Baca Novel Online

Harry Potter Dan Pangeran Berdarah Campuran

“Sebaiknya kita ke sekolah,” kata Hermione, lengannya masih merangkul Leanne, “kita akan tahu bagaimana keadaannya. Yuk …”

Harry bimbang sejenak, kemudian menarik syal dari sekeliling wajahnya dan, mengabaikan pekik tertahan Ron, dengan hati-hati menutupi kalung itu dengan syalnya dan memungutnya.

“Kita perlu menunjukkan ini kepada Madam Pomfrey,” katanya.

Sementara mereka berjalan di belakang Hermione dan Leanne, Harry berpikir keras. Mereka baru saja memasuki halaman sekolah ketika Harry bicara, tak sanggup lagi menyimpan sendiri apa yang dipikirkannya.

“Malfoy tahu tentang kalung ini. Kalung ini ada di lemari pajangan Borgin and Burkes empat tahun lalu, aku melihatnya memandangi kalung ini sementara aku bersembunyi darinya dan ayahnya. Inilah yang dibelinya hari itu waktu kita membuntutinya! Dia ingat kalung itu dan kembali ke sana untuk membelinya!”

“Aku — entahlah, Harry, kata Ron sangsi. “Banyak orang ke Borgin and Burkes … dan bukankah cewek itu bilang Katie mendapatkannya di toilet cewek?”

“Dia bilang Katie kembali dari toilet membawa bungkusan itu, itu tidak berarti dia mendapatkannya di toilet itu-”

“McGonagall!” kata Ron memperingatkan.

Harry mendongak. Betul saja, Profesor McGonagall bergegas menuruni undakan batu menembus hujan es dan salju yang berpusar untuk menyongsong mereka.

“Hagrid mengatakan kalian berempat melihat apa yang terjadi pada Katie Bell-mohon langsung naik ke kantorku! Apa itu yang kau pegang, Potter?”

“Ini barang yang disentuhnya,” kata Harry.

“Astaga,” kata Profesor McGonagall, tampak khawatir ketika dia mengambil kalung itu dari Harry.

“Tidak, tidak, Filch, mereka bersamaku!” dia menambahkan buru-buru, ketika Filch datang menyeret kaki dengan bersemangat menyeberang Aula Depart, Sensor Rahasia-nya terangkat tinggi-tinggi. “Langsung bawa kalung ini ke Profesor Snape, tapi pastikan jangan menyentuhnya, biarkan tetap terbungkus syal!”

Harry dang yang lain mengikuti Profesor McGonagall naik ke kantornya. Jendela-jendelanya yang tertimpa hujan salju dan es bergetar dalam kosennya dan ruangan itu dingin sekali, walaupun api di perapian berkobar. Profesor McGonagall menutup pintu dan bergegas ke belakang mejanya untuk menghadapi Harry, Ron, Hermione, dan Leanne yang masih terisak.

“Nah?” katanya tajam. “Apa yang terjadi?”

Tersendat-sendat, dan berkali-kali berhenti selagi dia berusaha mengontrol tangisnya, Leanne menceritakan kepada Profesor McGonagall bagaimana Katie ke toilet di Three Broomsticks dan kembali membawa bungkusan tak bertanda, bagaimana Katie tampak agak aneh dan bagaimana mereka mempertengkarkan bijaksana tidaknya Katie bersedia membawa benda tak dikenal itu, pertengkaran mereka memuncak dengan perebutan bungkusan, yang lalu robek. Tiba di sini, Leanne sudah sangat dikuasai emosi, tak ada lagi satu kata pun yang bisa dipancing darinya.

“Baiklah,” kata Profesor McGonagall, lembut, “pergilah ke rumah sakit, Leanne, dan minta Madam Pomfrey memberimu sesuatu untuk mengatasi shock.”

Setelah Leanne meninggalkan ruangan, Profesor McGonagall kembali menghadapi Harry, Ron, dan Hermione.

“Apa yang terjadi ketika Katie menyentuh kalung itu?”

“Dia terangkat ke angkasa,” kata Harry, sebelum Ron maupun Hermione bisa bicara. “Dan kemudian dia mulai menjerit, dan terjatuh. Profesor, bolehkah saya menemui Profesor Dumbledore, tolong?”

“Kepala Sekolah pergi sampai Senin, Potter,” kata Profesor McGonagall, tampak heran.

“Pergi?” ulang Harry berang.

“Ya, Potter, pergi!” kata Profesor McGonagall masam.

“Tetapi apa pun yang akan kau sampaikan tentang urusan mengerikan ini bisa disampaikan kepadaku, aku yakin!”

Selama sepersekian detik Harry ragu-ragu. Profesor McGonagall tidak membuat orang ingin memercayakan rahasianya. Dumbledore, meskipun dalam banyak hal lebih menakutkan, toh kemungkinannya untuk mencemooh teori lebih kecil, seliar apa pun teori itu. Namun ini urusan hidup-mati dan bukan saatnya untuk mencemaskan soal ditertawakan.

“Menurut saya Draco Malfoy yang memberikan kalung itu kepada Katie, Profesor.”

Di salah satu sisinya, Ron menggosok hidungnya, jelas sekali dia malu, di sisinya yang lain Hermione menggeser kakinya, seakan ingin sekali membuat jarak antara dia dan Harry.

“Itu tuduhan yang sangat serius, Potter,” kata Profesor McGonagall, setelah terdiam karena shock. “Apa kau punya bukti?”

“Tidak,” kata Harry, “tapi …” dan dia menceritakan kepada Profesor McGonagall bagaimana mereka membuntuti Malfoy ke Borgin and Burges dan percakapannya dengan Borgin yang mereka dengar.

Setelah Harry selesai bicara, Profesor McGonagall tampak agak bingung.

“Malfoy membawa sesuatu ke Borgin and Burkes untuk diperbaiki?”

“Tidak, Profesor, dia hanya ingin Borgin memberitahunya bagaimana memperbaiki sesuatu, dia tidak membawa barang itu bersamanya. Tetapi bukan itu masalahnya. Persoalannya adalah dia saat itu juga membeli sesuatu dan saya kira yang dibelinya kalung itu”

“Kau melihat Malfoy meninggalkan toko dengan bungkusan yang seperti itu?”

“Tidak, Profesor, dia meminta Borgin menyimpannya di toko untuknya”

“Tapi, Harry,” Hermione menyela, “Borgin bertanya apakah dia ingin membawanya, dan Malfoy bilang ‘tidak'”

“Karena dia tak ingin menyentuhnya, jelas!” kata Harry gusar.

“Yang dikatakannya tepatnya adalah, ‘Mana mungkin aku membawa-bawa itu sepanjang jalan?'” kata Hermione.

“Yah, dia akan tampak agak bego membawa-bawa kalung,” Ron nimbrung.

“Oh, Ron,” kata Hermione putus asa, “kalung itu kan dibungkus, supaya dia tidak menyentuhnya, dan cukup mudah disembunyikan di dalam mantelnya, jadi tak akan ada yang melihat! Kurasa apa pun yang dipesannya di Borgin and Burkes mengeluarkan bunyi atau ukurannya besar; sesuatu yang dia tahu akan menarik perhatian kepadanya jika dia membawanya sepanjang jalan-dan lagi pula,” dia menekankan dengan suara keras, sebelum Harry menyela, “aku bertanya kepada Borgin soal kalung itu, apakah kalian tidak ingat? Waktu aku masuk dan berusaha mencari tahu apa yang Malfoy minta disimpankan olehnya, aku melihat kalung itu di sana. Dan Borgin cuma memberitahuku harganya, dia tidak bilang kalung itu sudah terjual atau apa”

“Yah, kau waktu itu kentara sekali sih, dia menyadari apa maumu dalam waktu kira-kira lima detik, tentu saja dia tak akan memberitahumu lagi pula, Malfoy tak mungkin meminta kalung itu dikirim karena

“Cukup!” kata Profesor McGonagall, ketika Hermione membuka mulut akan berkilah, tampak gusar. “Potter, aku menghargaimu menceritakan semua ini kepadaku, tapi kita tak bisa menuding Malfoy bersalah hanya karena dia mengunjungi toko tempat kalung ini barangkali dibeli. Sama seperti kita barangkali tak bisa menyalahkan ratusan orang lain yang juga ke toko itu.”

“-itulah yang kukatakan-” gumam Ron.

“-lagi pala, kita telah memberlakukan langkah-langkah keamanan yang ketat di tempat ini tahun ini. Aku tak percaya kalung itu bisa masuk ke sekolah ini tanpa kami ketahui-”

“-tapi-”

“-dan lebih-lebih lagi,” kata Profesor McGonagall, dengan sikap mengakhiri debat itu, “Mr Malfoy tidak ada di Hogsmeade hari ini.”

Harry melongo memandangnya, kecewa.

“Bagaimana Anda tahu, Profesor?”

“Karena dia sedang detensi denganku. Dia telah gagal menyelesaikan PR Transfigurasi-nya dua kali berturut-turut. Jadi, terima kasih telah memberitahuku kecurigaanmu, Potter,” katanya seraya berjalan melewati mereka, “tapi aku perlu ke rumah sakit sekarang Untuk mengecek Katie Bell. Selamat sore kepada kalian semua.”

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.