Baca Novel Online

Harry Potter Dan Pangeran Berdarah Campuran

“Brengsek” sungut Ron sebal, mengawasi Fred dan George menyeberangi halaman bersalju. “Mereka paling cuma perlu sepuluh detik dan kemudian kita juga bisa pergi.”

“Aku tak bisa,” kata Harry. “Aku sudah berjanji pada Dumbledore tidak akan pergi-pergi selama tinggal di sini.”

“Oh, yeah,” kata Ron. Dia mengupas beberapa taoge lagi dan kemudian berkata, “Apakah kau akan memberitahu Dumbledore apa yang kau dengar dikatakan Snape dan Malfoy?”

“Yep,” kata Harry. “Aku akan memberitahu siapa saja yang bisa menghentikan itu dan Dumbledore paling atas dalam daftarku. Aku mungkin akan bicara lagi dengan ayahmu juga.”

“Sayang kau tidak mendengar apa yang sebetulnya sedang dikerjakan Malfoy.”

“Tak mungkin, kan? Justru itulah masalahnya, dia menolak memberitahu Snape.”

Sunyi sejenak, kemudian Ron berkata, “Tentunya kau tahu apa yang akan mereka semua katakan? Dad dan Dumbledore dan yang lain? Mereka akan bilang Snape tidak betul-betul mau membantu Malfoy, dia cuma berusaha mencari tahu apa yang sedang dilakukan Malfoy.”

“Mereka tidak mendengarnya,” kata Harry datar.

“Tak ada aktor yang sepiawai itu, bahkan Snape pun tidak.”

“Yeah … aku sih cuma bilang saja,” kata Ron.

Harry berpaling menghadap Ron, mengernyit.

“Kau berpendapat aku benar, tapi?”

“Yeah!” kata Ron buru-buru. “Serius, aku berpendapat kau benar! Tapi mereka semua yakin Snape berpihak pada Orde, kan?”

Harry tidak berkata apa-apa. Sudah terpikir olehnya bahwa ini akan menjadi keberatan paling utama bagi bukti barunya. Sekarang saja bisa didengarnya Hermione berkata.

“Sudah jelas, kan, Harry, dia berpura-pura menawarkan bantuan supaya Malfoy teperdaya dan bersedia memberitahunya apa yang sedang dilakukannya …

Namun, ini sepenuhnya hanya imajinasi, karena dia tak punya kesempatan memberitahu Hermione apa yang didengarnya. Hermione sudah menghilang dari pesta Slughorn sebelum Harry kembali ke sana, atau begitulah yang diinformasikan kepadanya oleh McLaggen yang marah, dan Hermione sudah pergi tidur ketika Harry kembali ke ruang rekreasi. Ketika dia dan Ron akan berangkat ke The Burrow keesokan harinya, dia hanya sempat mengucapkan Selamat Natal kepadanya dan memberitahunya bahwa dia punya berita sangat penting sepulang mereka dari liburan. Namun dia tidak sepenuhnya yakin Hermione mendengarnya; Ron dan Lavender sedang saling mengucapkan selamat tinggal non-verbal tepat di belakang Harry waktu itu.

Meskipun demikian, bahkan Hermione tak akan bisa menyangkal satu hal. Malfoy jelas sedang melakukan sesuatu, dan Snape tahu itu, maka Harry merasa berhak mengatakan “Sudah kubilang, kan”, yang sudah diucapkannya kepada Ron beberapa kali.

Harry tidak mendapat kesempatan bicara kepada Mr Weasley, yang setiap hari lembur di Kementerian, sampai Malam Natal. Keluarga Weasley dan tamutamu mereka duduk di ruang keluarga, yang sudah didekorasi Ginny secara berlebihan, sehingga rasanya seperti duduk di antara ledakan untaian kertas-hias. Hanya Fred, George, Harry, dan Ron yang tahu bahwa malaikat di puncak pohon Natal itu sebetulnya jembalang kebun yang telah menggigit pergelangan kaki Fred ketika dia sedang mencabuti wortel untuk santapan Natal. Dikenai Mantra Bius, dicat emas, dan dijejalkan dalam tutu mini, dengan sayap kecil direkatkan pada punggungnya, dia mendelik marah kepada mereka semua, malaikat paling jelek yang pernah dilihat Harry, dengan kepala besar botak seperti kentang dan kaki agak berbulu.

Mereka semua sedang mendengarkan siaran khusus Natal oleh penyanyi favorit Mrs Weasley, Celestina Warbeck, yang suaranya mendayu-dayu dari radio kayu besar. Fleur, yang tampaknya menganggap Celestina sangat membosankan, bicara keras sekali di sudut sehingga Mrs Weasley yang jengkel berkali-kali mengacungkan tongkat sihirnya ke tombol volume, sehingga Celestina makin lama makin keras. Selagi Celestina mendendangkan lagu berirama jazz, Sekuali Penuh Cinta Panas dan Pekat, Fred dan George memulai permainan kartu Exploding Snap dengan Ginny. Ron berulangkali mencuri pandang ke arah Bill dan Fleur, seolah berharap bisa mendapatkan tips. Sementara itu Remus Lupin, yang semakin kurus dan lebih lusuh daripada biasanya, duduk di sebelah perapian, menatap apinya seakan dia tidak bisa mendengar suara Celestina,

“Oh, datanglah kepadaku,

Dan aduklah kualiku ini

Akan kurebuskan cinta yang panas dan pekat

Untuk menghangatkanmu malam ini.”

“Kami berdansa diiringi lagu ini waktu berusia delapan belas tahun!” kata Mrs Weasley, mengusap mata pada rajutannya. “Kau ingat, Arthur?”

“Mph?” kata Mr Weasley, yang kepalanya terangguk-angguk di atas jeruk satsuma yang sedang dikupasnya. “Oh ya … lagu yang bagus …”

Dengan susah payah dia duduk sedikit lebih tegak dan berpaling kepada Harry, yang duduk di sebelahnya.

“Sori soal ini,” katanya, mengedikkan kepalanya ke arah radio ketika Celestina menyanyikan refrein. “Sebentar lagi selesai.”

“Tidak apa-apa,” kata Harry, nyengir. “Sibukkah di Kementerian?”

“Sangat,” kata Mr Weasley. “Aku tak keberatan kalau ada kemajuan, tapi dari tiga penangkapan yang telah kami lakukan dalam dua bulan terakhir ini, aku meragukan bahwa di antara mereka ada yang benarbenar Pelahap Maut tapi jangan bilang siapa-siapa, Harry,” dia cepat-cepat menambahkan, kantuknya seperti tiba-tiba saja menghilang.

“Mereka sudah tidak menahan Stan Shunpike, kan?” tanya Harry.

“Sayangnya masih,” kata Mr Weasley. “Aku tahu Dumbledore sudah mencoba bicara langsung dengan Scrimgeour tentang Stan … Maksudku, siapa saja yang telah benar-benar mewawancarainya setuju tak mungkin dia Pelahap Maut, sama tak mungkinnya dengan satsuma ini … tapi orang-orang di atas ingin mereka tampak sudah membuat kemajuan, dan ┬┤tiga penangkapan’ kedengarannya jauh lebih baik daripada ‘tiga penangkapan┬┤ yang keliru dan pelepasan kembali … tapi sekali lagi, semua ini top secret …”

“Saya tak akan bilang siapa-siapa,” kata Harry. Dia ragu-ragu sejenak, bertanya dalam hati bagaimana sebaiknya memulai apa yang ingin disampaikannya. Selagi dia menyusun pikirannya, Celestina Warbeck mulai menyenandungkan balada berjudul Kaucuri Hatiku dengan Mantra.

“Mr Weasley, Anda ingat apa yang saya sampaikan kepada Anda di stasiun ketika kami akan berangkat ke sekolah?”

“Aku sudah mengeceknya, Harry,” kata Mr Weasley segera. “Aku ke rumah Malfoy dan menggeledahnya. Tak ada apa-apa, baik yang rusak maupun yang utuh, yang seharusnya tak ada di sana.”

“Yeah, saya tahu, saya melihat di Prophet bahwa Anda memeriksa … tapi ini lain … yah, ini lebih …”

Dan dia menyampaikan kepada Mr Weasley segalanya yang telah dia dengar, di antara Malfoy dan Snape. Ketika Harry bicara, dia melihat kepala Lupin sedikit menoleh ke arahnya, menyerap setiap kata. Setelah Harry selesai, suasana hening, yang terdengar hanyalah ratapan Celestina.

“Oh, hatiku yang malang, ke mana perginya? Dia meninggalkanku karena mantra …”

“Pernahkah terpikir olehmu, Harry,” kata Mr Weasley, “bahwa Snape hanya berpura-pura”

“Berpura-pura mau membantu, sehingga dia bisa tahu apa yang dikerjakan Malfoy?” kata Harry cepatcepat. “Yeah, saya sudah menduga Anda akan berkata begitu. Tapi bagaimana kita bisa tahu?”

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.