Baca Novel Online

Harry Potter Dan Piala Api

Hermione mendekat dan membelai lehernya yang berbulu. Tetapi Harry memandang si anjing hitam, yang baru saja berubah menjadi walinya.

Sirius memakai jubah abu-abu compang-camping jubah yang sama yang dipakainya ketika meninggalkan Azkaban. Rambut hitamnya lebih panjang daripada ketika dia muncul di perapian, dan berantakan serta kusut lagi. Dia sangat kurus.

“Ayam!” katanya serak setelah menyingkirkan, Daily Prophet lama dari mulutnya dan melemparnya ke lantai gua.

Harry membuka tasnya dan menyerahkan bungkusan paha ayam dan roti.

“Terima kasih,” kata Sirius, membukanya, menyambar sepotong paha ayam, duduk di lantai gua, dan merobek sepotong besar dengan giginya. “Selama ini aku kebanyakan makan tikus. Tak bisa mencuri terlalu banyak makanan dari Hogsmeade. Akan menarik perhatian.”

Dia nyengir kepada Harry, tetapi Harry membalasnya dengan berat hati.

“Apa yang kau lakukan di sini, Sirius?” tanyanya.

“Melakukan tugasku sebagai wali,” kata Sirius, menggerogoti tulang ayam seperti anjing. “Jangan cemas, aku berpura-pura jadi anjing menyenangkan yang tersesat.”

Sirius masih nyengir, tetapi melihat kecemasan di wajah Harry, dia berkata lebih serius, “Aku ingin berada di tempat kejadian. Suratmu yang terakhir… kita katakan saja keadaan menjadi lebih mencurigakan. Selama ini aku mencuri koran setiap kali ada yang membuangnya, dan kelihatannya aku bukan satusatunya yang khawatir.”

Dia mengangguk ke Daily Prophet yang sudah menguning di lantai gua. Ron memungutnya dan

membukanya.

Tetapi Harry tetap terus memandang Sirius. “Bagaimana kalau mereka menangkapmu? Bagaimana kalau kau terlihat?”

“Hanya kalian bertiga dan Dumbledore-lah yang tahu aku Animagus-penyihir yang bisa berubah menjadi binatang,” kata Sirius, mengangkat bahu, dan meneruskan melahap paha ayam.

Ron menyodok Harry dan menyerahkan Daily prophet kepadanya. Ada dua. Berita utama pada yang satu, Penyakit Misterius Bartemius Crouch, yang satunya lagi, Karyawati Kementerian Sihir Masih Hilang-Menteri Sihir Sekarang Terlibat.

Harry membaca sekilas berita tentang Crouch: tidak muncul di depan umum sejak November…

rumahnya tampaknya kosong… St Mungo, Rumah Sakit, untuk Penyakit dan Luka-luka Sihir, menolak berkomentar… Menteri menolak mengkonfirmasi desas-desus sakit parah…

“Mereka memberi kesan seakan dia sudah akan meninggal,” kata Harry perlahan. “Tetapi tak mungkin dia separah itu kalau masih bisa ke sini…”

“Kakakku asisten pribadi Crouch,” Ron memberitahu Sirius. “Menurut dia, Crouch sakit karena kebanyakan bekerja.”

“Dia memang kelihatan sakit ketika terakhir kali aku melihatnya dari dekat,” kata Harry pelan, masih membaca artikel. “Pada malam namaku keluar dari Piala…”

“Rasakan akibatnya kalau memecat Winky,” kata Hermione dingin. Dia membelai-belai Buckbeak, yang mengerkah tulang-tulang ayam Sirius. “Pasti dia menyesal sekarang pasti dia merasakan repotnya setelah Winky tak ada untuk mengurusnya.”

“Hermione ini terobsesi peri-rumah,” Ron bergumam kepada Sirius, memandang sebal Hermione.

Tetapi Sirius tampak tertarik. “Crouch memecat peri-rumahnya?”

“Yeah, waktu Piala Dunia Quidditch,” kata Harry, dan dia pun bercerita tentang munculnya Tanda Kegelapan dan Winky yang ditemukan sedang memegang tongkat sihir Harry, dan kemarahan Mr

Crouch.

Seusai Harry bercerita, Sirius berdiri lagi dan mulai berjalan mondar-mandir di gua. “Coba kucek lagi,”

katanya setelah beberapa saat, seraya mengacungkan paha ayam baru. “Kalian mula-mula melihat peri ini di Boks Utama. Dia menyediakan tempat untuk Crouch, betul?”

“Betul,” kata Harry, Ron, dan Hermione bersamaan. “Tetapi Crouch tidak muncul untuk menonton?” “Ya,”

kata Harry. “Kalau tak salah dia bilang dia terlalu sibuk.”

Sirius mengelilingi gua dalam diam. Kemudian dia berkata, “Harry, apakah kau memeriksa tongkatmu masih ada di kantong setelah meninggalkan Boks Utama?”

“Erm…” Harry berpikir keras. “Tidak,” katanya akhirnya. “Aku tidak perlu menggunakannya sebelum kami tiba di hutan. Saat itu baru aku memasukkan tangan ke kantong, dan yang ada di sana tinggal Omniocular-ku.” Dia menatap Sirius. “Apakah maksudmu, siapa pun yang menyihir Tanda itu mencuri tongkatku di Boks Utama?”

“Mungkin,” kata Sirius keras.

“Peri itu bukan satu-satunya yang ada di boks,” kata Sirius, dahinya berkerut sementara dia terus berjalan hilir-mudik. “Siapa lagi yang duduk di belakangmu?”

“Banyak” kata Harry. “Beberapa menteri Bulgaria… Cornelius Fudge… keluarga Malfoy…”

“Keluarga Malfoy!” mendadak Ron berteriak, keras sekali sampai suaranya bergaung di dalam gua dan Buckbeak mengangkat kepalanya dengan gelisah. “Berani taruhan pasti Lucius Malfoy!”

“Ada lagi?” tanya Sirius.

“Tidak,” kata Harry.

“Ada, Ludo Bagman,” Hermione mengingatkannya.

“Oh yeah…”

“Aku tak tahu apa-apa tentang Bagman kecuali bahwa dia dulunya Beater untuk Wimbourne Wasps,”

kata Sirius, masih mondar-mandir. “Seperti apa dia?”

“Dia oke,” kata Harry. “Dia terus-menerus menawariku bantuan dalam menghadapi tugas-tugas Turnamen Triwizard.

“Oh ya?” kata Sirius, mengernyit lebih dalam. “Kenapa begitu?”

“Katanya dia suka padaku,” kata Harry.

“Hmmm,” kata Sirius, berpikir-pikir.

“Kami melihatnya di hutan tepat sebelum Tanda Kegelapan muncul,” Hermione memberitahu Sirius.

“Ingat?” katanya kepada Harry dan Ron.

“Yeah, tapi dia tidak tinggal lama di hutan, kan?” kata Ron. “Begitu kita beritahu dia tentang kerusuhan, dia langsung ke perkemahan.”

“Bagaimana kau tahu?” Hermione menyambar. “Bagaimana kau tahu dia ber-Disapparate ke mana?”

“Yang benar saja,” kata Ron tak percaya. “Apa menurutmu Ludo Bagman yang menyihir Tanda Kegelapan itu?”

“Lebih mungkin dia daripada Winky,” kata Hermione keras kepala.

“Sudah kubilang,” kata Ron, memandang Sirius penuh arti, “dia terobsesi per…” Tetapi Sirius mengangkat tangan menyuruh Ron diam.

Ketika Tanda Kegelapan sudah muncul, dan si peri sudah ditemukan memegang tongkat Harry, apa yang dilakukan Crouch?”

“Mencari di semak-semak,” kata Harry, “tetapi tak ada orang lain di sana.”

“Tentu saja,” gumam Sirius, hilir-mudik, “tentu saja dia ingin menimpakan tuduhan pada orang lain asal jangan perinya… dan kemudian dia memecatnya?”

“Ya,” kata Hermione panas, “dia memecatnya, hanya karena Winky tidak tinggal di kemahnya dan membiarkan dirinya terinjak-injak…”

“Hermione, berhenti dulu membela peri kenapa sih!” kata Ron.

Tetapi Sirius menggelengkan kepala dan berkata, “Dia menilai Crouch lebih baik daripada kau, Ron. Kalau kau ingin tahu sifat orang, perhatikan bagaimana dia memperlakukan orang yang kedudukannya lebih rendah darinya, jangan yang sederajat dengannya.”

Tangan Sirius menyapu wajahnya yang tak bercukur, jelas dia sedang berpikir keras. “Absennya Barty Crouch ini… dia bersusah payah memastikan peri-rumahnya menyediakan tempat untuknya dalam Piala Duriia Quidditch, tetapi tidak muncul untuk menonton. Dia bekerja keras untuk penyelenggaraan Turnamen Triwizard, dan kemudian juga tak datang lagi ke turnamen… Itu tidak seperti Crouch. Kalau dia pernah tidak masuk sehari saja karena sakit sebelum ini, aku akan makan Buckbeak.”

“Kau kenal Crouch, kalau begitu” kata Harry.

Wajah Sirius menjadi gelap. Dia mendadak tampak mengerikan seperti pada malam ketika Harry pertama kali bertemu dia, pada malam Harry masih mengira Sirius adalah pembunuh.

Categories:   Fantasi

Comments

  • Posted: June 28, 2018 02:37

    Nur Iman Fathi bin Md. Faizam

    ilike this story

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.