tiba-tiba. “Mereka dibawah kutukan Imperius,“ dia menambahkan, sebagai respon atas kebingungan Hermione dan Ron terhadap Travers dan Bogrod, yang keduanya berdiri dengan hampa. “Aku tak tahu apakah telah melakukannya dengan cukup kuat, aku tak yakin…“

Dan ingatan lain tiba-tiba muncul di kepalanya, Bellatrix Lestrange yang asli berteriak kepadanya saat pertama kali ia mencoba menggunakan Kutukan-Tak-Termaafkan: “Kau harus benar-benar menginginkannya, Potter!“

“Apa yang harus kita lakukan?“ tanya Ron. ”Haruskah kita keluar sekarang, selagi masih mungkin?“

“Kalau bisa,“ kata Hermione, menoleh ke belakang kearah pintu menuju aula utama, dimana tak ada yang tahu apa yang sedang terjadi.

“Kita sudah sejauh ini, menurutku kita teruskan,“ usul Harry.

“Bagus!“ ujar Griphook. “Jadi kita perlu Bogrod untuk mengendalikan kereta; aku tidak lagi mempunyai otoritas itu, tapi takkan ada tempat untuk penyihir.“

Harry mengarahkan tongkat pada Travers.“

“Imperio!“

Penyihir itu berputar dan mulai melangkah cepat sepanjang jalan gelap.

“Apa yang kau perintahkan padanya?”

”Bersembunyi,” kata Harry lalu mengarahkan tongkatnya pada Bogrod, yang bersiul untuk memanggil kereta kecil yang datang menggelinding sepanjang jalur di depan mereka, muncul dari kegelapan. Harry yakin telah mendengar teriakan di aula utama belakang mereka ketika mereka semua memanjat dengan susah payah ke dalam kereta, Bogrod di depan Griphook, sementara Harry, Ron dan Hermione berjejal di belakang.

Dengan satu sentakan kereta mulai berjalan, semakin menambah kecepatan: Mereka melewati Travers dengan cepat, yang menggeliat menjejalkan diri kedalam retakan di dinding, lalu kereta mulai berputar dan berbelok menuju jalan-jalan labirin, terusmenerus miring ke bawah. Harry tak bisa mendengar apapun selain bunyi derak kereta yang melaju di atas jalur: Rambutnya melambai di belakangnya ketika mereka berbelok dengan tiba-tiba melewati stalagtit, semakin jauh kedalam bumi, tapi dia masih juga terus-menerus mencuri pandang ke belakang. Mereka mungkin telah meninggalkan jejak besar di belakang, semakin dia memikirkannya, semakin konyol rasanya penyamaran Hermione sebagai Bellatrix, membawa-bawa tongkatnya, ketika para Pelahap Maut tahu siapa yang mencurinya—

Mereka masuk lebih dalam daripada yang Harry pernah masuki; mereka melewati tikungan tajam dengan cepat, dan melihat di depan mereka, dalam hitungan detik, air terjun deras menghujani jalur kereta. Harry mendengar Griphook berteriak, “Tidak!” tapi kereta tidak berhenti. Mereka terus bergerak dengan kecepatan tinggi memasukinya. Air memenuhi mata dan mulut Harry: Dia tidak bisa melihat maupun bernafas.

Lalu, dengan goncangan tak karuan, kereta itu terbalik dan mereka semua terlempar keluar. Harry mendengar kereta menabrak dinding dan hancur berkeping-keping, mendengar Hermione meneriakkan sesuatu, dan merasakan dirinya sendiri meluncur kembali ke tanah, seakan tak berbobot, mendarat di lantai berbatu tanpa rasa sakit.

“M—Mantra Pemantul**,” Hermione berbicara dengan gagap, Ron menariknya hingga berdiri, tapi dengan ngeri Harry menyadari bahwa ia bukan lagi Bellatrix; sebagai gantinya muncul Hermione dengan jubah terlalu besar, basah kuyup dan benar-benar telah menjadi dirinya sendiri; Ron sudah berambut merah dan tanpa jenggot lagi. Mereka menyadarinya ketika saling memandang, merasakan wajah mereka sendiri.

“Penghambat Pencuri***!” seru Griphook, berdiri dengan susah payah dan memandang kembali air bah diatas rel kereta, yang, Harry sadari sekarang, ternyata tidak sekedar air. “Itu membersihkan semua mantra dan sihir tersembunyi! Mereka tahu ada penyusup di Gringotts, mereka telah memulai pertahanan melawan kita!”

Harry melihat Hermione sedang memeriksa tas manik-maniknya, dan ia sendiri segera memasukkan tangan ke dalam jaket untuk memastikan ia tak kehilangan jubah gaib. Lalu ia menoleh dan melihat Bogrod menggoyang-goyang kepalanya: Penghambat Pencuri tampaknya telah mengangkat kutukan imperius dari dirinya.

“Kita butuh dia,” kata Griphook, “kita tidak bisa masuk lemari besi tanpa goblin Gringotts. Dan kita perlu Logam Gerincing.”

“Imperio!” Harry memantrai lagi; suaranya bergema di jalan berbatu dan merasakan lagi sensasi keras yang mengalir dari pikirannya ke tongkat. Bogrod patuh lagi pada kemauannya, ekspresi bingungnya berubah menjadi sikap acuh tak acuh yang sopan, Ron segera mengambilkan tas kulit berisi benda-benda logam.

“Harry, kurasa aku mendengar orang datang,” kata Hermione dan dia mengarahkan tongkat Bellatrix pada air terjun dan berteriak, “Protego!”. Mereka melihat Mantra Pelindung membelah aliran air sihir itu saat mengguyur jalan.

“Ide yang bagus,” kata Harry, “Tunjukkan jalannya, Griphook!”

“Bagaimana caranya kita keluar lagi?” tanya Ron saat mereka bergegas berjalan kaki ke dalam kegelapan mengikuti Griphook, Bogrod terengah-engah di belakang mereka seperti anjing tua.

“Kita pikirkan nanti saja kalau sudah saatnya,” kata Harry. Dia mencoba mendengarkan: Ia merasa mendengar sesuatu bergerincing dan bergerak dekat di sekitar mereka. “Griphook, apa masih jauh?”

“Tak jauh, Harry Potter, tak jauh….”

Mereka berbelok di pojok dan melihat sesuatu yang sebenarnya Harry sudah bersiap diri, tapi masih juga mereka mendadak berhenti.

Seekor naga raksasa terikat rantai ke lantai di tanah depan mereka, menghalangi jalan masuk menuju empat atau lima lemari besi terdalam di tempat itu. Sisik makhluk itu berubah pucat dan pecah-pecah selama pengurungan yang begitu lama di bawah tanah, matanya memucat merah jambu; kedua kaki belakangnya dipasangi semacam manset berat yang dihubungkan rantai dengan pasak sangat besar yang terpancang jauh ke dalam lantai berbatu. Sayapnya yang besar, terlipat di dekat tubuhnya, akan memenuhi ruangan jika ia merentangkannya, dan ketika ia menolehkan kepalanya ke arah mereka, ia berkoar dengan suara ribut yang membuat batu-batu bergetar, lalu ia membuka mulut, dan menyemburkan api yang membuat mereka semua berlari kembali ke jalan naik.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.