Baca Novel Online

Harry Potter Dan Piala Api

Dia dan anak-anak perempuan berjalan pelan ke arah Unicorn, meninggalkan anak laki-laki di dekat pagar lapangan, menonton. Begitu Profesor Grubbly-Plank berada di luar jangkauan pendengaran, Harry menoleh kepada Ron.

“Menurutmu kenapa dia? Apakah Skrewt…?”

“Oh, dia tidak diserang, Potter, kalau itu yang kau kira,” kata Malfoy pelan. “Tidak, dia cuma terlalu malu memperlihatkan wajah jeleknya yang besar.”

“Apa maksudmu?” kata Harry tajam.

Malfoy merogoh kantong jubahnya dan menarik keluar halaman surat kabar yang terlipat.

“Ini dia,” katanya. “berat juga memberitahumu, potter…”

Dia menyeringai ketika Harry menyambar koran itu, membuka lipatannya, dan membacanya. Ron, Seamus, Dean, dan Neville ikut membaca dari balik bahunya. Di atas artikel itu ada foto Hagrid yang tampak salah tingkah.

KESALAHAN BESAR DUMBLEDORE

Albus Dumbledore, Kepala Sekolah Hogwarts yang eksentrik, tak pernah takut memilih guru yang kontroversial, begitu laporan Rita Skeeter, koresponden khusus kami. Bulan September tahun ini dia mempekerjakan Alastor “Mad-Eye” Moody, mantan Auror terkenal yang gemar menyihir, untuk mengajar

Pertahanan terhadap Ilmu Hitam, keputusan yang membuat banyak alis terangkat di Kementerian Sihir, mengingat kebiasaan Moody yang sudah dikenal luas untuk menyerang siapa saja yang mendadak bergerak di dekatnya. Kendatipun demikian, Mad-Eye Moody tampak bertanggung jawab dan baik hati jika dibandingkan dengan makhluk setengah-manusia yang dipekerjakan Dumbledore untuk mengajar Pemeliharaan Satwa Gaib.

Rubeus Hagrid, yang mengaku dikeluarkan dari Hogwarts dalam tahun ketiganya, telah menikmat kedudukan sebagai pengawas binatang liar di sekolay sejak saat itu, pekerjaan yang diberikan kepadanyt oleh Dumbledore. Tetapi tahun lalu, Hagrid menggunakan pengaruh misteriusnya kepada Kepala Sekolah untuk mendapatkan jabatan tambahan sebagai guru Pemeliharaan Satwa Gaib, mengalahkan banyak kandidat yang jauh lebih bermutu.

Bertubuh luar biasa besar dan bertampang mengerikan, Hagrid telah menggunakan kekuasaan barunya untuk membuat takut murid-muridnya dengan serangkaian makhluk mengerikan. Sementara Dumbledore tutup mata, Hagrid membuat beberapa pelajar terluka dalam pelajaran-pelajarannya yang diakui oleh banyak anak sebagai “sangat mengerikan”.

“Saya diserang Hippogriff, dan teman saya Vincent Crabbe digigit Cacing Robber sampai luka parah,”

kata Draco Malfoy, murid kelas empat. “Kami semua membenci Hagrid, tetapi terlalu ketakutan untuk mengatakannya.”

Kendatipun demikian, Hagrid tak berniat menghentikan kampanye intimidasinya. Dalam percakapannya dengan Daily Prophet bulan lalu, dia mengaku membiakkan makhluk yang dinamainya “Skrewt Ujung-Meletup” hasil silang sangat berbahaya antara Manticore dan kepiting-api. Manticore adalah makhluk berkepala manusia bertanduk, bertubuh singa, dan berekor kalajengking. Penciptaan jenis baru satwa gaib sebetulnya kegiatan yang biasanya dikontrol ketat oleh Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib.

Meskipun demikian, Hagrid menganggap dirinya di atas pembatasan picik semacam itu.

“Aku cuma mau sedikit kesenangan,” katanya, sebelum buru-buru mengubah topik pembicaraan.

Seakan ini belum cukup, Daily Prophet baru saja mengungkap bukti bahwa Hagrid bukan seperti yang selama ini dia tutup-tutupi penyihir berdarah murni. Dia bahkan bukan manusia sepenuhnya. Ibunya, kami bisa membuka secara eksklusif, tak lain dan tak bukan si raksasa Fridwulfa, yang keberadaannya saat ini tidak diketahui.

Haus darah dan brutal, para raksasa membuat diri mereka nyaris punah dengan berperang antar mereka sendiri selama seabad terakhir ini. Sisanya yang tinggal sedikit bergabung dengan Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut, dan bertanggung jawab atas beberapa pembunuhan Muggle terburuk yang terjadi selama kekuasaannya yang penuh teror.

Sementara banyak dari raksasa yang mengabdi Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut dibunuh oleh para Auror yang bekerja melawan pihak Hitam, Fridwulfa tidak termasuk di antaranya. Mungkin saja dia kabur ke komunitas para raksasa di pegunungan-pegunungan di negara asing. Jika keantikannya selama memberi pelajaran Pemeliharaan Satwa Gaib bisa dijadikan petunjuk, putra Fridwulfa tampaknya mewarisi wataknya yang brutal.

Sudah suratan takdir, Hagrid dikabarkan bersahabat erat dengan anak yang menyebabkan kejatuhan jatuhan Anda-Tahu-Siapa dari kekuasaannya. Persahabatan ini, dengan demikian, mendorong ibunya sendiri, seperti juga para pendukung Anda-Tahu-Siapa yang lain, untuk bersembunyi. Mungkin Harry

Potter tidak menyadari kenyataan tak menyenangkan tentang temannya yang besar ini tetapi Albus Dumbledore jelas punya kewajiban untuk memastikan bahwa Harry Potter, bersama teman-temannya, diperingatkan akan bahayanya berhubungan den setengah-raksasa.

Harry selesai membaca dan mendongak menatap Ron, yang mulutnya ternganga.

“Bagaimana dia bisa tahu?” Ron berbisik.

Tetapi bukan itu yang mengusik Harry.

“Apa maksudmu, ‘kami semua membenci Hagrid’?” Harry bertanya tajam kepada Malfoy. “Omong kosong apa ini” dia menunjuk Crabbe “digigit Cacing Flobber sampai luka parah? Cacing itu bahkan tak punya gigi!”

Crabbe tertawa terkikik, rupanya puas sekali.

“Yah, kurasa artikel ini akan mengakhiri karier mengajar si tolol itu,” kata Malfoy, matanya berkilat.

“Setengah-raksasa… dan kupikir dia menelan sebotol Skele-Gro waktu dia masih muda… Tak akan ada ibu dan ayah yang senang mendengar ini. Mereka cemas dia akan memakan anak mereka, ha, ha…”

“Kau…”

“Apakah kalian yang di belakang memperhatikan?”

Suara Profesor Grubbly-Plank terdengar sampai di tempat anak laki-laki. Anak-anak perempuan sekarang mengerumuni si Unicorn, membelainya. Saking marahnya Harry, artikel Daily Prophet itu bergetar di tangannya ketika dia menoleh untuk memandang kosong pada si Unicorn. Profesor Grubbly-Plank sekarang menyebutkan. satu demi satu keajaiban Unicorn dengan suara keras supaya anak laki-laki bisa mendengarnya juga.

“Kuharap dia terus mengajar!” kata Parvati Patil ketika pelajaran telah usai dan mereka semua berjalan kembali ke kastil untuk makan siang. “Seperti itulah bayanganku tentang Pemeliharaan Satwa Gaib…

makhluk yang pantas seperti Unicorn, bukan monster…”

“Bagaimana dengan Hagrid?” kata Harry berang ketika mereka menaiki undakan.

“Bagaimana dengan dia?” kata Parvati ketus. “Dia masih bisa jadi pengawas binatang liar, kan?”

Parvati bersikap sangat dingin kepada Harry sejak pesta dansa itu. Harry tahu seharusnya dia memberi perhatian lebih kepadanya, tetapi tampaknya Parvati toh menikmati pesta itu. Yang pasti dia memberitahu siapa saja yang mau mendengarkan bahwa dia telah berjanji akan menemui anak

Beauxbatons itu di Hogsmeade pada waktu kunjungan berikutnya.

“Pelajaran yang benar-benar bagus,” komentar Hermione ketika mereka memasuki Aula Besar. “Aku belum tahu setengah dari yang Profesor Grubbly-Plank ajarkan tentang Uni…”

“Lihat ini!” bentak Harry, dan dia menyorongkan artikel Daily Prophet di bawah hidung Hermione.

Hermione melongo ketika membaca. Reaksinya persis sama seperti reaksi Ron.

“Bagaimana si Skeeter menyebalkan itu bisa tahu? Menurutmu apakah Hagrid memberitahunya?”

“Tidak,” kata Harry, berjalan paling depan ke meja Gryffindor dan mengenyakkan diri di kursi dengan gusar. “Dia bahkan tidak memberitahu kita, kan? Kurasa si Rita itu marah sebab Hagrid tidak mau membeberkan hal-hal buruk tentang aku, dia lalu menguber berita untuk membalasnya.”

“Mungkin dia mendengarnya memberitahu Madame Maxime waktu pesta dansa,” kata Hermione pelan.

“Kalau ya, kami pasti sudah melihatnya di kebun!” kata Ron. “Lagi pula dia kan mestinya tidak bisa lagi masuk ke kompleks sekolah. Kata Hagrid, Dumbledore melarangnya…”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 28, 2018 02:37

    Nur Iman Fathi bin Md. Faizam

    ilike this story

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.