Baca Novel Online

Harry Potter Dan Piala Api

“Oh, aku kenal Crouch, tentu,” katanya pelan. “Dialah yang memerintahkan agar aku dikirim ke Azkaban tanpa diadili.”

“Apa?” seru Ron dan Hermione bersamaan.

“Kau main-main!” kata Harry.

“Tidak,” kata Sirius, menggigit ayam lagi. “Crouch dulu Kepala Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir, tak tahukah kalian?”

Harry, Ron, dan Hermione menggeleng.

“Dia dikabarkan akan menjadi Menteri-Sihir yang berikutnya,” kata Sirius. “Dia penyihir besar, Barty Crouch, sangat hebat dan haus kekuasaan. Oh, tak pernah jadi pendukung Voldemort,” katanya, membaca ekspresi wajah Harry. “Tidak, Barty Crouch selalu terang-terangan menentang pihak Sihir Hitam. Tetapi banyak orang yang menentang Sihir Hitam… ah, kalian tidak akan mengerti… kalian terlalu muda…”

“Itulah yang dikatakan ayahku di Piala Dunia” kata Ron, agak jengkel. “Coba dulu dong.”

Senyum menghiasi wajah kurus Sirius.

“Baiklah, akan kucoba…” Dia berjalan ke ujung gua, kembali lagi, kemudian berkata, “Bayangkan Voldemort berkuasa sekarang. Kalian tidak tahu siapa pendukungnya kan, kalian tidak tahu siapa yang bekerja untuknya dan siapa yang tidak. Kalian tahu dia bisa mengontrol orang-orang untuk melakukan hal-hal mengerikan tanpa bisa mereka tolak. Kalian takut untuk diri kalian sendiri, untuk keluarga dan teman-teman kalian. Setiap minggu ada berita lebih banyak kematian, lebih banyak orang hilang, lebih banyak siksaan… Kementerian Sihir kacau-balau, mereka tak tahu apa yang harus dilakukan, mereka berusaha menyembunyikan segalanya dari para Muggle, tetapi sementara itu Muggle-muggle juga banyak yang meninggal. Teror di mana-mana… panik… kebingungan… begitulah keadaannya waktu itu.”

“Nah, keadaan seperti itu menampilkan yang terbaik pada beberapa orang dan yang terburuk pada orang lain. Prinsip Crouch mungkin baik pada awalnya aku tak tahu. Kariernya menanjak cepat di Kementerian, dan dia mulai memerintahkan tindakan keras terhadap pendukung Voldemort. Para Auror diberi

kekuasaan baru kekuasaan untuk membunuh, tak hanya menangkap, misalnya. Dan aku bukan satusatunya yang diserahkan langsung kepada para Dementor tanpa diadili. Crouch melawan kekerasan dengan kekerasan, dan mensahkan penggunaan Kutukan Tak Termaafkan kepada mereka yang dicurigai.

Bisa kukatakan dia menjadi sama lalim dan kejamnya dengan banyak orang dari pihak Hitam. Dia juga punya pendukung banyak yang menganggap tindakannya benar, dan banyak penyihir yang menuntut agar dia mengambil alih jabatan Menteri Sihir. Ketika Voldemort menghilang, kelihatannya tinggal soal waktu saja sebelum Crouch mendapatkan kedudukan top ini. Tetapi kemudian sesuatu yang kurang menguntungkan terjadi…” Sirius tersenyum suram. “Anak laki-laki Crouch sendiri tertangkap bersama serombongan Pelahap Maut yang berhasil lolos dari Azkaban. Rupanya mereka berusaha menemukan Voldemort dan membuatnya kembali berkuasa.”

“Anak Crouch tertangkap?” tanya Hermione kaget.

“Yep,” kata Sirius, melempar tulang ayamnya kepada Buckbeak, lalu mengenyakkan diri ke tanah ke sebelah bantalan roti, dan merobeknya, menjadi dua. “Kejutan tak menyenangkan bagi Barty, kubayangkan. Seharusnya dia melewatkan lebih banyak waktu di rumah dengan keluarganya, kan?

Harusnya meninggalkan kantor lebih awal kadang-kadang… agar bisa mengenal anaknya.” Sirius mulai mengunyah potongan besar roti.

“Apakah anaknya Pelahap Maut?” tanya Harry.

“Entahlah,” kata Sirius, masih melahap roti. “Aku sendiri di Azkaban ketika anak itu dimasukkan ke sana.

Anak itu jelas tertangkap bersama orang-orang yang aku berani taruhan pasti Pelahap Maut tetapi mungkin saja dia berada di tempat yang salah pada waktu yang salah, sama seperti si peri-rumah.”

“Apakah Crouch berusaha membela dan membebaskan anaknya?” bisik Hermione.

Sirius mengeluarkan tawa yang lebih mirip gonggongan. “Crouch membebaskan anaknya? Kupikir kau tahu sifatnya, Hermione! Apa saja yang bisa menodai reputasinya harus dilenyapkan. Dia telah mengabdikan hidupnya untuk menjadi Menteri Sihir. Kau telah melihatnya memecat peri-rumah yang setia karena peri itu membuatnya tampak punya hubungan dengan Tanda Kegelapan–tidakkah itu memberitahumu orang, seperti apa dia? Kasih sayang kebapakan Crouch melentur hanya sejauh

memberi pengadilan pada anaknya, dan sebetulnya, itu tak lebih daripada alasan bagi Crouch untuk memperlihatkan betapa dia membenci anak itu… kemudian dia langsung mengirimnya ke Azkaban.”

“Dia menyerahkan anaknya sendiri kepada Dementor?” Harry bertanya pelan.

“Betul,” kata Sirius, yang sekarang sama sekali tak tampak tersenyum. “Aku melihat para Dementor membawanya masuk, mengawasi mereka dari balik jeruji pintu selku. Dia tak mungkin lebih dari sembilan belas tahun. Mereka membawanya ke sel dekat selku. Dia berteriak-teriak memanggil ibunya pada malam hari. Tetapi setelah beberapa hari dia diam… mereka semua jadi diam pada akhirnya…

kecuali pada saat menjerit-jerit dalam tidur mereka….”

Sekejap, kekosongan dalam mata Sirius tampak lebih kentara daripada biasanya, seakan ada tirai yang menutup di baliknya.

“Jadi, dia masih di Azkaban?” tanya Harry.

“Tidak;” jawab Sirius muram. “Tidak, dia tak lagi di ,aria. Dia meninggal kira-kira setahun setelah dimasukkan ke sana.”

“Dia mati?”

“Dia bukan satu-satunya yang mati,” kata Sirius getir. “Sebagian besar menjadi gila, dan banyak yang akhirnya berhenti makan pada akhirnya. Mereka kehilangan kemauan hidup. Kau selalu bisa melihat datangnya kematian, karena para Dementor bisa merasakannya, mereka menjadi bergairah. Anak itu sudah tampak sakit waktu dia tiba. Sebagai anggota Kementerian yang penting, Crouch dan istrinya diizinkan mengunjungi anak mereka menjelang kematiannya. Itulah terakhir kalinya aku melihat Barty Crouch, setengah memapah istrinya melewati selku. Rupanya tak lama setelah itu istrinya juga meninggal. Saking sedihnya. Merana, seperti anaknya. Crouch tak pernah datang mengambil jenazah anaknya. Para Dementor menguburnya di luar benteng. Aku melihatnya.”

Sirius melempar roti yang baru saja diangkatnya ke mulut, dan sebagai gantinya mengangkat botol jus labu lalu meminumnya sampai habis.

“Jadi si Crouch kehilangan segalanya, tepat pada saat dia mengira dia telah berhasil,” dia meneruskan, menyeka mulut dengan punggung tangannya. “Sesaat pahlawan, siap menjadi Menteri Sihir…

berikutnya, anaknya meninggal, istrinya meninggal, nama keluarganya tercemar, dan, yang kudengar sejak aku kabur, popularitasnya merosot hebat. Setelah anaknya meninggal, orang-orang mulai merasa kasihan kepada anak itu dan mulai bertanya-tanya bagaimana anak menyenangkan dari keluarga baik-baik bisa tersesat begitu jauh. Kesimpulannya adalah bahwa ayahnya tak pernah memedulikannya. Maka Cornelius Fudge mendapatkan kedudukan tertinggi, dan Crouch disingkirkan ke Departemen Kerjasama Sihir Internasional.”

Sunyi lama. Harry memikirkan bagaimana mata Crouch mendelik ketika dia menunduk memandang peri-rumahnya yang tidak patuh, di hutan sewaktu Piala Dunia Quidditch. Pantas Crouch bereaksi begitu keras kepada Winky yang ditemukan di bawah Tanda Kegelapan. Pasti keadaan itu telah mengingatkannya kembali akan anaknya, dan skandal lama, dan bagaimana dia menjadi tak disukai di Kementerian.

“Moody bilang Crouch terobsesi menangkap penyihir-penyihir Hitam,” Harry memberitahu Sirius.

“Yeah, kudengar itu sudah jadi semacam mania baginya,” kata Sirius, mengangguk. “Kalau kau tanya pendapatku, dia masih mengira dia bisa mengembalikan popularitasnya dengan menangkap satu Pelahap Maut lagi.”

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 28, 2018 02:37

    Nur Iman Fathi bin Md. Faizam

    ilike this story

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.