Baca Novel Online

Harry Potter Dan Pangeran Berdarah Campuran

“Tak lama lagi pasti, kan sudah sebulan,” kata Ron.

“Tunggu,” kata Harry, ketika bagian lain percakapan semalam terlintas di benaknya. “Dumbledore bilang hasil OWL kita akan datang hari ini!”

“Hari ini?” jerit Hermione. “Hari ini? Tapi kenapa kau tidak – oh, Tuhan harusnya kau bilang dari tadi-”

Hermione melompat bangun.

“Aku mau lihat apakah ada burung hantu yang sudah datang …”

Namun ketika Harry tiba di bawah beberapa menit kemudian, berpakaian lengkap dan membawa nampan sarapannya yang sudah kosong, Hermione sedang duduk di kursi meja makan dengan sangat gelisah, sementara Mrs Weasley berusaha mengurangi kemiripannya dengan separo-panda.

“Tidak mau hilang,” kata Mrs Weasley cemas, berdiri di depan Hermione dengan tongkat sihir di tangan dan buku Penolong Penyembuh terbuka pada halaman “Memar, Luka Potong, dan Lecet”. “Padahal biasanya manjur. Aku tak mengerti.”

“Bagi Fred dan George sih ini lucu, mereka sengaja bikin agar tidak bisa dihilangkan,” kata Ginny.

“Tapi harus hilang!” lengking Hermione. “Mana mungkin aku ke mana-mana bertampang begini selamanya!”

“Tidak akan, Sayang, kita akan menemukan penangkalnya, jangan kuatir,” kata Mrs Weasley menenangkan.

“Bill menceritakan padaku bagaimana lucunya Fred dan George!” kata Fleur, tersenyum tenang.

“Ya, aku sampai nyaris tak bisa bernapas saking gelinya;” bentak Hermione.

Dia melompat bangun dan mulai berjalan berputar-putar mengelilingi dapur, memilin-milin jari-jarinya. “Mrs Weasley, Anda benar-benar yakin tak ada burung hantu yang datang pagi ini?”

“Yakin, Sayang, kalau ada aku pasti melihatnya,” kata Mrs Weasley sabar. “Tapi sekarang belum lagi jam sembilan, masih banyak waktu …”

“Aku tahu Rune Kuno-ku kacau balau,” gumam Hermione risau. “Aku sudah pasti membuat satu kesalahan terjemahan. Dan praktek Pertahanan terhadap Ilmu Hitam parah banget. Kupikir Transfigurasi oke waktu itu, tapi kalau dipikir lagi”

“Hermione, bisa diam tidak, kau bukan satu-satunya yang cemas!” salak Ron. “Dan kalau kau sudah mendapatkan sepuluh OWL ‘Outstanding’ …”

“Tidak, tidak, tidak,” kata Hermione, menggoyang-goyangkan tangannya dengan histeris. “Aku tahu aku semuanya tidak lulus!”

“Apa yang terjadi kalau kita tidak lulus?” Harry bertanya, tak jelas ditujukan kepada siapa, namun Hermione lagilah yang menjawab.

“Kita mendiskusikan pilihan-pilihan dengan Kepala Asrama kita. Aku tanya pada Profesor Mc-Gonagall akhir semester lalu.”

Perut Harry bergolak. Dia menyesal sarapan banyak-banyak.

“Di Beauxbatons,” kata Fleur berpuas diri, “sistemnya lain. Kurasa sistem kami lebih baik. Kami ujian setelah enam tahun belajar, bukan lima, dan kemudian-”

Kata-kata Fleur ditenggelamkan oleh suara jeritan Hermione menunjuk melalui jendela dapur. Tiga titik hitam tampak jelas di langit, makin lama makin besar.

“Pasti itu burung hantu,” kata Ron parau, melompat bergabung dengan Hermione di depan jendela.

“Dan ada tiga” kata Harry, bergegas ke sisi lain Hermione.

“Satu untuk kita masing-masing,” kata Hermione dalam bisik ketakutan. “Oh tidak … oh tidak … oh tidak …”

Dia mencengkeram erat siku Harry dan Ron.

Ketiga burung hantu itu terbang menuju The Burrow, tiga burung hantu tampan cokelat-kekuningan. Ketika terbang merendah di atas jalan setapak yang menuju rumah, tampak jelas ketiganya membawa amplop persegi besar.

“Oh tidak!” jerit Hermione.

Mrs Weasley menyeruak di antara mereka dan membuka jendela dapur. Satu, dua, tiga burung hantu melesat masuk dan mendarat berjajar di atas meja. Ketiganya mengangkat kaki kanan mereka.

Harry maju. Surat yang dialamatkan kepadanya terikat pada kaki burung hantu di tengah. Dibukanya ikatannya dengan jari-jari gemetar. Di sebelah kirinya, Ron berusaha melepas hasil OWL-nya. Di sebelah kanannya, tangan Hermione gemetar hebat sampai membuat seluruh tubuh burung hantunya ikut bergetar.

Tak seorang pun di dapur bicara. Akhirnya Harry berhasil melepas amplopnya. Dibukanya cepat-cepat dan direntangkannya perkamen terlipat di dalamnya.

HASIL ORDINARY WIZARDING LEVEL

Nilai kelulusan:

OUTSTANDING (O) – ISTIMEWA

EXCEEDS EXPECTATIONS (E) – DI LUAR DUGAAN

ACCEPTABLE (A) – CUKUP

Nilai ketidaklulusan:

POOR (P) – PARAH

DREADFUL (D) – MENGERIKAN

TROLL (T)

NILAI HARRY JAMES POTTER:

Astronomi A

Pemeliharaan Hewan-Hewan Gaib E

Mantra E

Pertahanan terhadap Ilmu Hitam O

Ramalan P

Herbologi E

Sejarah Sihir D

Ramuan E

Transfigurasi E

Harry membaca perkamennya beberapa kali, napasnya makin teratur bersamaan dengan setiap Pengulangan. Hasilnya oke: dia sudah tahu dia tidak akan lulus Ramalan, dan dia tak mungkin lulus Sejarah Sihir, mengingat dia pingsan baru setengah jalan mengerjakan ujian, namun yang lain semua lulus! Jarinya menelusuri nilai-nilainya … nilai Transfigurasi dan Herbologi-nya bagus, dia bahkan mendapatkan E. Di Luar Dugaan untuk Ramuan! Dan yang paling hebat, dia mendapatkan nilai “Outstanding” untuk Pertahanan terhadap Ilmu Hitam!

Dia memandang berkeliling. Hermione memunggunginya dan kepalanya menunduk, namun Ron tampak gembira.

“Cuma tidak lulus Ramalan dan Sejarah Sihir, dan siapa yang peduli dua pelajaran itu?” katanya riang kepada Harry. “Nih-tukar-”

Harry menunduk melihat nilai Ron. Tak ada nilainya yang “Outstanding” …

“Aku tahu kau akan top di Pertahanan terhadap Ilmu Hitam,” kata Ron, meninju bahu Harry. “Nilai kita oke, kan?”

“Bagus!” kata Mrs Weasley bangga, mengacak rambut Ron. “Tujuh OWL, itu lebih banyak dari nilai gabungan Fred dan George!”

“Hermione?” kata Ginny hati-hati, karena Hermione belum berbalik. “Bagaimana nilaimu?”

“Aku tidak buruk,” kata Hermione dengan suara kecil.

“Oh, yang benar,” kata Ron, melangkah mendekatinya dan menyambar hasil ujian Hermione dari tangannya. “Yep sembilan ‘Outstanding’ dan satu ‘Exceeds Expectations’ untuk Pertahanan terhadap Ilmu Hitam”. Ron menunduk memandangnya, setengah-geli, setengah putus asa. “Kau benar-benar kecewa, ya?”

Hermione menggeleng, namun Harry tertawa.

“Nah, kita murid NEWT sekarang” kata Ron nyengir. “Mum, ada sosis lagi?”

Harry kembali memandang hasil ujiannya. Nilai-nilainya sebagus yang bisa diharapkannya. Dia hanya punya sedikit rasa sesal … ini akhir ambisinya untuk menjadi Auror. Dia tidak berhasil mendapatkan nilai Ramuan yang disyaratkan. Dia sebetulnya sudah tahu, namun dia masih merasakan perutriya seperti ditonjok ketika memandang lagi huruf “E” kecil itu.

Aneh, sebetulnya, mengingat seorang Pelahap Maut yang menyamarlah yang pertama kali mengatakan kepada Harry bahwa dia bisa menjadi Auror yang baik, namun entah bagaimana ide itu menguasainya, dan dia tak bisa memikirkan karier lain yang diinginkannya. Lagi pula, rasanya itu takdir yang tepat untuknya, sejak dia mendengar ramalan sebulan lalu … yang satu tak dapat hidup sementara yang lain bertahan … bukankah itu cocok dengan ramalan dan dia akan memberi dirinya kesempatan bertahan hidup yang paling baik, jika dia bergabung dengan para penyihir yang sangat terlatih, yang pekerjaannya adalah menemukan dan membunuh Voldemort?

-oO0O0-

06. DILEMA DRACO

Harry tinggal dalam batas halaman The Burrow selama beberapa minggu berikutnya. Dia melewatkan sebagian besar waktu siangnya dengan bermain Quidditch dua-lawan-dua di kebun buah keluarga Weasley (dia dan Hermione melawan Ron dan Ginny. Hermione parah dan Ginny bagus, jadi mereka cukup berimbang) dan malam harinya dengan memakan tiga porsi segala hidangan yang diletakkan Mrs Weasley di hadapannya.

Categories:   Fantasi

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.