Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Well, ruang penyimpanan yang kami inginkan tidak kosong, dan aku rasa pengamanannya akan sangat kuat,” kata Harry. “Ruang itu milik keluarga Lestrange.”

Dia melihat Ron dan Hermione saling berpandangan, keheranan, tapi ada banyak waktu untuk menjelaskan setelah Griphook telah memberikan jawabannya.

“Kau tidak memiliki kesempatan,” kata Griphook datar. “Tak ada kemungkinan sama sekali. Jika kau mencari dibawah lantai kami, harta yang tak berhak kaumiliki…”

“Pencuri, kau telah diperingatkan, waspadalah… yeah, aku tahu, aku ingat,” kata Harry. “Tapi aku bukan mencoba mengambil harta apapun untukku, aku tidak bermaksud mendapatkan keuntungan pribadi. Dapatkah kau mempercayainya?”

Goblin itu memandang condong ke Harry, dan bekas luka sambaran kilat di dahi Harry berdenyut, tapi dia mengacuhkannya, menolak untuk merasakan sakitnya atau undangannya.

“Jika ada penyihir yang dapat aku percaya bahwa mereka tidak mencari keuntungan pribadi,” akhirnya Griphook berkata, “itu adalah kau, Harry Potter. Para goblin dan peri belum pernah mendapatkan perlindungan dan penghormatan seperti yang kau tunjukkan malam ini. Tidak dari para pembawa-tongkat.”

“Pembawa-tongkat.” Ulang Harry: istilah itu kedengaran aneh di telinganya ketika bekas lukanya berdenyut, ketika Voldemort melayangkan pikirannya ke utara, dan ketika Harry merencanakan pertanyaan untuk Ollivanders di pintu selanjutnya.

“Kesepakatan untuk mempunyai sebuah tongkat sihir,” kata si goblin dengan pelan, “telah dibuat lama sebelumnya diantara para penyihir dan goblin.”

“Well, para goblin dapat melakukan sihir tanpa tongkat sihir,” kata Ron.

“Bukan itu masalahnya! Para penyihir menolak untuk berbagi rahasia pembuatan tongkat dengan mahluk sihir lainnya, mereka mengira kami bermaksud untuk memperkuat kekuatan kami!”

“Well, para goblin juga tidak mau membagikan rahasia mereka,” kata Ron, “Kau tidak mau memberitahu kami bagaimana membuat pedang-pedang dan pakaian perang seperti yang kalian lakukan. Para goblin tahu bagaimana bekerja dengan logam dengan cara yang para penyihir tidak…”

“Itu tidak masalah,” kata Harry, memperhatikan perubahan warna Griphook. “Ini bukan tentang para penyihir lawan para goblin atau jenis mahluk sihir lainnya…”

Griphook tertawa tidak menyenangkan.

“Tapi ini memang benar, ini masalah sebenarnya! Ketika Penguasa Kegelapan menjadi lebih kuat, ras kalian berada lebih tinggi di atas kami! Gingotts tunduk di bawah peraturan penyihir, peri rumah dijadikan budak, dan siapa diantara para pembawa-tongkat yang keberatan?”

“Kami!” kata Hermoine. Dia telah duduk tegak, matanya bersinar. “Kami keberatan! Dan aku diburu seperti setiap goblin dan peri rumah, Griphook! Aku adalah Darah Lumpur!”

“Jangan sebut dirimu…” Ron bergumam.

“Kenapa tidak?” kata Hermione. “Darah Lumpur, dan aku bangga karenanya! Aku tidak memiliki posisi yang lebih tinggi dari pada kau sekarang, Griphook! Aku yang mereka pilih untuk disiksa, di rumah Malfoy!”

Sementara dia berbicara, dia mendorong ke samping gaun di lehernya kesamping untuk menunjukkan goresan kecil yang telah dibuat Bellatrix, bekas luka di atas tenggorokannya.

“Apakah kau tahu bahwa Harry lah yang membebaskan Dobby?” dia bertanya. “Apakah kau tahu kami memperjuangkan kebebasan peri selama bertahuntahun?”(Ron bergerak tidak nyaman di lengan kursi Hermione) “Kau tidak ingin Kau-Tahu-Siapa menghalangi apa yang kami lakukan, Griphook!”

Goblin itu memandang Hermione dengan pandangan aneh yang sama seperti yang diberikannya pada Harry.

“Apa yang kau cari di ruang penyimpanan keluarga Lestrange?” dia tiba-tiba bertanya. “Pedang yang ada di ruang penyimpanan itu palsu. Ini yang asli.” Dia melihat mereka satu per satu. “Aku rasa kau telah mengetahui ini. Kau memintaku berbohong pada waktu di sana.”

“Tapi pedang yang palsu itu bukan satu-satunya benda yang ada di sana, kan?” tanya Harry. “Mungkin kau pernah melihat benda lain di sana?”

Jantungnya berdetak lebih cepat dari pada kapanpun. Dia melipatgandakan keinginannya untuk mengacuhkan denyutan di bekas lukanya.

Goblin itu memilin lagi janggut di dagunya. “Itu melanggar peraturan kami jika berbicara rahasia Gringotts pada yang lain. Kami adalah penjaga harta-harta berharga. Kami mempunyai tugas untuk memelihara benda yang ada pada kami, yang mana seringkali, dibuat oleh jari-jari kami.”

Goblin itu memandang pedang, dan mata hitamnya berpaling dari Harry ke Hermione ke Ron lalu kembali memandang pedang lagi.

“Sangat muda,” akhirnya dia berkata, “untuk bertarung dengan keras.” “Maukah kau menolong kami?” kata Harry. “Kami tidak memiliki harapan menerobos tanpa bantuan goblin. Kau satu-satunya kesempatan kami.”

“Aku akan… memikirkannya.” Kata Griphook dengan lambat. “Tapi…” Ron mulai marah; Hermione menyodok rusuknya. “Terima kasih.” kata Harry. Goblin itu menundukkan kepalanya dengan penghormatan, kemudian memegang kaki pendeknya.

“Kurasa,” dia berkata, mengatur dirinya dengan sok di atas tempat tidur Bill dan

Fleur, “Skele-Gro telah selesai bekerja. Akhirnya aku dapat tidur. Maafkan aku…” “Yeah, tentu saja,” kata Harry, tapi sebelum meninggalkan ruangan dia membungkuk ke

depan dan mengambil pedang Gryfinddor dari samping goblin itu. Griphook tidak keberatan, tapi Harry mengira dia melihat kemarahan di mata goblin itu ketika dia menutup pintu di depannya.

“Iblis kecil,” bisik Ron. “Dia menikmati telah menggantung keadaan kita.” “Harry,” bisik Hermione, mendorong mereka berdua jauh dari pintu, ke tengah ruangan yang masih gelap, “apakah kau berpikir sama dengan yang aku pikirkan? Kau mengira ada sebuah Horcrux di dalam ruang penyimpanan Lestrange?” “Ya,” kata Harry. “Bellatrix ketakutan ketika dia mengira kita pernah berada di sana, dia seperti bukan dirinya. Mengapa? Apa yang dia kira kita cari, apa lagi yang dia pikir mungkin kita ambil? Sesuatu yang dia tidak ingin Kau-Tahu-Siapa mengetahuinya.” “Tapi kukira kita mencari di tempat dimana Kau-Tahu-Siapa pernah tinggal, tempat dimana dia melakukan sesuatu yang penting?” kata Ron, terlihat heran. “Apakah dia pernah berada dalam ruang penyimpanan Lestrange?”

“Aku tidak tahu apakah dia pernah berada di dalam Gringotts,” kata Harry. “Dia tidak pernah mempunyai emas di sana ketika dia masih muda, karena tak ada yang memberinya. Dia mungkin pernah melihat bank itu dari luar, kupikir, pada saat pertama kali dia pergi ke Diagon Alley.”

Bekas luka Harry berdenyut, tapi dia mengacuhkannya; dia ingin Ron dan Hermione untuk mengerti tentang Gringotts sebelum mereka berbicara pada Ollivander.

“Kurasa dia bisa mencari seseorang yang mempunyai kunci ke sebuah ruang penyimpanan Gringotts. Aku rasa dia telah melihat bangunan itu sebagai salah satu simbol yang dimiliki oleh Dunia Sihir. Dan jangan lupa, dia mempercayai Bellatrix dan suaminya. Mereka adalah abdinya yang paling setia sebelum dia jatuh, dan mereka yang mencoba mencarinya setelah dia menghilang. Dia mengatakan itu pada saat dia kembali, aku mendengarnya.”

Harry menggosok bekas lukanya.

“Aku tidak berpikir dia memberitahu Bellatrix bahwa benda itu sebuah horcrux. Dia tidak pernah memberitahu Lucius kebenaran tentang buku harian. Kemungkinan dia memberitahunya itu adalah sebuah harta berharga dan memintanya untuk menyimpannya di ruang penyimpananya. Tempat teraman di dunia untuk menyembunyikan sesuatu… kecuali Hogwarts.”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.