Baca Novel Online

Harry Potter Dan Reliku Kematian

“Kingsley, aku kira kau menjaga Perdana Menteri Muggle?” tanya Harry.

“Ia akan baik-baik saja walau aku tinggal satu malam,” kata Kingsley. “Kau yang lebih penting.”

“Harry, coba tebak,” kata Tonks yang duduk di atas mesin cuci, ia menunjukkan tangan kirinya, sebuah cincin berkilauan.

“Kalian sudah menikah?” jerit Harry, memelototi Tonks dan Lupin.

“Sayang sekali kau tidak bisa hadir, Harry.”

“Luar biasa! Sela…”

“Baiklah, kita akan punya waktu untuk mengobrol nanti!” teriak Moody di antara keriuhan, dan langsung membuat semua terdiam. Moody menjatuhkan dua kantung besar yang dibawanya dan berbicara pada Harry. “Seperti yang telah Dedalus katakan padamu, kami tidak memakai rencana A. Pius Thicknesse bereaksi berlebihan dan memberi kita masalah besar. Dia telah memberi izin khusus untuk menyambungkan rumah ini ke jaringan Floo, menggunakan Portkey, bahkan untuk ber-Apparate. Dan semua itu ditujukan untuk menjagamu untuk mencegah Kau-Tahu-Siapa untuk mendapatkanmu. Yang tentu saja, tidak ada gunanya karena masih ada perlindungan yang telah ibumu buat. Yang telah dia lakukan hanya mencegahmu keluar dari sini hidup-hidup.

“Masalah kedua adalah, kau masih di bawah umur. Berarti kau masih dilacak.”

“Aku tidak…”

“Pelacak!” kata Mad-Eye tidak sabar. “Mantra yang dapat mendeteksi kegiatan sihir di sekitar anak yang berusia di bawah tujuh belas tahun! Bila kau, atau siapa pun yang ada di dekatmu mengeluarkan mantra, Thicknesse akan tahu dan begitu pula para Pelahap Maut.”

“Kita tidak dapat menunggu sampai Pelacak itu hilang, karena begitu kau berusia tujuh belas tahun, kau akan kehilangan perlindungan dari ibumu. Pendek kata,

Pius Thicknesse telah berhasil memojokkan kita.”

Harry sependapat walaupun ia tidak tahu siapa Thicknesse itu. “Jadi, apa yang akan kita lakukan?”

“Kita akan menggunakan satu-satunya alat transportasi yang tersisa. Yang tidak akan meninggalkan Jejak. Karena kita tidak perlu mengeluarkan mantra untuk menggunakannya. Sapu, Thestral, dan sepeda motor Hagrid.”

Harry dapat melihat cacat dalam rencana ini, tapi ia tetap diam dan membiarkan Mad-Eye untuk melanjutkan.

“Perlindungan dari ibumu akan hilang karena dua hal, yaitu saat kau berumur tujuh belas, atau…” Moody berputar di tengah dapur yang sangat bersih, “kau tak lagi menganggap tempat ini sebagai rumah. Kau dan paman bibimu berpisah malam ini, yang artinya kalian tidak akan tinggal bersama lagi, kan?”

Harry mengangguk.

“Jadi, saat kau meninggalkan rumah ini, kau tidak akan kembali, dan perlindungan itu akan hilang saat kau keluar dari daerah ini. Pilihan kita saat ini adalah menghilangkan perlindungan itu lebih awal, atau membiarkan KauTahu-Siapa datang dan langsung menangkapmu saat kau berusia tujuh belas.”

“Untung saja Kau-Tahu-Siapa tidak tahu kalau kita akan melakukannya malam ini. Kita akan membuat jejak palsu untuk Kementrian, karena mereka pikir kau tidak akan pergi sebelum tanggal tiga puluh. Tapi, karena kita sedang berhadapan dengan Kau-Tahu-Siapa, kita tidak tahu apakah dia akan termakan rencana tanggal tiga puluh. Dia memerintahkan Pelahap Maut untuk berpatroli di atas daerah ini, untuk berjaga-jaga. Jadi, kami telah memberi banyak perlindungan pada selusin rumah. Dan semuanya dapat menjadi tempat perlindunganmu. Dan semuanya juga adalah milik anggota Orde: rumahku, rumah Kingsley, rumah bibi Molly, Muriel… – kau mengerti?”

“Ya,” kata Harry, tak sepenuhnya jujur, karena ia hanya mengerti sedikit dari rencana yang telah dijelaskan tadi.

“Kau akan ke rumah orang tua Tonks. Saat kau sudah berada dalam perlindungan yang kami buat, kau dapat menggunakan Portkey ke the Burrow. Ada pertanyaan?”

“Er… ada,” kata Harry. “Sepertinya mereka akan tahu ke mana kita akan pergi, kan jelas sekali kalau ada,” Harry langsung menghitung cepat, “empat belas orang yang terbang bersamaan ke rumah orang tua Tonks.”

“Ah,” kata Moody, “aku lupa menjelaskan rencana utamanya. tentu, tidak semuanya akan pergi ke rumah orang tua Tonks. Akan ada tujuh orang Harry Potter yang ditemani seorang pengawal yang akan terbang ke tujuh tempat perlindungan yang berbeda.”

Moody mengeluarkan botol dari dalam jubahnya yang berisi sesuatu yang nampak seperti lumpur. Dan tidak perlu lagi menjelaskan, karena Harry langsung mengerti keseluruhan rencana itu.

“Tidak!” teriak Harry, suaranya bergema di dapur. “Tidak akan!”

“Sudah kukira akan begini,” kata Hermione penuh rasa puas.

“Kau kira aku akan membiarkan enam orang membahayakan hidup mereka!”

“Kau pikir ini yang pertama kalinya…” kata Ron.

“Tapi ini berbeda, saat kalian berpura-pura menjadi aku…”

“Yah, sebenarnya kami tidak ingin, Harry,” kata Fred bersungguh-sungguh. “Bayangkan bila terjadi sesuatu dan kami akan terperangkap dalam tubuh dan wajahmu dengan bekas luka itu untuk selamanya.”

Harry bahkan tidak tersenyum.

“Kalian tidak akan melakukannya bila aku tidak bekerja sama, kalian butuh rambutku.”

“Wah, tampaknya rencana kami berantakan,” kata George. “Jelas tidak mungkin mendapatkan rambutmu bila kau tidak mau bekerja sama.”

“Tiga belas lawan satu, yang bahkan belum diizinkan menggunakan sihir. Kami pasti gagal,” kata Fred.

“Lucu,” kata Harry sebal. “Benar-benar lucu.”

“Bila kami harus memaksamu, maka itulah yang akan kami lakukan,” kata Moody geram, mata sihirnya berdesing saat akhirnya memandangi Harry. “Tiap orang yang ada di sini sudah cukup umur, Potter, dan mereka siap dengan resiko yang mereka hadapi.”

Mundungus mengangkat bahu dan menampakkan wajah tidak senang. Mata sihir Mad-Eye berputar dan memandangi Mundungus menembus kepala Moody.

“Cukup untuk berdebat. Waktu kita tidak banyak. Aku minta beberapa helai rambutmu, sekarang!”

“Tapi ini gila, tidak perlu…”

“Tidak perlu!” hardik Moody. “Dengan Kau-Tahu-Siapa di luar sana dan separuh Kementrian mendukungnya? Potter, kita beruntung bila dia menelan mentahmentah rencana palsu pada tanggal tiga puluh. Tapi, dia menyuruh para Pelahap Maut untuk berjaga-jaga, dan ini yang kita lakukan. Mereka tidak akan bisa kemari karena perlindungan ibumu, tapi begitu kau pergi nanti, perlindungan itu akan langsung hilang. Satu-satunya kesempatan yang kita miliki adalah bila kita mengalihkan perhatian mereka. Karena tidak mungkin, bahkan Kau-Tahu-Siapa, dapat membagi dirinya menjadi tujuh.”

Harry bertatapan sesaat dengan Hermione yang langsung membuang muka.

“Sekarang!” bentak Moody.

Semua mata tertuju pada Harry saat ia mencabut beberapa helai rambutnya dengan enggan.

“Bagus,” kata Moody, berjalan timpang sambil membuka tutup botol ramuan itu. “Langsung masukkan ke sini.”

Harry menjatuhkan rambutnya ke dalam ramuan yang nampak seperti lumpur itu. Sesaat kemudian, ramuan menggelegak dan berasap. Dan langsung berubah menjadi cairan bening berwarna keemasan.

“Wah, kau kelihatan lebih enak daripada ramuan Crabbe dan Goyle,Harry,” kata Hermione, sebelum melihat Ron yang mengangkat alisnya. “Kau tahu sendiri kan – ramuan Goyle tampak seperti ingus.”

“Baiklah, para Potter palsu, ayo antre di sebelah sini,” kata Moody.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: July 11, 2014 12:31

    Budi Oka Santoso

    Update lg dong novelnya . . . . . . . . :) . . . . Terima Kasih :)
  • Posted: October 14, 2015 12:59

    Sulaiman

    Novel nya donk di update lgi
  • Posted: March 3, 2016 07:22

    fida kurnia

    update yang bayak dong novelnya
  • Posted: February 20, 2018 14:07

    devkimedia

    salah satu master piece novel terbaik yang di buat oleh JK rowling,,, nice novel
  • Posted: April 23, 2018 03:47

    NUR ZULAIKHA

    BANYAK NYA MUKA SURAT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.