Baca Novel Online

Harry Potter Dan Piala Api

Tetapi Crouch menarik napas dalam lagi dan meneruskan bicara dalam suara datar yang sama, “Para Dementor buta. Mereka merasakan satu orang sehat dan satu orang yang hampir mati memasuki

Azkaban. Mereka merasakan satu orang sehat dan satu orang yang hampir mati keluar lagi dari penjara itu. Ayahku menyelundupkanku keluar, menyamar sebagai ibuku, untuk berjaga-jaga kalau-kalau ada napi yang mengawasi dari balik pintu mereka.”

“Ibuku meninggal tak lama kemudian di Azkaban. Dia berhati-hati selalu meminum Ramuan Polijus sampai akhir hayatnya. Semua orang mengira dia aku.”

Pelupuk mata pria itu berkejap.

“Dan apa yang dilakukan ayahmu denganmu, setelah dia membawamu pulang?” tanya Dumbledore pelan.

“Bersandiwara ibuku meninggal. Pemakaman pribadi, tanpa dihadiri siapa pun. Makam itu kosong. Peri-rumah merawatku sampai aku sehat kembali. Kemudian aku harus disembunyikan. Aku harus di kontrol.

Ayahku harus menggunakan beberapa mantra untuk menaklukkanku. Saat kekuatanku pulih, aku hanya berpikir untuk mencari tuanku… kembali melayaninya.”

“Bagaimana ayahmu menaklukkanmu?” tanya Dumbledore.

“Kutukan Imperius,” kata Crouch. “Aku di bawah kontrol ayahku. Aku dipaksa memakai Jubah Gaib siang dan, malam. Aku selalu bersama peri-rumah. Dia penjagaku dan perawatku. Dia kasihan kepadaku. Dia membujuk ayahku agar kadang-kadang memberiku kelonggaran. Sebagai imbalan untuk sikapku yang baik.”

“Tuan Barty, Tuan Barty,” isak Winky dari balik tangannya. “Kau tak boleh memberitahu mereka, kita nanti repot…”

“Apakah ada yang tahu bahwa kau masih hidup?” kata Dumbledore pelan. “Apakah ada yang tahu selain ayahmu dan peri-rumah kalian?”

“Ya,” kata Crouch, pelupuknya mengejap lagi. “Pegawai wanita di kantor ayahku. Bertha Jorkins. Dia datang ke rumah membawa surat-surat untuk ditandatangani ayahku. Ayah tidak di rumah. Winky mempersilakannya masuk dan kembali ke dapur, kepadaku. Tetapi Bertha Jorkins mendengar Winky bicara kepadaku. Dia datang untuk menyelidiki. Dia mendengar cukup banyak untuk bisa menebak siapa yang bersembunyi di balik Jubah Gaib. Ayahku pulang. Bertha bertanya padanya. Ayah menggunakan Jampi Memori yang sangat kuat untuk membuatnya melupakan apa yang telah diketahuinya. Terlalu kuat. Ayah mengatakan jampi itu merusak memorinya secara permanen.”

“Kenapa dia ikut campur urusan pribadi tuanku?” isak Winky. “Kenapa dia tidak membiarkan saja kami?”

“Ceritakan padaku tentang Piala Dunia Quidditch” kata Dumbledore.

“Winky yang membujuk ayahku,” kata Crouch dengan suara monoton yang sama. “Dia menghabiskan berbulan-bulan membujuknya. Izinkan dia pergi, katanya. Dia akan memakai Jubah Gaib-nya. Dia bisa menonton. Biarkan dia menghirup udara segar sekali ini. Dia bilang pasti itu yang diinginkan ibuku. Dia berkata kepada ayahku, bahwa ibuku meninggal untuk membebaskanku. Dia tidak membebaskanku

untuk hidup terkurung. Akhirnya ayahku setuju.”

“Rencananya matang sekali. Ayahku membawaku dan Winky ke Boks Utama lama sebelum pertandingan dimulai. Winky akan bilang dia menyediakan tempat untuk ayahku. Aku akan duduk di sana, tak kelihatan. Kalau semua sudah pergi, kami akan keluar. Winky akan tampak sendirian. Tak seorang pun akan tahu.

“Tetapi Winky tidak tahu bahwa aku sudah semakin kuat. Aku sudah mulai melawan Kutukan Imperius ayahku. Ada saat-saat ketika aku nyaris menjadi diriku lagi. Ada saat-saat singkat ketika aku di luar kontrolnya. Itu terjadi di sana, di Boks Utama. Rasanya seperti terbangun dari tidur amat nyenyak.

Kudapati diriku di depan umum, di tengah pertandingan, dan aku melihat, di depanku, tongkat sihir mencuat dari kantong seorang anak laki-laki. Aku tidak diizinkan punya tongkat sejak sebelum masuk Azkaban. Kucuri tongkat itu. Winky tidak tahu. Winky takut ketinggian. pia menutupi wajahnya.”

“Tuan Barty, kau anak nakal!” bisik Winky, air mata menetes dari celah-celah jarinya.

“Jadi kau mengambil tongkat itu,” kata Dumbledore, “dan apa yang kaulakukan dengannya?”

“Kami kembali ke tenda,” kata Crouch. “Kemudian kami mendengar mereka. Kami mendengar para Pelahap Maut. Mereka yang belum pernah masuk Azkaban. Mereka yang belum pernah menderita demi tuanku. Mereka berpaling darinya. Mereka tidak terkurung seperti halnya aku. Mereka bebas untuk mencarinya, tetapi mereka tidak mencarinya. Mereka malah cuma mempermainkan Muggle. Suara-suara mereka membangunkanku. Sudah bertahun-tahun pikiranku tidak sejernih ini. Aku marah. Aku punya tongkat sihir. Aku ingin menyerang mereka karena ketidaksetiaan mereka terhadap tuanku. Ayahku telah meninggalkan tenda. Dia pergi membebaskan para Muggle. Winky takut melihatku begitu marah. Dia menggunakan sihirnya sendiri untuk mengikatku kepadanya. Dia menarikku dari tenda, menarikku ke dalam hutan, menjauhi para Pelahap Maut. Kucoba menahannya. Aku ingin kembali ke perkemahan. Aku ingin menunjukkan kepada para Pelahap Maut itu apa artinya kesetiaan kepada Pangeran Kegelapan, dan menghukum mereka karena tak punya kesetiaan itu. Kugunakan tongkat curian itu untuk mengirimkan Tanda Kegelapan ke angkasa.”

“Penyihir-penyihir dari Kementerian tiba. Mereka melancarkan Mantra Bius ke mana-mana. Salah satu mantra itu menembus pepohonan tempat aku dan Winky berdiri. Ikatan yang menyatukan kami putus.

Kami berdua pingsan.”

“Ketika Winky ditemukan, ayahku tahu aku pasti ada di dekatnya. Dia mencari di antara semak-semak tempat Winky ditemukan dan merasakan aku terbaring di sana. Dia menunggu sampai pegawai

Kementerian yang lain sudah meninggalkan hutan. Dia kembali menggunakan Kutukan Imperius

kepadaku dan mem. bawaku pulang. Dia memecat Winky. Winky telah mengecewakannya. Dia telah membiarkan aku mencuri tongkat sihir. Dia nyaris membuat aku lari.”

Winky meratap putus asa.

“Sekarang tinggal Ayah dan aku, hanya berdua di rumah. Dan kemudian… kemudian…” kepala Crouch berputar di lehernya, dan seringai sinting menghiasi wajahnya. “Tuanku datang mencariku.”

“Dia tiba di rumah kami suatu larut malam dalam gendongan abdinya, Wormtail. Tuanku berhasil tahu aku masih hidup. Dia telah menangkap Bertha Jorkins di Albania. Dia telah menyiksanya. Banyak yang dikatakan Bertha kepadanya. Dia memberitahunya tentang Turnamen Triwizard. Dia memberitahunya bahwa si Auror tua, Moody, akan mengajar di Hogwarts. Dia menyiksa Bertha sampai berhasil

mematahkan Jampi Memori yang dikenakan ayahku kepadanya. Bertha menceritakan bahwa aku telah kabur dari Azkaban. Dia bercerita ayahku mengurungku untuk mencegahku mencari tuanku. Jadi tuanku tahu bahwa aku masih abdinya yang setia–mungkin yang paling setia. Tuanku menyusun rencana, berdasarkan informasi yang diberikan Bertha kepadanya. Dia membutuhkan aku. Dia tiba di rumah kami hampir tengah malam. Ayahku yang membukakan pintu.”

Senyum di wajah Crouch semakin lebar, seakan mengenang kembali peristiwa paling indah dalam hidupnya. Mata cokelat Winky yang ketakutan tampak dari celah-celah jarinya. Winky tampaknya terlalu ngeri untuk bicara.

“Kejadiannya cepat sekali. Ayahku diserang dengan Kutukan Imperius oleh tuanku. Sekarang ganti ayahkulah yang terpenjara, terkontrol. Tuanku memaksanya bekerja seperti biasa, beraksi seakan tak ada yang tak beres. Dan aku dibebaskan. Aku terbangun. Aku menjadi diriku sendiri lagi, hidup lagi, setelah bertahun-tahun tidak hidup.”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 28, 2018 02:37

    Nur Iman Fathi bin Md. Faizam

    ilike this story

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.