Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Itu bagus!” kata Harry, sentakan kelegaan menyelimutinya. ”Griphook, terima kasih, kami sangat …”

“… dengan imbalan,” goblin berkata dengan tegas, “sebagai bayaran.”

Terdorong ke belakang, Harry ragu-ragu.

“Berapa banyak yang kau inginkan? Aku punya emas.”

“Bukan emas,” kata Griphook. “Aku punya emas.”

Mata hitamnya berbinar; tidak ada warna putih di matanya. “Aku menginginkan pedang. Pedang Godric Griffindor.” Semangat Harry menurun. “Kau tidak bisa memilikinya,” kata Harry. “Maaf.” “Lalu,” kata gobblin lembut, “kita punya masalah.” “Kami bisa memberimu sesuatu yang lain,” kata Ron tak sabar. “ Aku bertaruh keluarga

Lestange mempunyai banyak barang-barang, kau dapat mengambilnya ketika kita masuk ke dalam lemari besi.” Ron telah mengatakan hal yang salah. Griphook menjadi marah. “Aku bukan pencuri, nak!

Aku tidak mencoba memperoleh harta yang bukan hakku!” “Pedang itu milik kami –“ “Tidak,” kata goblin. “Kami Gryffindor, dan itu dulu kepunyaan Godric Gryffindor –“ “Dan sebelumnya, kepunyaan siapa?” tuntut goblin yang duduk tegak.

“Bukan siapa-siapa,” kata Ron. “ Itu dibuat untuknya, kan?” “Tidak!” teriak goblin, dipenuhi dengan kemarahan, jari panjangnya menunjuk Ron.“Kearoganan penyihir lagi! Pedang itu dulu milik Ragnuk, diambil oleh Godric Gryffindor! Itu adalah harta yang hilang, karya besar goblin! Itu kepunyaan goblin. Pedang adalah harga dari bayaranku, ambil atau tinggalkan!”

Griphook menatap mereka. Harry melirik yang lain, kemudian berkata, “Kami perlu mendiskusikan ini, Griphook, jika boleh. Bisakah kau memberi kami beberapa menit?”

Goblin mengangguk, terlihat masam. Di ruang duduk lantai dasar yang kosong, Harry berjalan menuju perapian, mengerutkan alis, mencoba untuk berpikir apa yang harus dilakukan. Di sampingnya, Ron berkata, “Dia bercanda. Kita tidak bisa membiarkan dia mendapatkan pedang itu.”

“Apakah itu benar?” Harry bertanya kepada Hermione. “Apakah pedang itu dicuri Gryffindor?” “Aku tidak tahu,” dia berkata tanpa harapan. “Sejarah sihir sering menghindari apa yang penyihir lakukan kepada ras sihir lainnya, tetapi tidak ada catatan yang aku tahu yang mengatakan Gryffindor mencuri pedang.”

“Itu akan terdapat di cerita goblin,” kata Ron, “tentang bagaimana penyihir selalu mencoba mengambil kepunyaan mereka. Aku mengira kita harus memikirkan keberuntungan kita, dia belum meminta salah satu tongkat kita.”

“Goblin mempunyai alasan bagus untuk tidak menyukai penyihir, Ron.” Kata Hermione. “Dahulu mereka telah diperlakukan kasar.”

“Goblin tidak seperti kelinci kecil yang lembut, kan?” kata Ron. “Mereka telah membunuh banyak dari kita. Mereka bermain kotor juga.”

“Tetapi berdebat dengan Griphook tentang siapa ras yang paling curang dan kasar tidaklah membuat ia menolong kita, kan?”

Ada kesunyian ketika mereka mencoba memikirkan jalan keluar tentang masalah ini. Harry melihat keluar jendela, pada kuburan Dobby. Luna sedang menata bunga lavender laut di guci kesukaran di samping batu kubur.

“Oke,” kata Ron, dan Harry berbalik kepadanya, “Bagaimana bila? Kita beritahu Griphook kita memerlukan pedang hingga kita masuk ke dalam lemari besi dan dia dapat memilikinya. Ada yang pedang palsu, kan? Kita tukar dan memberinya yang palsu.”

“Ron, dia lebih tahu perbedaannya dari pada kita!” kata Hermione. “Hanya dia yang menyadari bila tertukar!”

“Yeah, tapi kita bisa kabur sebelum dia menyadarinya …”

Ron takut akan pandangan Hermione padanya.

“Itu,” kata Hermione pelan, “adalah perbuatan hina. Meminta pertolongannya, kemudian memperdayanya? Dan kau ingin tahu kenapa goblin tidak menyukai penyihir, Ron?”

Telinga Ron berubah merah.

“Baiklah, baiklah! Hanya hal itu yang dapat kupikirkan! Lalu, apa solusimu?”

“Kita perlu menawarkan sesuatu yang lain, sesuatu yang berharga.”

“Hebat, aku akan pergi dan mendapatkan salah satu pedang buatan goblin kepunyaan leluhur kita dan kau bisa membungkusnya.”

Kesunyian menyelimuti mereka lagi. Harry yakin bahwa goblin tidak menginginkan hal yang lain melainkan pedang itu, jika mereka mendapatkan suatu yang berharga untuk ditawarkan. Namun, pedang mereka sangat diperlukan untuk menghancurkan horcruxhorcrux.

Harry menutup matanya sekejap dan mendengar deburan ombak. Ide bahwa Gryffindor mungkin mencuri pedang tak menyenangkannya: dia selalu bangga menjadi Gryffindor, Gryffindor telah membela kelahiran Muggle, penyihir yang berselisih dengan pecinta darah murni, Slytherin ….

“Mungkin dia berbohong,” Harry berkata, membuka matanya kembali. “Griphook. Mungkin Gryffindor tidak mengambil pedang itu. Bagaimana kita tahu versi sejarah goblin, kan?”

“Apakah itu membuat perbedaan?” Tanya Hermione.

“Merubah perasaanku tentang ini,” kata Harry.

Dia mengambil napas panjang. “Kita akan memberitahu dia dapat memiliki padang setelah dia menolong kita masuk ke dalam lemari besi — tapi kita akan berhati-hati, menghindari dalam memberitahu hal yang sebenarnya kapan dia dapat memilikinya.”

Ron perlahan menyeringai. Namun, Hermione terlihat waspada.

“Harry, kita tidak bisa ….”

“Dia dapat memilikinya,” Harry meneruskan, “setelah kita menggunakannya untuk semua Horcrux. Aku akan pastikan ia mendapatkannya. Aku akan menyimpan katakataku.”

“Tapi itu bisa bertahun-tahun!” kata Hermione.

“Aku tahu, tapi dia tidak memerlukannya. Aku tidak akan berbohong … sungguh.”

Mata Harry dan Hermione bertemu dengan campuran menantang dan malu. Dia ingat kata-kata yang terukir di pintu gerbang menuju Nurmengard : UNTUK YANG TERBAIK. Dia menyingkirkan idenya. Apa pilihan yang mereka punya?

“Aku tidak menyukainya,” kata Hermione.

“Aku juga,” Harry menambahkan.

“Yah, Aku kira ini jenius, “ kata Ron yang berdiri kembali. “Mari beritahu dia.”

Kembali di kamar terkecil, Harry membuat penawaran dan dengan hati-hati mengatakannya seperti tidak memberikan sesuatu yang pasti tentang kapan saat perpindahan pedang. Hermione mengerutkan dahi ke lantai ketika Harry berbicara; Harry terganggu karenanya, khawatir bila Hermione mungkin akan menghancurkannya. Namun, Griphook hanya menatap Harry.

“Aku memegang kata-katamu, Harry Potter, bahwa kau akan memberikan aku pedang Gryffindor jika aku menolongmu?”

“Ya,” kata Harry.

“Lalu jabat tangan,” kata goblin mengeluarkan tangannya. Harry menerimanya dan menjabat tangan. Dia bertanya-tanya apakah mata hitam itu melihat kekhawatiran dirinya. Lalu Griphook melepaskan tangan Harry, dan berkata, ”Jadi. Kita mulai!”

Seperti rencana menyelundup ke Kementrian dimulai lagi. Mereka mengatur untuk bekerja di ruangan kecil agar aman seperti keinginan Griphook dengan cahaya redup.

“Aku hanya sekali mengunjungi lemari besi Lestrange,” Griphook memberitahu mereka, “Pada peristiwa aku diberitahu tentang tempat yang di dalamnya terdapat pedang palsu. Tempat itu adalah salah satu kamar paling kuno. Keluarga penyihir tertua menyimpan harta mereka di level terdalam, tempat dimana lemari besi terbesar dengan perlindungan terbaik….”

Mereka seperti dikurung di lemari yang mirip kamar selama berjam-jam. Perlahan-lahan hari-hari berganti menjadi minggu-minggu. Ada masalah yang datang silih berganti, seperti ketika persediaan ramuan Polyjuice mereka yang cepat kosong.

“Hanya cukup satu yang tersisa untuk salah satu dari kita,” kata Hermione, memiringkan mud kental yang seperti ramuan pada cahaya lampu.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.