Baca Novel Online

Harry Potter Dan Piala Api

Menurut Harry, Hermione perlu juga menggunakan Pensieve.

“Rita Skeeter,” dia akhirnya bergumam. “Bagaimana mungkin kau mencemaskan dia sekarang?” kata Ron, luar biasa heran.

“Aku tidak mencemaskan dia,” Hermione berkata kepada lututnya. “Aku cuma berpikir… ingat apa yang dikatakannya kepadaku di Three Broomsticks? ‘Aku tahu banyak hal tentang Ludo Bagman yang akan membuat rambutmu keriting.’ Ini yang dimaksudkannya, kan? Dia yang menulis berita tentang pengadilannya, dia tahu Bagman telah memberikan informasi kepada Pelahap Maut. Dan Winky juga, ingat… ‘Ludo Bagman penyihir jahat.’ Mr Crouch pasti marah besar Ludo lolos dari hukuman, dia pasti membicarakannya di rumah.”

“Yeah, tetapi Bagman ti dak memberikan informasi itu dengan sengaja, kan?”

Hermione mengangkat bahu.

“Dan Fudge berpendapat Madame Maxime menyerang Crouch?” Ron berkata, berpaling memandang Harry lagi.

“Yeah,” kata Harry, “tetapi dia bilang begitu karena Crouch menghilang dekat kereta Beauxbatons.”

“Kita tak pernah memperhitungkan dia, kan?” kata Ron lambat-lambat. “Padahal jelas dia punya darah raksasa, dan dia tak mau mengakuinya…”

“Tentu saja tak mau,” kata Hermione tajam, mendongak. “Lihat saja apa yang terjadi pada Hagrid waktu Rita Skeeter berhasil tahu tentang ibunya. Lihat saja Fudge, langsung menyimpulkan Madame Maxime bersalah, hanya karena dia separo raksasa. Siapa yang perlu prasangka macam itu? Aku sendiri mungkin akan bilang tulangku besar kalau aku tahu apa yang akan kudapat jika mengatakan yang sebenarnya.”

Hermione memandang arlojinya. “Kita belum latihan!” katanya, tampak kaget. “Rencananya kita akan berlatih Sihir Perintang! Kita benar-benar harus berlatih besok! Ayo, Harry, kau perlu tidur.”

Harry dan Ron pelan-pelan naik ke kamar mereka. Saat memakai piamanya, Harry memandang ke

tempat tidur Neville. Memenuhi janjinya kepada Dumbledore, diaa tidak memberitahu Ron dan Hermione tentang orangtua Neville. Setelah membuka kacamata dan naik ke tempat tidurnya, Harry

membayangkan bagaimana rasanya memiliki orangtua yang masih hidup tetapi tak bisa mengenalinya.

Dia sering mendapat simpati dari orang-orang asing karena dia yatim-piatu, tetapi sementara mendengarkan dengkur Neville, dia berpikir Neville lebih layak mendapatkannya daripada dirinya.

Berbaring dalam gelap, Harry merasakan kemarahan terhadap orang-orang yang menyiksa Mr dan Mrs Longbottom… Dia teringat sorak cemooh hadirin ket’ca putra Crouch dan kawan-kawannya diseret keluar oleh para Dementor… Dia mengerti bagaimana perasaan mereka… Kemudian dia teringat wajah seputih susu pemuda yang menjerit-jerit dan menyadari dengan kaget bahwa pemuda itu telah meninggal setahun kemudian….

Voldemort, pikir Harry, memandang langit-langit kelambunya dalam kegelapan, semuanya gara-gara Voldemort… Dialah yang menyebabkan keluarga keluarga ini tercerai-berai, yang telah menghancurkan semua kehidupan mereka…. Ron dan Hermione mestinya belajar untuk menghadapi ujian mereka, yang akan berakhir pada hari tugas ketiga dilaksanakan, tetapi mereka melewatkan sebagian besar waktu mereka membantu Harry menyiapkan diri.

“Jangan khawatir,” kata Hermione pendek ketika Harry mengingatkan mereka dan berkata dia tak keberatan berlatih sendiri sebentar, “paling tidak kami dapat angka tertinggi di kelas Pertahanan terhadap IImu Hitam. Kita tak akan pernah mempelajari sihir-sihir ini di kelas.”

“Latihan yang bagus untuk nanti kalau kita jadi Auror,” kata Ron bersemangat, berusaha meluncurkan Sihir Perintang pada kumbang yang berdengung masuk ke dalam ruangan dan membuat kumbang itu berhenti di tengah udara.

Suasana di kastil ketika memasuki bulan Juni menjadi bergairah dan tegang lagi. Semua anak menunggu-nunggu tugas ketiga, yang akan dilangsungkan seminggu sebelum akhir tahun ajaran. Harry melatih berbagai sihir setiap ada kesempatan. Dia merasa lebih percaya diri menghadapi tugas ini dibanding dua tugas sebelumnya. Kendatipun tugas ini pasd sulit dan berbahaya, Moody benar: Harry telah berhasil melewati makhluk-makhluk mengerikan dan berbagai rintangan sihir, dan kali ini dia telah diperingatkan sebelumnya, dia punya kesempatan mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Bosan selalu bertemu Harry, Hermione, dan Ron setiap kali memasuki kelas mana saja di seluruh sekolah, Profesor McGonagall memberi mereka izin untuk menggunakan kelas Transfigurasi yang kosong pada saat makan siang. Harry segera saja sudah menguasai Sihir Perintang, mantra untuk

memperlambat dan merintangi penyerang; Mantra Reduktor, yang memungkinkan dia menyingkirkan benda-benda padat darinya; dan Mantra Empat Penjuru, penemuan Hermione yang sangat berguna, yang bisa membuat tongkat sihirnya menunjuk ke arah utara, dengan demikian dia bisa mengecek apakah dia berjalan ke arah yang benar di dalam maze. Tetapi dia masih kesulitan melakukan Mantra Pelindung. Mantra ini bisa membentenginya dengan tembok tak kelihatan di sekelilingnya yang bisa menangkis kutukan-kutukan ringan. Hermione berhasil menghancurkan tembok itu dengan Sihir Kaki-Jeli yang tepat sasaran, dan Harry tertatih-tatih mengelilingi ruangan selama sepuluh menit sesudahnya, sampai Hermione menemukan sihir penangkalnya.

“Tapi kemajuanmu betul-betul hebat,” kata Hermione menyemangati, menunduk membaca daftarnya, dan menyilang sihir yang telah mereka pelajari. “Beberapa di antara sihir ini pasti berguna.”

“Sini lihat,” kata Ron, yang berdiri di depan jendela Dia memandang ke halaman di bawah. “Ngapain si Malfoy?”

Harry dan Hermione ikut melihat. Malfoy, Crabbe dan Goyle berdiri dalam bayangan pohon di bawah.

Crabbe dan Goyle tampaknya berjaga, keduanya menyeringai. Malfoy menangkupkan tangan ke

mulutnya dan bicara ke dalam tangannya.

“Sepertinya dia memakai walkie-talkie,” kata Harry penasaran.

“Tak mungkin,” kata Hermione. “Sudah kubilang, alat-alat semacam itu tidak akan berfungsi di sekitar Hogwarts. Ayo, Harry,” dia menambahkan tegas, berbalik dari jendela dan berjalan ke tengah ruangan,

“kita coba Mantra Pelindung lagi.” Sirius mengirim burung hantu setiap hari sekarang. Seperti halnya Hermione, dia rupanya berkonsentrasi agar Harry berhasil melewati tugas terakhir sebelum mereka menangani hal lain. Dia mengingatkan Harry dalam semua suratnya bahwa apa pun yang mungkin terjadi di luar dinding Hogwarts bukan tanggung jawab Harry, juga di luar kekuasaan Harry untuk mempengaruhinya.

Kalau Voldemort benar-benar bertambah kuat lagi, dia menulis, prioritasku adalah memastikan keselamatanmu. Dia tak bisa berharap menyentuhmu selama kau di bawah perlindungan Dumbledore, tetapi tetap saja, jangan ambil risiko. Berkonsentrasilah untuk bisa melewati maze dengan selamat, dan setelah itu baru kita mengalihkan perhatian untuk hal-hal lain.

Ketegangan Harry meningkat ketika tanggal dua puluh empat Juni semakin dekat, tetapi tidak separah ketegangan yang dirasakannya menjelang tugas pertama dan keduanya. Soalnya, dia yakin kali ini dia telah berusaha sekuat tenaga untuk menyiapkan diri menghadapi tugas ini. Lagi pula, ini tugas terakhirnya, dan tak peduli seberapa baik atau buruknya nanti penampilannya, turnamen akhirnya akan usai, dan itu merupakan kelegaan besar. Acara sarapan di meja Gryffindor pada hari pelaksanaan tugas ketiga sungguh seru. Burung-burung hantu pos bermunculan, membawakan kartu semoga sukses untuk Harry dari Sirius. Hanya secarik perkamen, dilipat dan di bagian depannya ada cap cakar lumpur, tetapi Harry menghargainya. Burung hantu pekik datang membawakan Daily Prophet Hermione seperti

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 28, 2018 02:37

    Nur Iman Fathi bin Md. Faizam

    ilike this story

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.