Baca Novel Online

 

Ayat Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

“Aku Maryam. Yang baru saja kau sebut dalam ayat-ayat suci yang kau baca. Aku diutus oleh Allah untuk menemuimu. Dia mendengar haru biru tangismu. Apa maumu?”

“Aku ingin masuk surga. Bolehkah?”

“Boleh. Surga memang diperuntukkan bagi semua hamba-Nya. Tapi kau harus tahu kuncinya?”

“Apa itu kuncinya?”

“Nabi pilihan Muhammad telah mengajarkannya berulang-ulang. Apakah kau tidak mengetahuinya?”

“Aku tidak mengikuti ajarannya.”

“Itulah salahmu.”

“Kau tidak akan mendapatkan kunci itu selama kau tidak mau tunduk penuh ikhlas mengikuti ajaran Nabi yang paling dikasihi Allah ini. Aku sebenarnya datang untuk memberitahukan kepadamu kunci masuk surga. Tapi karena kau sudah menjaga jarak dengan Muhammad maka aku tidak diperkenankan untuk memberitahukan padamu.”

Bunda Maryam lalu membalikkan badan dan hendak pergi. Aku langsung menubruknya dan bersimpuh dikakinya. Aku menangis tersedu-sedu. Memohon agar diberitahu kunci surga itu. “Aku hidup untuk mencari kerelaan Tuhan. Aku ingin masuk surga hidup bersama orang-orang yang beruntung. Aku akan melakukan apa saja, asal masuk surga. Bunda Maryam tolonglah berilah aku kunci itu. Aku tidak mau merugi selama-lamanya.” Aku terus menangis sambil menyebut-nyebut nama Allah. Akhirnya hati Bunda Maryam luluh. Dia duduk dan mengelus kepalaku dengan penuh kasih sayang,

“Maria dengarkan baik-baik! Nabi Muhammad Saw. telah mengajarkan kunci masuk surga. Dia bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu dengan baik, kemudian mengucapkan: Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh (Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya) maka akan dibukakan delapan pintu surga untuknya dan dia boleh masuk yang mana ia suka!’ [119]Jika kau ingin masuk surga lakukanlah apa yang diajarkan olah Nabi pilihan Allah itu. Dia nabi yang tidak pernah bohong, dia nabi yang semua ucapannya benar. Itulah kunci surga! Dan ingat Maria, kau harus melakukannya dengan penuh keimanan dalam hati, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Tanpa keimanan itu, yang kau lakukan sia-sia. Sekarang pergilah untuk berwudhu. Dan cepat kembali kemari, aku akan menunggumu di sini. Kita nanti masuk bersama. Aku akan membawamu ke surga Firdaus!”

Setelah mendengar nasihat dari Bunda Maryam, aku lalu pergi mencari air untuk wudhu. Aku berjalan ke sana kemari namun tidak juga menemukan air. Aku terus menyebut nama Allah. Akhirnya aku terbangun dengan hati sedih. Aku ingin masuk surga. Aku ingin masuk surga. Aku ingin ke sana, Bunda Maryam menungguku di Babur Rahmah. Itulah kejadian atau mimpi yang aku alami. Oh Fahri suamiku, maukah kau menolongku?”

“Apa yang bisa aku lakukan untukmu, Maria?”

“Bantulah aku berwudhu. Aku masih mencium bau surga. Wanginya merasuk ke dalam sukma. Aku ingin masuk ke dalamnya. Di sana aku berjanji akan mempersiapkan segalanya dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam cahaya kesucian dan kerelaan Tuhan selama-lamanya. Suamiku, bantu aku berwudhu sekarang juga!”

Aku menuruti keinginan Maria. Dengan sekuat tenaga aku membopong Maria yang kurus kering ke kamar mandi. Aisha membantu membawakan tiang infus. Dengan tetap kubopong, Maria diwudhui oleh Aisha. Setelah selesai, Maria kembali kubaringkan di atas kasur seperti semula. Dia menatapku dengan sorot mata bercahaya. Bibirnya tersenyum lebih indah dari biasanya. Lalu dengan suara lirih yang keluar dari relung jiwa ia berkata:

Asyhadu an laa ilaaha illallah

wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh!

Ia tetap tersenyum. Menatapku tiada berkedip. Perlahan pandangan matanya meredup. Tak lama kemudian kedua matanya yang bening itu tertutup rapat. Kuperiksa nafasnya telah tiada. Nadinya tiada lagi denyutnya. Dan jantungnya telah berhenti berdetak. Aku tak kuasa menahan derasnya lelehan air mata. Aisha juga. Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun!

Maria menghadap Tuhan dengan menyungging senyum di bibir. Wajahnya bersih seakan diselimuti cahaya. Kata-kata yang tadi diucapkannya dengan bibir bergetar itu kembali terngiang-ngiang ditelinga:

“Aku masih mencium bau surga. Wanginya merasuk ke dalam sukma. Aku ingin masuk ke dalamnya. Di sana aku berjanji akan mempersiapkan segalanya dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam cahaya kesucian dan kerelaan Tuhan selama-lamanya.”

Sambil terisak Aisha melantunkan ayat:

Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah

irji’ii ilaa Rabbiki

raadhiyatan mardhiyyah

Fadkhulii fii ‘ibaadii

wadkhulii jannatii

(Hai jiwa yang tenang

Kembalilah kamu kepada Tuhanmu

dengan hati puas lagi diridhai

Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu

Maka masuklah ke dalam surga-Ku.[120] )

Saat itu Madame Nahed, terbangun dari tidurnya dan bertanya sambil mengucek kedua matanya, “Kenapa kalian menangis?”

Kaca jendela mengembun. Musim dingin sedang menuju puncaknya. O, apakah di surga sana ada musim dingin? Ataukah malah musim semi selamanya? Ataukah musim-musim di sana tidak seperti musim yang ada di dunia?

TAMAT

 

* * *

 

[1] Rasa malas melakukan sesuatu.

 

[2] Belajar langsung face to face dengan seorang syaikh atau ulama.

 

[3] Membaca Al-Qur’an dengan riwayat tujuh Imam

 

[4] Ilmu tafsir paling pokok.

 

[5] Kereta listrik, disebut juga trem

 

[6] Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah

 

[7] Semoga Allah melimpahkan berkah padamu.

 

[8] Dan semoga melimpahkan (berkah-Nya) pada kalian semua.

 

[9] Daging yang telah dicincang halus dengan mesin.

 

[10] Juice

 

[11] Tunggu sebentar.

 

[12] Ada apa lagi?

 

[13] Terima kasih.

 

[14] Yaitu membaca A’udzubillahi minasy syaithaanir rajiim.

 

[15] Stasiun, terminal.

 

[16] Tanda bahwa shalat berjamaah segera didirikan.

 

[17] Sekolah Tinggi Juru Dakwah

 

[18] Saudara.

 

[19] Kapten, Shubra satu!

 

[20] Baik, Orang Indonesia.

 

[21] Aku saudaramu

 

[22] Dari China?

 

[23] Tidak. Aku orang Indonesia.

 

[24] Hai orang-orang Amerika, laknat Allah untuk kalian!

 

[25] Kinanah: salah satu julukan untuk bumi Mesir.

 

[26] Ya bintal haram (Hai anak haram/anak hasil perzinaan), Ya Syarmuthah (Hai pelacur), Ya bintal khinzir (Hai anak babi).

 

[27] Hal ana khata’ ? Maksudnya, apakah saya salah? Susunannya yang tepat adalah Hal ana mukhthi’ah?

 

[28] Bahasa Arab yang fashih secara gramatikal, bukan bahasa pergaulan.

 

[29] Bahasa Arab pergaulan, yang biasa digunakan dalam percakapan harian.

 

[30] Yakhrab baitik! (Artinya secara bahasa semoga rumahmu roboh, biasanya digunakan untuk mengumpat dalam bahasa Jawa senada dengan kata-kata: Bajingan! Dancouk! Dan sejenisnya).

 

[31] Syarmuthah: Pelacur.

 

[32] Wahai Jamaah (untuk menyapa orang banyak)! Bacalah shalawat ke atas nabi, bacalah shalawat ke atas nabi!

 

[33] Tashdiq adalah surat keterangan resmi dari Universitas, bahwa pemiliknya benar-benar mahasiswa pada fakultas, jurusan dan program tertentu di universitas itu. Tashdiq biasanya diperlukan untuk urusan-urusan resmi. Misalnya perpanjangan visa belajar, pengambilan visa haji, meminta atau memperpanjang beasiswa pada suatu lembaga dan lain sebagainya.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: November 11, 2015 13:55

    jaka ferdy

    is very good
  • Posted: March 3, 2016 02:42

    fida kurnia

    bagus sekali.....
    • Posted: March 7, 2016 08:26

      fida kurnia

      yang bayak dong novel nya
  • Posted: March 16, 2016 03:02

    nizar al fahmi

    siah... begus apa ? deggik la tak kenneng beca
  • Posted: March 21, 2016 17:48

    mokhamad sidik

    asik bnget critanya!!!
  • Posted: May 1, 2016 11:37

    Mughni Nurillah

    Ya Allah indahnya bisa baca novel islami ini. Novel yang bener2 bermanfaat. Novel islami seperti ini yang harusnya banyak di toko2 buku atau perpustakaan
  • Posted: October 22, 2016 17:49

    Banjar sakti

    Novel karangan habiburrahman alsirazy yang lain ada gak gan. Seru banget..
  • Posted: October 24, 2016 15:51

    A

    bagus
  • Posted: March 6, 2017 13:02

    rahmat

    ini akan menjadi motifasi bagi yang membaja saya merasakan betapa indahnya novel ini
  • Posted: August 11, 2017 07:25

    IfaMunawar

    Subhanalloh,Subhanalloh. Saya seperti merasakan nuansa yg ada didalam Novel ini, sungguh novel penggugah jiwa untuk saya.
  • Posted: August 21, 2017 23:56

    Hilman

    Alhamdulillah bisa baca novel ini secara online
  • Posted: October 8, 2017 02:45

    asmawi

    alhamdulillah bisa membaca novel ayat-ayat cinta menggantikan kerinduanku dengan filmnya terdahulu
  • Posted: November 4, 2017 17:33

    agil reno

    Keren banget ceritanya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.